Skip to main content

Featured

Metode Mutqin (Kuat) Hafalan Al-Qur'an Bagi Orang Yang “Sibuk”

Bismillah...Disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi -Hafizhahullahu ta’alaa- tanggal 9 Sya’ban 1438 H.  Postingan ini agak panjang.  Jadi sebaiknya di simpan terlebih dahulu apabila memiliki ketertarikan untuk menyimak isinya.Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang baru selesai dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
------------------------------------------------------------------
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:- Kondisi kesibukan saat ini
- Jumlah hafalan yang pernah di hafal
- Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)Pertam…

August Rush

Bismillah...


Belakangan ini saya lagi terbius oleh sebuah film, sampai saya tonton berulang-ulang dan nggak bosan-bosan. Setelah sekian lama nggak nonton film bergizi, saya pun secara kebetulan menemukannya "tercecer" di tumpukan folder sebuah desktop tempat saya "bekerja". Awalnya terlihat membosankan, tapi akhirnya saya cukup menikmati. Meskipun sebuah film holywood, bagi saya film-drama ini cukup menginspirasi, selain karena bergenre family dan musikal.

August Rush, film darama musikal yang dibintangi oleh Freddie Highmore. Berkisah tentang Evan Taylor (Freddie Highmore), bocah 12 tahun yang hidup di sebuah panti asuhan. Sejak lahir ia tidak tahu siapa kedua orang tuanya. namun ia selalu yakin bahwa kedua orang tuanya suatu saat akan menjemputnya. Dalam bahasa Evan “Mungkin saja mereka tengah tersesat”.

Evan Taylor (Freddie Highmore), adalah seorang anak yang lahir diluar rencana dari pasangan musisi, pemain cello yang cantik, Lyla Novacek (Keri Russell) dan penyanyi dari sebuah rock band asal Irlandia, Louis Connelly (Jonathan Rhys Meyers). Evan adalah hasil dari pertemuan mereka semalam di San Francisco, dan karena nasib, mereka terpisah. Dalam keadaan hamil, Lyla mendapat kecelakaan. Ayah Lyla yang merasa anak gadisnya belum siap berkeluarga, maka ia memakai kesempatan ini untuk mengelabuinya bahwa bayi yang dikandungnya itu mati, dan menyerahkan bayi Evan ini untuk diadopsi.

Evan pun tumbuh di tempat penampungan anak. Tidak seperti anak-anak yang lain, ia selalu merasa bahwa orang tuanya kini tengah mencarinya hanya saja sampai kini mereka belum menemukannya. Sejak kecil Evan sudah suka dengan musik. Hanya saja musik yang selama ini ia dengar adalah musik yang terdengar dari alam, seperti suara angin, suara daun yang bergerak, dan lain-lain.

Sampai akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggalnya yang sekarang dan pergi ke kota besar seperti New York untuk mencari orang tuanya. Di kota inilah Evan semakin dekat dengan musik.

Awalnya ia bertemu dengan pengamen jalanan bernama Arthur. Kemudian Arthur pun membawanya ke tempat tinggalnya dimana banyak terdapat para pengamen jalanan lainnya dan juga bos dari para pengamen tersebut yang selalu meminta setoran hasil ngamen mereka. Di tempat ini juga Evan lalu menemukan bakat musiknya yang terpendam. Ia dengan mudah memainkan gitar milik Arthur padahal sebelumnya ia sama sekali belum pernah memainkannya. Mulai dari sinilah nama Evan berubah menjadi August Rush. Nama itu pemberian dari bos pengamen yang biasa dipanggil dengan sebutan "Wizard".

Lalu terjadi penangkapan anak-anak jalanan di rumah itu oleh polisi. August pun (mulai sekarang Saya akan menyebut Evan dengan August) kabur dari rumah itu dan bersembunyi di gereja. Di gereja ini ia bertemu dengan seorang anak perempuan yang kemudian mengajarkannya nada-nada dari piano. Inilah pertama kalinya ia belajar not-not lagu. Tapi karena August Rush memiliki bakat yang luar biasa ia bisa langsung menangkap bunyi-bunyi yang ia dengar seperti suara langkah kaki, suara bola, suara ring basket, dll, menjadi not-not balok di lembaran kertas.

