Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Perbandingan Kecerdasan Anak-anak Israel dengan Anak-anak Palestina

Bismillah...

Tragedi holocaust yang menewaskan ribuan orang palestina (setengahnya masih anak-anak) adalah salah satu bentuk ketakutan Israel terhadap Palestina (khususnya anak-anak).

Kenapa bisa begitu?

Taukah Anda mengapa orang-orang Israel terkenal sangat cerdas, ini bukanlah suatu kebetulan karena memang dipersiapkan secara matang dengan proses yang tidak sebentar.
Dimulai pada saat proses kehamilan, seorang ibu (yahudi) biasanya akan mendengarkan musik-musik klasik yang menurut peneliti Israel bisa merangsang kecerdasan janin, selain itu mereka juga mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein. Kemudian setelah anak mereka lahir, sejak usia dini mereka sudah dikenalkan dengan alat musik (piano & biola) serta not musik yang sangat rumit. Itulah mengapa pada saat dewasa mereka (anak-anak Yahudi) bisa menjadi orang yang sangat cerdas.

Lalu apa hubungannya dengan children of heaven (anak-anak Palestina)?

Menurut Anda mana yg lebih pintar, anak israel yg tidur dengan alunan musik klasik yang lembut atau children of heaven yg harus di nina bobokan dengan dentuman bom & nuklir?

Baik, mari kita coba jawab pertanyaan di atas satu demi satu dengan sebuah pertanyaan tambahan

Taukah Anda apa yang dilakukan anak-anak Palestina untuk mengisi waktu selain memperjuangkan hak dan keyakinan mereka?

Mencoba menjawab : Bermain dgn robot-robotan, maen play station, atau permainan modern di abad milenium sekarang.

Salahhhhh, yg mereka lakukan adalah membaca dan menghafal kitab yang terdiri dari 30 juz dan 114 surah

Iya benar, yg mereka lalukan adalah membaca dan menghafal Al-Qur’an. Buat mereka kitab ini seperti sebuah komik yang senantiasa harus mereka baca, hafal dan ikuti. Inilah sebabnya mengapa banyak anak-anak Palestina yang sudah hafaz Al-Qur’an 30 juz di usia yang masih sangat belia.

Saya akan coba membandingkan kecerdasan antara anak-anak Israel dan anak-anak Palestina, tapi jawabannya tergantung penilaian Anda masing-masing.

Jika anak-anak Israel mampu membaca not musik yang sangat rumit dan itu merupakan hal yang luar biasa

tapi tunggu sebentar...

Jika di usia yang masih sangat belia saja anak-anak Palestina sudah mampu menghafal kitab yang tebalnya beratus-ratus halaman dan mereka melakukan itu tidak di suasana & tempat yang tenang melainkan di medan syahid diantara tank-tank baja dan pesawat tempur yang bisa membuat mereka menghadap Yang Maha Kuasa.

Bayangkan kecerdasan mereka sepuluh atau dua puluh tahun kedepan,,

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan terjadinya kekejaman kemanusiaan seperti yang tertulis di awal.