Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Tips Memulai Pekerjaan Graphic Design

Bismillah...

Graphic Design atau Desain Grafis bukanlah pekerjaan iseng-iseng. Sebelum Anda mengerjakan sebuah proyek desain grafis (Graphic Design), sebaiknya Anda tentukan terlebih dahulu hal-hal yang perlu Anda jadikan sebagai pedoman dalam membuat artwork desain tersebut, sehingga apa yang anda kerjakan lebih terarah dan terealisasi dengan baik.


Berikut ini beberapa Tips Memulai Pekerjaan Desain Grafis yang dapat Anda jadikan pertimbangan:

1. Mengenali Segmentasi Pasar

Mengenali client (pemesan order desain) Anda akan membantu Anda memilih tehnik-tehnik yang menarik minat client. Apa dan Bagaimana profil client Anda? Galilah lebih dalam lagi semua informasi mengenai profil client Anda, agar Anda dapat menentukan style desain yang diperlukan sesuai segmentasi yang disasar.

2. Menentukan style desain

Style desain pasti berbeda untuk setiap profil client. Tentukan style artwork desain sesuai dengan karakter client yang telah Anda riset sebelumnya. Sampaikan semua materi dan informasi yang diinginkan client Anda ke dalam suatu kesatuan style desain yang menarik. Tuangkan segala ide kreatifitas Anda dengan bahasa iklan yang komunikatif, warna yang telah disepakati, segmentasi pasar dan tentunya harus informatif.

3. Aspek Pencitraan (Brand Image Building)

Semua aspek yang terkandung dalam artwork dan hasil cetaknya berujung pada barang cetakan yang dihasilkan. Dari style desain sampai produk akhirnya inilah citra perusahaan (Brand Image) pemesan terwakili.

4. Pertimbangkan aspek Corporate Identity yang berkarakter kuat

Coba pahami aspek ini pada penempatan symbol Corporate Identity (Logo Perusahaan) yang tidak norak dan asal meletakkannya di sembarang sudut artwork.. Bila terpaksa harus ikut menyertakan Logo Perusahaan pada artwork, pastikan dengan komposisi desain yang amat sederhana namun berdampak pada penguatan karakter perusahaan dimaksud. Jangan lupa, warna Logo adalah mutlak tidak dapat dirubah. Buatlah artwork dengan tidak menggunakan komposisi lay-out dan warna yang berbenturan dengan karakter Logo itu sendiri.

5. Komposisi Gambar atau Foto pada Artwork Desain

Anda bisa saja membuat karya desain artwork tanpa satupun gambar dengan metode permainan typography yang cantik, tetapi gambar tidak disangsikan lagi bisa lebih menarik pembaca daripada serentetan kata-kata. Anda perlu mempertimbangkan jumlah dan jenis gambar yang akan Anda gunakan diawal pekerjaan, karena akan mempengaruhi format secara keseluruhan. Tidak ada batasan dengan banyaknya gambar pada artwork. Metode dengan banyak gambar tapi sedikit teks banyak pula yang menyukainya.

6. Implementasi Artwork pada Teknis Pencetakan

Spesifikasi teknis cetak adalah hal utama yang patut diperhatikan. Sebagus dan sehebat apapun desain Anda, tampak tidak akan sempurna bila tidak bisa diimplementasikan untuk kebutuhan pencetakannya. Maka, tentukan dan pertimbangkanlah semua aspek (spesifikasi) teknis pencetakan pada artwork desain Anda, seperti: ukuran halaman, banyaknya halaman, jenis penjilidan, jenis kertas, kualitas cetakan, area cetak, pemilihan mesin cetak, penggunaan warna, atau finishing lain yang diperlukan.

7. Jadwal atau Deadline Kerja

Jadwal adalah anugerah sekaligus kutukan. Pada satu sisi ada perasaan bahwa tidak ada waktu untuk melakukan pekerjaan dengan jadwal yang tersedia, tetapi di sisi lain semua orang tahu bahwa setiap proyek membutuhkan rentang waktu tertentu dan ada batasannya.



8. Besaran Anggaran

Uang adalah faktor utama bagi sebagian orang. Ini akan mempengaruhi segala hal mengenai artwork desain, karenanya sering kali dipandang sebagai pertimbangan utama. Perlakukan anggaran dan jadwal Anda dengan serius, tetapi jangan biarkan mereka membatasi kreatifitas Anda. Bila Anda telah menjadi Graphic Designer profesional, client akan menutup mata dengan jumlah anggaran yang Anda minta. Tentunya Anda harus membuktikan ekspektasi ini dengan kepiawaian yang seimbang dan output desain yang cemerlang.

9. Backup Data Pekerjaan

Selama melaksanakan pekerjaan desain grafis sering-seringlah membackup file data anda, apalagi bila menggunakan image/gambar berukuran besar. Buatlah folder terpisah sebagai cadangan/backup file anda. Setelah selesai backuplah ke dalam CD supaya lebih awet. Tidak disarankan menggunakan Flashdisk sebagai backup karena rentan oleh virus. Flashdisk lebih berperan sebagai media transfer file daripada untuk membackup.

Demikian hal-hal yang perlu Anda siapkan untuk memulai sebuah proyek desain grafis, selain aspek lainnya yang mungkin muncul dan berkembang dari beberapa point di atas, yang mungkin dapat Anda cari tahu sendiri jawabannya. Semoga bermanfaat…

Comments