Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

MANFAAT SHALAT TUMA'NINAH BAGI KESEHATAN PINGGANG

Bismillah...

Sesungguhnya segala sesuatu yang diciptakan Allah tiada yang sia-sia, bahkan jika mampu mentafakkurinya akan menambah iman seseorang, itulah yang difirmankan Allah dalam surat Ali Imran 191 ; “Yaitu orang-orang yang
mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan bertafakkur tentang penciptaan langit dan bumi hingga (bersyukur), ‘Ya Tuhan kami sungguh tiada yang sia-sia atas apa yang Engkau ciptakan. Mahasuci Engkau, maka pelihara kami dari siksa neraka”



Ayat tersebut bermakna bahwa di setiap yang Allah ciptakan ada fadlilah atau manfaat jika diamalkan sesuai dengan tuntunan yang dicontohkan Rasulullah, dan proses yang sempurna ini merupakan tafakkur hingga kita mampu melihat fadlilah dan kebesaran serta kebenaran Maha Pencipta dan pemelihara yang dalam surat Al Anfal ayat 2 akan menggetarkan hati orang beriman dan menambah keimanan mereka ; ” Yaitu Orang-orang yang jika mengingat Allah bergetar hati mereka, dan jika ditunjukkan kepada mereka ayat/bukti kebesaran Allah bertambahlah iman mereka”.

Manusia ciptaan Allah,” dengan segala kompleksitas sistim fisiologi yang dimilikinya, pun demikian Shalat diciptakan Allah untuk umat Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad ShallalLaahu Alaihi Wassalaam, jika kita tahu fadlilah kebesarannya dan mengamalkannya dengan benar, maka Allah akan memberikan keuntungan dan kemuliaan bagi pengamalnya bahkan menambah iman mereka.

Dalam tulisan pendek ini, kita coba untuk memahami fadlilah atau manfaat shalat untuk kesehatan manusia termasuk untuk kesehatan tulang belakang atau pinggang.

Konsep ‘Rabb’ Pemelihara Makhluk

Kalimat ‘Rabbul ‘Alamin’, diterjemahkan para ulama sebagai, ‘Tuhan pencipta dan pemelihara alam semesta beserta segala isinya’. Oleh karena itu Allah yang menciptakan manusia akan memelihara manusia dengan segala sesuatu yang diturunkan dan diciptakan Allah, baik yang ada di bumi- tumbuhan dan hewan, ilmu pengetahuan- juga yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, seperti shalat.

Dari pengertian ini kita dapat menarik kesimpulan sederhana bahwa sesungguhnya antara shalat dan manusia (dalam hal ini tubuh manusia) mempunyai hubungan saling menguntungkan jika berinteraksi dengan benar sesuai tuntunan/contoh yang diajarkan Rasulullah. Dan itu sebagai bukti bahwa Allah yang menciptakan manusia dan memelihara manusia, Allah menciptakan segala sistim tubuh dalam diri manusia-kontraksi otot, sistem pencernaan, sistem peredaran darah dan lain-lain masing-masing ada sistem pemeliharanya yang dalam ilmu kedokteran disebut ‘regulasi homeostasis’ atau sistim yang menjaga keseimbangan tubuh manusia. Ciptaan di luar tubuh manusia seperti makanan minuman yang ‘halaalan thayiban’ akan menambah atau memelihara keseimbangan dan kesempurnaan sistim tubuh manusia.

Juga shalat sebagai salah satu ciptaan Allah dapat memelihara keseimbangan dan kesempurnaan sistim dalam tubuh manusia. Bagaimana hal itu bisa dimengerti, ilmu pengetahuan akan menjelaskannya, para Ahli ilmu kedokteran dan kesehatan telah membuktikan melalui penelitian-penelitian yang shahih dan menakjubkan yang jika betul- betul ditafakuri akan makin mengukuhkan kebenaran Al Quran dan tidak ada keraguan di dalamnya, ”Dzaalikal Kitaabu laa royba fiihi hudalillmuttaqiin” (Al Baqarah : 2).