Pemilik gereja yang menemukan bakat August pun langsung memasukkan August ke sekolah musik Juiliard. Sekolah musik yang terkenal. Di sekolah itu bakat August pun makin berkembang, bahkan ia bisa membuat sebuah rapshody yang nantinya akan ditampilkan pada sebuah consert dengan August Rush sebagai komposer.

August pun dengan senang hati mempersiapkan untuk konser tersebut karena konser itu akan dihadiri ribuan penonton. Dengan begitu, kemungkinan besar orang tua August pun akan ikut mendengarnya. Ia yakin bisa menemukan orangtuanya dengan musik yang dibuatnya.

Lalu sebenarnya siapa orang tua August Rush? Ayah August bernama Louis dan Ibunya bernama Lyla. Louis adalah seorang vokalis sekaligus gitaris pada sebuah band. Sedangkan Lyla adalah seorang pemain Cello muda yang berbakat. Louis dan Lyla bertemu pada suatu malam dan saling jatuh cinta dan akhirnya menghabiskan malam bersama. Esoknya Lyla dibawa pergi dengan paksa oleh ayahnya hingga Louis dan Lyla tidak bisa bertemu kembali.

Sejak mereka berpisah, Louis dan Lyla memutuskan untuk berhenti bermain musik. Tanpa sepengetahuan Louis, Lyla pun mengandung. Ia memutuskan untuk melahirkan dan merawat anaknya. Namun hal itu tentu saja tidak disetujui oleh Ayah Lyla karena bisa menghambat masa depan Lyla. Untuk itu begitu anak Lyla lahir, anak itu langsung dibawa ke tempat penampungan anak dan Ayah Lyla mengatakan bahwa anaknya telah meninggal.

Baru setelah 11 tahun, Ayah Lyla yang tengah sekarat memberitahu yang sebenarnya bahwa anaknya masih hidup. Dan Lyla pun segera berangkat ke New York untuk mencari anaknya. Sedangkan Louis yang kini sudah menjadi seorang bisnisman memutuskan untuk kembali bermusik untuk menemukan Lyla.


Di sebuah taman kota di New York Louis bertemu dengan Evan, Louis mengagumi bakat music Evan, mereka bercakap-cakap dan bermain guitar bersama, namun mereka tidak mengenali satu sama lain. Evan memperkenalkan dirinya kepada Louis dengan nama "August Rush" dan mengatakan ia akan memimpin sebuah orchestra dan tampil di Central Park, dan mengatakan penampilannya ini terancam batal karena Wizard tidak setuju. Louis memberikan semangat agar Evan tetap tampil pada pertunjukan itu, "Come on. Be brave. You never quit on your music. No matter what happens. Coz anytime something bad happens to you, that's the one place you can escape to and just let it go. I learned it the hard way. And anyway, look at me. Nothing bad's gonna happen. You gotta have a little faith. ".

Ternyata pertunjukan di Central Park itu juga menampilkan sang ibu, Lyla Novacek yang bermain Cello bersama The New York Philharmonic. Di sebuah pertunjukan music, keluarga yang terpisah itu bersatu. Harapan Evan sang komposer cilik itu tercapai, bahwa dengan music ia dapat memanggil kedua orang-tuanya untuk datang dan menemukannya. Film garapan sutradara perempuan asal Irlandia Kirsten Sheridan ini pasti akan menggugah emosi para ibu. Bersiaplah tersenyum juga menangis haru dan merasakan betapa penting kehadiran anak dalam keluarga.

Ini film lama, mungkin sekitar tahun 2006 atau 2007, jadi mungkin agak susah juga nyarinya.

Selamat menonton, ambil baiknya aja! :) 

Comments

BACA JUGA