Skip to main content

Featured

Metode Mutqin (Kuat) Hafalan Al-Qur'an Bagi Orang Yang “Sibuk”

Bismillah...Disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi -Hafizhahullahu ta’alaa- tanggal 9 Sya’ban 1438 H.  Postingan ini agak panjang.  Jadi sebaiknya di simpan terlebih dahulu apabila memiliki ketertarikan untuk menyimak isinya.Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang baru selesai dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
------------------------------------------------------------------
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:- Kondisi kesibukan saat ini
- Jumlah hafalan yang pernah di hafal
- Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)Pertam…

Bografi Sami Yusuf

Bismillah...

Sami Yusuf adalah seorang penyanyi-penulis lagu, komposer, produser dan musisi sukses yang berasal dari Inggris. Dirinya diberkahi dengan pengaruh budaya yang sangat kuat terhadap musik, teristimewakan dengan latar belakang musik dan pernah menjalani pendidikan dalam bidang musik dengan beberapa komposer terkenal, termasuk beberapa komposer dari salah satu institusi musik paling bergengsi di dunia yaitu Royal Academy of Music di London, music adalah takdirnya, merupakan prediksi yang mengherankan dari beberapa rekan kerjanya yang justru membuatnya percaya diri.

Sami telah mempelajari beberapa alat music termasuk piano, biola, tar, dumbek, santur, daf, tabla, dan oud, itu baru sedikit yang dikusainya, semua Sami pelajari pada usia yang sangat muda. Dia sangat bergairah untuk melabelkan karyanya  dalam bidang musik, hal ini dapat terpenuhi pada saat dirinya dapat membuat sebuah terobosan baru dalam musik dengan membuat debut album, Al-Mualim – sebuah album yang komposisi, produksi dan dinyanyikan oleh dirinya sendiri.

Seorang pemuda Muslim Inggris yang tiba-tiba menjadi pembicaraan di beberapa kota di negara yang jauh dan beragam seperti Mesir & Turki. Album tersebut tidak hanya terjual sukses 3 juta copy tapi juga membuat dirinya memiliki banyak pengikut di Timur Tengah, Negara-negara Africa Utara dan Asia tenggara.

Terpesona dengan wajahnya yang tampan dan perilaku yang ramah, para anak muda yang menjadi fansnya meniru perilaku yang mereka lihat dalam diri Sami, yaitu sebagai seorang pemimpin. Para fansnya bahkan tidak malu untuk mengakui bahwa music Sami telah merubah hidupnya menjadi lebih baik.  Belum pernah terdengar sebelumnya, seorang artis yang mencapai kesuksesan berurutan, dengan merilis album berikutnya My Ummah, Sami diakui telah menjual dengan sukses album ini dengan penjualan 4 juta copies di seluruh dunia.

Sami langsung menjadi topik utama berita di CNN, BBC, ABC, Al Jazeera, tidak ketinggalan, juga di semua stasiun utama televisi di Timur Tengah dan Turki. Diberikan gelar oleh Time Megazine sebagai “Islam Biggest Rockstar “ (Mega Bintang Islam terbesar) dan juga dianugerahi oleh The Guardian sebagai The most famous British Muslim in the World (Sosok Muslim Inggris yang paling terkenal di dunia), ini hanya masalah waktu saja sebelum “julukan populer” yang diberikan oleh media tersebut, menjadi persoalan dalam penelitian pemikiran tentang musik secara dinamis.  Penelitian Penyiaran Transisi, dalam dua makalahnya yang berbeda memuji bahwa karya musik dan video Sami bisa dijadikan sebagai acuan dan inti dasar musik, musiknya bisa dijadikan sebagai pilihan dan pembanding terhadap aliran musik utama yang berasal dari barat.

