Skip to main content

Featured

Metode Mutqin (Kuat) Hafalan Al-Qur'an Bagi Orang Yang “Sibuk”

Bismillah...Disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi -Hafizhahullahu ta’alaa- tanggal 9 Sya’ban 1438 H.  Postingan ini agak panjang.  Jadi sebaiknya di simpan terlebih dahulu apabila memiliki ketertarikan untuk menyimak isinya.Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang baru selesai dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
------------------------------------------------------------------
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:- Kondisi kesibukan saat ini
- Jumlah hafalan yang pernah di hafal
- Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)Pertam…

We Will Not Go Down (Song for Gaza)

Bismillah...

Lebih dari sepekan sejak penyerangan Israel ke Palestina, lagu We Will Not Go Down kembali melejit. Lagu tersebut dijadikan musik pengiring untuk berita-berita di jalur Gaza, Palestina. Mendengar lagu tersebut sambil menyaksikan kondisi rakyat Palestina, tak hanya menimbulkan simpati yang dalam terhadap Palestina, tetapi juga membuat merinding karena syair-syairnya yang dalam.



We Will Not Go Down secara resmi dirilis pada tahun 2009. Lagu itu diciptakan oleh Michael Heart, musisi kewarganegaraan Amerika Serikat kelahiran Syria. Michael memang bukan musisi terkenal bagi masyarakat Indonesia, dibandingkan dirinya, lagunya justru lebih populer. Namun, di Amerika kiprahnya di dunia musik cukup diperhitungkan.

Nama aslinya adalah Annas Allaf, Michael Heart adalah nama yang dipilihnya sebagai nama panggung. Heart, begitu ia biasa dipanggil dibesarkan di beberapa negara dengan latar belakang budaya yang berbeda. Ia pernah tinggal di Swiss, Austria, Timur Tengah dan terakhir Amerika Serikat. Kedua orang tuanya berasal dari negara Arab, Syria.

Pria tampan ini mulai mengenal musik sejak kecil. Di usia 10 tahun ia mulai memainkan gitar dan piano. Ketika beranjak remaja, ia mulai membuat lagu dan menyanyikannya sendiri. Tahun 1990, setelah lulus dari Jurusan Teknik Audio di Full Sail, University of California, Heart pindah ke Los Angeles. Di sana ia membuka studio rekaman di rumahnya, dan terus mengasah kemampuannya sebagai seorang teknisi rekaman dan gitaris.

Selama belasan tahun terakhir ia telah bekerjasama dengan sejumlah artis terkemuka seperti Brandy, Will Smith, Toto, Natalie Cole, The Temptation, Phil Collins, Hillary Duff, dan Jessica Simpson dan banyak lainnya. Kelebihannya dalam berbahasa Perancis memudahkan langkahnya untuk bekerjasama dengan sejumlah artis Perancis seperti Calogero (The Charts), Marc Lavoine dan Veronique Sanson. Ia juga pernah menjalin kerjasama dengan David Foster.

Namun perhatian dunia didapatnya setelah ia menulis lagu We Will Not Go Down. Lagu itu merupakan bentuk simpatiknya atas tragedy kemanusiaan di Gaza, Palestina oleh Israel. Akhir Desember 2008 hingga Januari 2009 ia menyediakan secara gratis lagu tersebut untuk didownload di situs pribadinya. Ia juga menyarankan untuk memberi donasi ke Gaza melalui United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugee in the Near East.

Hingga Februari 2009, lagu tersebut telah di-view 1.021.000 kali di Youtube, mp3-nya didownload sebanyak 325 ribu kali, sedangkan email yang diterima sebagai bentuk respon itu tak kurang dari 10 ribu email. Heart juga merilis lagu unsolicited material yang beraliran pop/rock dengan tema-tema serius seperti kekerasan dalam rumah tangga (finally free), perzinaan (living in sin) dan perang (damaged war).

Lagu tersebut diciptakan Heart tidak ada kaitannya dengan agama dan kepercayaan seperti yang banyak dipersepsikan orang terhadap dirinya. Di situs resmi miliknya Heart menciptakan lagu tersebut murni untuk kemanusiaan. Hingga saat ini lagu tersebut terus diputar di radio dan televisi di banyak negara.

Bukan hanya menulis untuk Palestina, Heart juga menulis untuk korban gempa Haiti melalui lagu yang bertajuk “Help is on the Way". Sementara kondisi di Afrika Utara dan Timur Tengah telah menginspirasinya menulis lagu “Freedom” yang dirilis pada Maret 2011.

Berikut lirik We Will Not Go Down (Song for Gaza) yang sangat menyentuh itu:

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight




wikipedia, atjehpost, michaelheart

BACA JUGA