Fadilah Shalat

Sesungguhnya tanpa keraguan kita akan meyakini bahwa shalat memberikan manfaat besar bagi manusia, karena tidak semata mata Allah memerintahkan jika tidak ada maksud atau tujuan di dalamnya, tanpa keraguan bagi mukminin akan melaksanakannya sebagai bukti keimanan kita. Dengan mengetahui manfaat atau fadlilah shalat sesungguhnya akan menambah mantap keyakinan hati dan insya Allah menambah keimanan, seperti dijelaskan sebelumnya.

Apa saja fadlilah atau manfaat shalat yang telah dibuktikan ilmu pengetahuan, berikut beberapa bukti hasil penelitian yang dilakukan tim jurusan Kejuruteraan Universitas Malaya, Malaysia, yaitu ;

1. Menyehatkan jantung, dengan menstabilkan irama denyut jantung selama shalat

2. Mengurangi nyeri pinggang dan memelihara kesehatan tulang belakang

3. Menstabilkan kadar gula dan lemak dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah sehingga dapat mencegah penyakit yang disebabkan gangguan pembuluh darah dan isi darah ( contoh, Diabetes, Hipertensi, Serangan jantung )

4. Peningkatan kekuatan aktifitas otot dasar panggul sehingga bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah pada Disfungsi Ereksi.

5. Secara psikis menambah ketenangan dan akan meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan proses degeneratif dengan meningkatkan kadar endorphin (hormon baik untuk energi dan perbaikan sistim tubuh) dan Eosinophil (bagian dari sel darah putih, yang berperan dalam kekebalan), berserta menurunkan hormon kortisol (hormon yang jika kadarnya melebihi batas normal akan menimbulkan kerusakan/degeneratif).

‘Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu (Al Quran), dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, dan mengingat Allah(dzikrulLaah) lebih besar keutamaannya. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (Al Ankabuut ; 45)

Dalam paparan singkat ini akan dikupas manfaat atau fadlilah shalat untuk kesehatan tulang belakang, manfaat atau fadlilah lainnya insya Allah dikupas pada kesempatan lain.

Shalat thuma’ninah dan dampaknya pada kesehatan tubuh.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh… Rasulullah bersabda ;… Ini merupakan salah satu tuntunan bagaimana melakukan shalat dengan ‘thuma’ninah’ . Dalam pengertian bahasa bisa dikatakan sebagai aktifitas yang tidak membebani tubuh, nyaman bahkan nikmat dan memberi manfaat.

Di dalam shalat ada aspek manfaat yaitu manfaat fisikal/ jasmani dan ruhani/spiritual. Manfaat fisikal ditemukan dalam gerakan gerakan shalat yang thuma’ninah, sedangkan manfaat ruhani didapatkan dari kekhusuan shalat yang dilakukan.

Manfaat atau fadlilah tersebut terangkum seperti yang disampaikan sebelumnya. Oleh karena itu sangat penting melakukan shalat dengan thuma’ninah dan khusyu sehingga yang menjalankan shalat akan mendapat fadlilah seperti yang dibuktikan ilmu pengetahuan dan dijanjikan Allah.

Ada empat gerakan pokok di dalam shalat, yaitu ; Qiyam (berdiri tegak), Rukuk (membungkukkan tubuh), sujud (meletakkan 7 rukun sujud di sajadah) dan duduk (di antara dua sujud, tahiyatul awal dan tahiyatul akhir). Masing-masing gerakan jika dilakukan dengan cara yang benar atau thuma’ninah akan memberikan dampak yang hebat bagi tubuh kita, ‘SubhanalLaah, maa khalaqtana hadza bathilaan’..

