Skip to main content

Featured

Metode Mutqin (Kuat) Hafalan Al-Qur'an Bagi Orang Yang “Sibuk”

Bismillah...Disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi -Hafizhahullahu ta’alaa- tanggal 9 Sya’ban 1438 H.  Postingan ini agak panjang.  Jadi sebaiknya di simpan terlebih dahulu apabila memiliki ketertarikan untuk menyimak isinya.Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang baru selesai dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
------------------------------------------------------------------
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:- Kondisi kesibukan saat ini
- Jumlah hafalan yang pernah di hafal
- Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)Pertam…

Doa Penolak Kecemasan Dan Kesedihan


Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tidak ada sebuah kegalauan pun, tidak pula sebuah kesedihan, yang menimpa seorang hamba kemudian hamba itu membaca doa berikut:

اللهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجِلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي،
"Ya Allah, aku adalah hamba-Mu putra hamba-Mu putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku berada di tangan-Mu, ketetapan-Mu pasti berlaku atas diriku, keputusan-Mu pasti adil bagiku…
Aku meminta kepada-Mu dengan perantaraan setiap nama yang Engkau miliki dan Engkau namai diri-Mu dengan nama tersebut, atau (setiap nama-Mu yang) Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu, atau (setiap nama-Mu yang) Engkau turunkan dalam kitab suci-Mu, atau Engkau simpan sendiri dalam ilmu ghaib di sisi-Mu…
(Aku meminta kepada-Mu) jadikanlah Al-Qur'an sebagai taman hatiku, cahaya dadaku, pengusir kesedihanku dan penghilang kegundahanku"
Melainkan Allah akan menghilangkan kegundahan dan kesedihannya, dan Allah akan menggantikannya dengan kegembiraan.
Maka sahabat bertanya kepada beliau,
يَا رَسُولَ اللهِ، أَلَا نَتَعَلَّمُهَا؟
"Wahai Rasulullah, tidakkah sebaiknya kami mempelajari doa ini?"
Beliau pun menjawab,
بَلَى، يَنْبَغِي لِمَنْ سَمِعَهَا أَنْ يَتَعَلَّمَهَا
"Tentu saja, orang yang mendengar doa ini sudah selayaknya untuk mempelajarinya."
(HR. Ahmad no. 3712, Ibnu Abi Syaibah no. 29318, Abu Ya'la no. 5297, Ibnu Hibban no. 972, Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir no. 10352, Al-Hakim no. 1877, Al-Bazzar no. 1994 dan Ibnu Suni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no. 342)

Arrahmah.com

BACA JUGA