Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Twilight? Awas...

Bismillah...


The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2 sekarang ini sudah dirilis dan ditayangkan di bioskop seluruh dunia. Yang namanya film laris, tentu saja diserbu oleh seluruh remaja di dunia... wah... Film ini jadi semakin populer sejak dirilis serial film pertamanya pada tahun 2008.

Siapa sih yang gak tahu tentang film twilight? Tapi sebenarnya pasti ada kok yang belum mengetahui... Oke, kalau begitu sekarang saya mau jelaskan sedikit dan sekilas tentang twilight. Twilight (dibaca toilet, eh, tuilit) adalah judul dari sebuah film bergenre mistik yang sudah banyak ditonton dan disukai oleh ribuan bahkan jutaan remaja di dunia (termasuk remaja Indonesia). Film ini bersal dari sebuah novel yang akhirnya difilmkan. Novel ini pun sebelumnya laris manis dikalangan remaja maupun dewasa. Penulis novel ini adalah Stephenie Meyer kemudian oleh Melissa Rosenberg diputuskan untuk membuat screenplay pada tahun 2008. Film ini dirilis pada tanggal 21 November 2008 dan disutradarai oleh Catherine Hardwicke dengan tokoh-tokoh utamanya diperankan oleh Robert Pattinson (Edward Cullen) dan Kristen Stewart (Bella Swan). Film ini bercerita mengenai hubungan cinta antara seorang gadis remaja bernama Bella Swan dengan Edward Cullen yang termasuk dalam golongan vampir serta usaha Cullen beserta keluarganya untuk melindungi Swan dari bahaya vampir - vampir jahat. Kalau mau lebih baca sinopsisnya disini ya!

Temen saya (ga bakalan kusebut namanya disini) yang juga seorang penggemar film ini uring-uringan nyari serial barunya, The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2, ditoko-toko, pasar, lapak vcd dsa, eh,dsb. Meskipun sebenarnya yang dicari temen saya itu bukan DVD aslinya alias bajakan. Itulah realitanya, yang namanya terlanjur suka, segala cara akan didaki (gunung kali Mas, pake di daki) untuk bisa dapet nonton. Tadi itu cuma sekedar gambaran saja untuk membuktikan bahwa twilight adalah film laris manis bak kacang goreng, hehehe...


Kok banyak yang suka?


Alasan kenapa film ini disukai banyak orang adalah, layaknya film Harry Potter, film ini adalah film Fantasy yang sangat disukai oleh remaja, karena sebagian atau keseluruhan materi yang ada didalam film fantasy adalah khayalan alias takkan bisa ditemukan didunia nyata. Nah, film twilight ini pun begitu, film yang menceritakan kisah seorang gadis yang hidup di lingkungan vampire dan werewolf, dengan didukung oleh pemain-pemain yang keren-keren dan terkenal (wuw), serta alur cerita yang terus membuat penasaran, jadilah film ini film top diseluruh dunia...

Film yang sarat dengan mistik dan okultisme ini mengakhiri kisah Twilight Saga dengan membuat Bella Swan, sang aktris yang banyak digemari para remaja, berubah menjadi vampir. Dalam film tersebut Bella membuat suatu pernyataan yang sangat aneh, "Hari-hari saya sebagai manusia kini berakhir. Aku tidak pernah merasa lebih hidup seperti sekarang ini. Aku dilahirkan untuk menjadi vampir!"

Seperti yang dikemukakan oleh Steve Wohlberg, yang merupakan pembicara dan direktur Media White Horse serta pembawa acara dari "His Voice Today" di Stasiun Walk TV, dalam sebuah wawancara telepon dengan The Christian Post (CP) bahwa banyak ramaja begitu terobsesi dengan film Twilight sehingga mereka mulai membentuk atau bergabung dalam kelompok yang melakukan praktik okultisme, bahkan sampai melakukan ritual penumpahan darah.