Qiyam adalah gerakan awal shalat berupa berdiri tegak dengan kedua kaki agak direnggangkan dan kedua ujung luar kaki (jari kelima) bersentuhan dengan sebelahnya jika dalam shalat berjama’ah. Dan kedua tangan didekap kan dengan tangan kanan di atas tangan kiri dan diletakkan di atas pusar. Dalam posisi seperti ini secara fisik kontraksi otot tangan, siku dan aliran fisiologi darah dalam posisi istirahat dan keseimbangan yang akan memberi manfaat melancarkan pergerakan sendi yang dapat mencegah kekakuan sendi (joint stiffness). Kemudian dengan prosesi niat dan takbiratul ihram yang khusyu akan memberikan manfaat ketenangan bathin yang akan menimbulkan peningkatan endorphin yang menstimulasi efektifitas dan pembentukan energi. Juga meningkatkan kadar sel darah Eosinophil yang sangat berperan dalam fungsi kekebalan tubuh. Respon tubuh yang lain juga menurunkan kadar hormon cortisone darah yang jika kadarnya terjaga rendah akan mencegah risiko kerusakan jaringan.

Tiga efek ini telah dibuktikan dengan penelitian S3nya, DR. M. Soleh dari Universitas Airlangga, yang meneliti ketiga kadar zat tubuh tersebut pada dua kelompok santri yang shalat tahajjud di mana satu kelompok diajarkan dengan cara khusyu, kelompok lain dibiarkan shalat seperti biasa.

Posisi kedua adalah gerakan ruku’, yang diawali dengan takbir, kemudian ruku’. Ruku’ yang thuma’ninah sesuai contoh Nabi adalah posisi di mana tulang punggung tegak 90 derajat. Posisi kepala tidak boleh lebih tinggi atau lebih rendah dari bahu. Dan kedua tangan diletakkan di kedua lutut seolah menggenggam tempurung lutut.

Disebutkan dalam Hadits Riwayat Al Baihaqi dan Daruquthni, ‘Sesungguhnya Nabi SAW, ketika ruku’, beliau membuka(meregangkan jari-jarinya dan apabila sujud merapatkan jari-jarinya’. Juga dalam Hadits Riwayat Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban,’ Jika kamu ruku’, letakkan kedua tanganmu pada kedua lututmu dan ringankanlah jari-jarimu, kemudian tenanglah hingga ruas tulang belakang tegak pada tempatnya’. Apabila Nabi ruku’, beliau meluruskan dan meratakan tulang punggungnya (90derajat) sehingga apabila diletakkan segelas air di atasnya, airnya tidak akan tumpah’.

Posisi sempurna atau thuma’ninah seperti itu, memberikan dampak kesehatan yang sangat menguntungkan bagi kesehatan tulang punggung. Dalam posisi ruku’ thuma’ninah otot rangka sepanjang tulang belakang menjadi lebih rileks tanpa beban berat tubuh. Dari penelitian yang dilakukan Faculty Kejuruteraan Bioperubatan University Malaya, dapat dibuktikan bahwa posisi sempurna rukuk berperan dalam memperlambat proses degeneratif dengan meningkatkan regenerasi jaringan baru, juga menjaga keseimbangan cairan sel dan melancarkan fungsi ginjal. Posisi ruku’ thuma’ninah juga menunjukkan aktivitas otot Lumbar ke 4 dan 5 (buku tulang pinggang) menjadi lebih rileks, memang pada awal pergerakan rukuk otot-otot pinggang berkontraksi kemudian setelah tercapai posisi sempurna akan menjadi rileks. Posisi seperti ini juga (rukuk thuma’ninah) dapat menambah longgar ’spinal canal’ atau saluran batang saraf tulang belakang, hal ini akan mengurangi risiko kompresi saraf (saraf kejepit). Gerakan berulang seperti itu juga akan meningkatkan fleksibilitas tulang belakang yang sangat penting untuk kelenturan dalam menyangga beban tubuh.