Kesuksesannya tersebut diketahui oleh Universitas Roehampton di London Barat, hasilnya Sami dinobatkan menjadi pemuda muslim pertama yang menerima penghargaan Doctor of Letters (Doktor Kesusastraan) Award sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam bidang musik yang sangat luar biasa. Musiknya tidak hanya didengarkan di London & LA tapi juga telah menembus kelompok konservatif di semenanjung Arab. Suatu hal yang mengejutkan di saat 250.000 orang memenuhi Taksim Square di Istanbul, Turkey untuk melihat penampilan Sami.  “Dia milik kami”, begitulah kalimat yang terucap dengan bangga dari mereka yang hadir saat itu, sambil terus mengikuti Sami melantunkan lagu-lagunya dalam bahasa Turki yang bisa dibilang sempurna. Sami telah tampil di 4 benua, tampil di tempat-tempat bergengsi seperti Wembley Arena di London, Shrine Auditorium di Los Angeles dan The Velodrome di Cape Town, Africa Selatan – ini semua kami ungkapkan dengan segala kerendahan hati. Pertunjukannya sangat bergengsi dan sangat pribadi. Pribadi disini dalam arti pertunjukannya sesuai dengan dirinya yang rapi & terfokus, lengkap dengan nyanyiannya dalam bahasa Inggris, Arab, Turki, Farsi, Azeri dan Malaysia/Bahasa serta penampilannya dalam memainkan musik, baik klasik dan alat musik etnik. Ketertarikannya untuk bekerjasama dalam bermacam-macam bahasa, dengan kerendahan hati, telah membuat musiknya menjadi sebuah pernyataan, dan dia memperlihatkan semuanya sebagai pengalaman seumur hidup.

Akan tetapi, Sami menolak ketenaran dan kemuliaan itu. Baginya, posisinya saat ini sebagai seorang artis adalah sebagai pemegang kepercayaan mulia, kepercayaan terbaik menurutnya adalah melayani kemanusiaan. Dia tidak kenal lelah dalam hal ini, mengingat tanggung jawabnya sejak awal sebagai duta besar Silatech, sebuah badan di Qatar yang berinisatif dalam mengembangkan kemampuan kewirausahaan dan membuka akses ke pasar modal dalam skala besar untuk penciptaan lapangan kerja. Pertunjukkan Live 8 nya di Wembley Arena menghasilkan jutaan poundsterling, semua hasil tersebut disumbangkan untuk korban konflik di wilayah Darfour, tindakannya ini mendapatkan pujian dari pemerintah Inggris sebagai penghargaan dan pengakuan atas segala usahanya. Sami juga mengambil inisiatif untuk bekerja secara kesinambungan dengan salah satu sponsor PBB, yaitu “Save the Children”, untuk membantu mengangkat moral para korban banjir di Pakistan 2010 lalu dengan memberikan pesan harapan dan bantuan yang tiada henti lewat lagu single untuk amal, berjudul  Hear You Call. Lagu single tersebut menjadi alat kampanye yang dipimpin oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, BBC dan CNN.

Sami merupakan salah satu export terbesar Inggris dalam 1 dekade terkahir ini. Dalam perjalanannya 7 tahunnya, dia telah berhasil menguasi navigasi melalui perairan bebas – dalam arti dia telah memenangkan hati dan pikiran jutaan orang dari seluruh Timur Tengah, Eropa, Amerika Utara dan Afrika Utara. Kompasnya adalah prinsipnya sendiri, yaitu menciptakan genre untuk dirinya sendiri – Spiritique. Semua itu diwujudkannya baik secara musik dan filosofis pada album ketiganya, Wherever You Are, Spiritique merupakan hasil dari identitas Sami sendiri. Seorang pemuda Muslim Inggris yang dapat dibanggakan, Sami adalah seorang  pendukung kesatuan yang kuat dan berani berkomitmen untuk mengapresiasikan keragaman lintas-budaya  melalui promosi  terhadap nilai-nilai universal dan penghormatan terhadap  jiwa manusia. Tujuan dari semua itu adalah untuk menjembatani  antara persepsi dan rasa ketidakcocokan, dan untuk memperkuat rohani agar kita dapat melangkah ke era baru dalam kerjasama dan keragaman keberadaan. Ketika ras yang berbeda bisa hidup berdampingan, ketika yang muda dan tua, ketika orang saleh dan agnostik, pria dan wanita bernyanyi dalam 1 suara, di saat itulah SPIRITIQUE bersinar.

Suatu usaha  ambisius, yang mungkin bagi beberapa orang akan berpikiran seperti  itu. Tapi  bagi  kebanyakan orang bisa melihat, bahwa hal ini telah terjadi.

Comments

BACA JUGA