Efek berlebihan


Wohlberg mencatat bahwa masalah ini tidak hanya terbatas pada remaja Amerika. Ada laporan dari Australia bermunculan kelompok yang terlibat praktik minum darah. Dia menunjuk ke salah satu website nya, AvoidTwilight.com, bahwa rincian sejumlah kasus di mana remaja telah mengaku bereksperimen dengan gaya hidup okultisme.

Dalam wawancaranya dengan CP, Wohlberg mengatakan ia telah menyaksikan tren remaja terlibat dalam okultisme untuk jangka waktu yang lama, dimulai dengan buku dan film Harry Potter.

"Bahaya terbesar adalah bahwa para anak remaja akan mencoba untuk meniru tokoh yang mereka idolakan dan ketika mereka kepingin tahu dan mencoba praktik okultisme yang sebenarnya, sesungguhnya mereka sedang diikat oleh kekuatan jahat. Mereka tidak mengetahui bahwa iblis dan para malaikatnya begitu sangat nyata. Ketika anak-anak remaja tersebut bereksperimen dengan apa yang mereka lihat dan ketahui dari novel maupun film Twilight maupun Harry Potter sesungguhnya mereka membuka pintu untuk iblis dan kita tahu bersama bahwa tujuannya iblis adalah menguasai generasi ini," kata Steve Wohlberg.

Kenapa para remaja ini beralih ke vampir dan okultisme, Wohlberg mengatakan bahwa dalam generasi ini, anak-anak dan remaja sekarang memiliki kekosongan dalam hati mereka akan kasih, kebenaran dan akan Tuhan.

"Masyarakat kita dalam banyak hal sangat sekuler, negara telah mengambil hal-hal rohani bahkan mengambil Allah dari sekolah umum. Ada referensi yang sangat sedikit untuk Tuhan. Jadi tidaklah heran anak-anak dan remaja mencari sesuatu yang kuat, sesuatu yang supranatural, dan klenik yang membombardir mereka di televisi, majalah, novel maupun melalui film. Ada banyak okultisme disemua media!"


Di nobatkan sebagai film terburuk


Nah ini dia nih... belum lama ini, Twilight telah dinobatkan menjadi film terburuk sepanjang masa, menurut situs Rifftrax.com, yang didalamnya juga termasuk film Batman and Robin (1997), Spiderman 3, serta The Last Airbender.

Situs ini dikelola tiga orang bekas komedian serial TV Mystery Science Theater 3000, yaitu Mike Nelson, Kevin Murphy, dan Bill Corbett yang saling berdiskusi tentang apa yang mereka percaya menjadi 25 film terburuk sepanjang masa dan sepakat memilih film tentang vampir remaja tersebut di posisi teratas.

Upgrade

“Terlalu banyak dan luas yang harus ditutupi dalam film tersebut, kami mencoba memanaskannya untuk Anda: ‘Bergumam bergumam bergumam mata sayu, bergumam bergumam bergumam berbaring di lapangan hijau. Bergumam bergumam bergumam menodai bayi. Bergumam,” tulis mereka seperti dilansir NME.

Twilight Saga Breaking Dawn – Part 2 yang tayang di bioskop beberapa waktu lalu diperkirakan bakal memperoleh pendapatan sebesar Rp 3 triliun (215 juta Poundsterling) pada minggu pertama pembukaan di November untuk menjadi debut delapan film terbesar dalam sejarah Bioskop di Amerika. [RS/UGT]

Epilog


Tinggal teman-teman nih, penilaiannya gimana. Kalau nonton cuma untuk sekedar hiburan, cari tahu (ngtess), atau bahkan mau bikin film tandingan (haaaa...) ya nggak apa-apa. Tapi kalau karna ngefans berat sama pemain, mau praktikin adegan-adegan (ets... sebentar..) berbahaya yang ada difilm itu, atau untuk mengambil pelajaran yang buruk... jangan lah... hehehe


tulisan ini adalah hasil penelitian sendiri, referensi: wikipedia, jawaban.com. undergroundtauhid.com   

Comments