SubhanalLaah, satu gerakan saja dalam shalat jika dilakukan dengan benar sesuai sunah Nabi akan memberikan manfaat yang sangat banyak. Maka bisa kita mengerti kenapa Rasulullah mengatakan Shalat sebagai amal yang paling dicintai Allah karena maha Rahman Rahimnya Allah dan memberikan dampak fisik dan rohani yang hebat. ‘Shalat adalah sebaik baiknya Amal yang ditetapkan Allah untuk hambanya’.

Shalat thuma’ninah untuk mencegah kekambuhan nyeri tulang belakang

Paparan terdahulu dilakukan untuk tulang pinggang yang sehat yang tidak ada keluhan, bagaimana jika sudah mengalami keluhan nyeri pinggang?. Apa dapat langsung melakukan shalat thuma’ninah?

Pada kondisi akut sedang mengalami nyeri pinggang, pasien tidak dapat membungkukkan badan bahkan hanya beberapa derajat, apalagi shalat dengan posisi ruku’ yang sesuai sampai 90 derajat. Pada kondisi ini kita dapat mengambil asumsi bahwa sesungguhnya nyeri pinggang yang terjadi adalah akibat proses yang lama di mana tulang punggung atau tulang pinggang menerima beban yang berlebihan sehingga struktur di sekitarnya terutama otot punggung tidak mampu lagi menahan beban tubuh. Biasanya dipicu dengan gerakan beban punggung yang tiba- tiba yang cukup berat seperti mengangkat beban mendorong (dongkrak, lemari dll). Nyeri pada umumnya muncul pada bagian pinggang bawah (lumbar 4-5) karena titik ini merupakan titik beban tubuh. Atau di pinggang/punggung agak tengah (thorakal 12, lumbar 1) karena perbatasan ini merupakan buku paling ‘mobile’.

Kondisi nyeri ringan bisa hilang dengan istirahat atau obat-obatan ringan (krem nyeri atau diminum), biasanya setelah itu lupa dan kejadian bisa berulang beberapa kali sampai kondisi nyeri yang tidak hilang. Kondisi ni bisa kita anggap sebagai keadaan sakit pinggang menetap karena tubuh sudah tidak mampu lagi menahan beban berat dan menyembuhkan dirinya sendiri dengan sistem yang ada dalam tubuh. Kita ketahui bahwa tubuh mempunyai sistem untuk menyembuhkan dan menyeimbangkan kelainan yang timbul (penyakit, dll) yang merupakan bagian dari sistim kekebalan tubuh dan keseimbangan (imunitas dan homeostasis). Kemampuan ini dimiliki semua ciptaan Allah sebagai Maha pencipta dan Maha pemelihara, bahkan pada ciptaan bukan makhluk hidup, misalnya pada pergeseran bumi selama beredar dalam rotasinya bumi mendekat dan menjauh matahari dalam kisaran beberapa derajat, fenomena ini yang menjaga keseimbangan dan membentuk siklus musim di bumi. Jika melebihi batas-menjauh atau mendekat-, maka akan terjadi kerusakan dan malapetaka di bumi. SubhanalLaah, Allah telah menetapkan ciptaan dan sistemnya (sunnatulLaah) dengan segala sesuatunya dalam ukuran yang jelas dan tetap/tidak berubah,”….surat tentang sunnatulLaah……

Keadaan sakit pinggang tadi dapat dikatakan sebagai melebihi kemampuan, ukuran yang telah ditentukan sehingga timbul kerusakan dengan gejala subjektif sakit. Bisa berupa nyeri di pinggang, rasa pegal, rasa terbakar nyeri yang merembet ke pantat, ke paha bahkan bisa merambat ke betis atau kaki, ini yang disebut nyeri radicular.

Pada kondisi ini penanganannya harus dengan strategi. Jika nyeri ringan dan hilang dengan istirahat, maka pasien bisa langsung melakukan shalat thuma’ninah sebagai bentuk upaya mengembalikan pada kondisi normal. Jika nyeri lebih berat dan merembet/ radicular maka perlu upaya pengobatan dahulu, karena sudah terjadi kerusakan tulang dan sendi bahkan bisa saja sudah terjadi jepitan urat saraf. Dokter harus memeriksa dengan teliti dan mencari area yang terkena kerusakan atau radang ini. Untuk itu shalat pun tidak dapat dilakukan dengan posisi normal, pasien harus mengambil dispensasi (rukhshah) yang diberikan Allah berupa shalat yang tidak membebani pinggang/punggung.

Bisa dilakukan dengan duduk atau berbaring, dan selama gerakan shalat seperti ini dokter akan memberikan beberapa obat untuk mempercepat hilangnya radang yang terjadi dan mengembalikan kondisi tulang dan sendi pinggang ke dalam kondisi normal. Berupa Anti inflamasi(anti radang), muscle relaxant (anti kaku otot), obat gangguan saraf dan lainnya sesuai temuan yang ditemukan.

Jika setelah tercapai kondisi normal maka kembali bisa dilakukan gerakan shalat thuma’ninah dengan sempurna sebagai upaya pemeliharaan dan pencegahan supaya keluhan serupa tidak akan muncul lagi. Apakah akan muncul lagi? Hal ini sangat tergantung pada kondisi kerusakan yang sudah terjadi, berat atau ringan dan tergantung pada disiplin untuk menjaga shalat thuma’ninah teratur dan aktifitas lain yang berisiko membebani tulang punggungnya. Dokter dapat memberikan anjuran aktifitas apa dan olah raga apa yang sesuai dengan kondisi tulang sendi pinggang yang ditemukan, setiap orang akan berbeda sesuai temuan pemeriksaan klinis dan diagnostik yang ditemukan.

Strategi ini sudah saya lakukan pada banyak pasien yang mengeluh nyeri punggung yang datang ke poklinik saya, dari mulai yang nyeri ringan, atau temuan dengan kondisi radang atau kerusakan ringan bahkan kerusakan dengan gambaran yang cukup berat ( sudah terjadi penebalan selaput sendi tulang belakang atau sudah ada pengapuran). Alhamdulillah, SubhanalLaah.., memberikan dampak penyembuhan yang diharapkan dan beberapa pasien bahkan hampir tidak pernah mengalami kekambuhan dalam 3 tahun ( yang paling lama), tanpa memerlukan obat.

Yang diperlukan disiplin dan keyakinan bahwa Allah sang Maha penyembuh, keikhlasan bahwa kita sedang melakukan upaya penyembuhan penyakit karena Allah dan mengikuti sunnahnya tanpa dicampuri perilaku sirik( mencari penyembuhan selain karena Allah). Kita harus yakin Allah akan menyembuhkan penyakit hambanya yang ikhlas dan berusaha sungguh-sungguh, seperti do’a dan keyakinan Nabi Ibrahim yang difirmankan Allah dalam Al Quran surat ” dan jika aku sakit Dialah (Allah) yang menyembuhkanku”. Usaha yang sungguh-sungguh dalam jalan-Nya Allah akan menunjukkan jalan yang dirahmati-Nya. “Dan orang-orang yang bersungguh sungguh berusaha di jalan Nya, maka akan Aku tunjukkan jalan-jalannya. Dan sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang ikhlas”. (QS Al Ankabuut ; 69) .Insya Allah…

Kesimpulan

Dari paparan singkat di atas, kita dapat memahami, apa-apa yang diciptakan Allah tidak ada yang sia-sia, dan Allah telah memberikan segala kebutuhan manusia untuk menjaga dirinya dalam kondisi sehat. Dan Shalat thuma’ninah sesuai tuntunan Nabi terbukti secara ilmiah dapat menjadi penjaga iman seseorang bahkan menjaga kesehatan tubuh manusia dengan sempurna. Yang diperlukan keyakinan, usaha sungguh-sungguh, keikhlasan dengan cara yang benar.


DIKUTIP DARI ZILZAAL DENGAN PENGUBAHAN

Comments