Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Begitu Banyak Waktu Yang Kita Habiskan

Bismillah...

Mungkin kita baru menyadarinya, betapa banyak waktu yang kita habiskan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Waktu-waktu itu bagaikan dedaunan tua yang terbuang jatuh dari tangkainya sebelum wktu gugurnya tiba. Begitu banyak hal-hal yang seharusnya kita kerjakan, terlewatkan begitu saja. Kita sudah banyak men-skip hal-hal penting, menunda ini dan itu, sehingga semuanya terbengkalai. Begitu pula aku, dan baru kusadari semua itu saat facebook mulai menghilang dari hariku.

Firefox OSBaru terhitung sehari aku tidak pernah mengakses facebook, ternyata beginilah rasanya sungguh lama. Selama itukah waktu yang kuhabiskan? Ya Allah, ternyata inilah hikmah yang kemarin belum ku ketahui. Aku harus menahan diri dari perasaan "candu" akan sosial media. Benar, sejak kemarin moodku benar-benar hilang untuk mengakses "mereka". Aku hanya rindu pada teman-temanku, teman facebook. Aku tidak berfikir ini adalah hal yang wajar, setelah beberapa saat yang lalu aku membaca fakta-fakta mengenai gejala social addict. Dan baru saja kusadari hal ini.

Begitulah, manusia selalu lalai akan waktunya. Maka tidak salah apa yang disabdakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam "Waktu bagaikan pedang, jika kamu tidak menggunakannya untuk memotong, kamulah yang akan dipotong". Mungkin, kita merasa bahwa umur kita sudah mencapai sekian, padahal baru-baru ini umur kita masih dua tahun lebih muda. Waktu memang berjalan lama, detik demi detik. Tetapi setelah ia berlalu, terasa begitu cepat/ Jangan sampai kita menyadari hal ini ketika nafas sudah lelah untuk dihembuskan.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Dari Ibnu Abbas dia berkata: telah bersabda Rasululloh, seraya menasehati seseorang: Jagalah olehmu lima perkara sebelum datang lima perkara yang lainnya, jaga masa mudamu sebelum tuamu, jaga masa sehatmu sebelum datang waktu sakit, jaga masa kayamu sebelum miskin, jaga masa lapangmu sebelum masa sempitmu, dan jaga masa hidupmu sebelum datang kematianmu” (HR Hakim).

Kata orang, masa muda adalah masa foya-foya, semuanya harus have fun. Sebagian mereka mengatakan, “Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga.” Bagaimana bisa masuk surga kalau masa mudanya dihabiskan dengan maksiat? Mereka beranggapan bahwa masa tua akan dirasakan oleh semua orang, padahal tak ada jaminan. Huh!

AndroidSudah jelas dalam hadits diatas bahwa nabi telah mewanti-wanti ummatnya akan 5 poin yang harus diingat sebelum datang 5 perkara lainnya. Pertama, jagalah masa muda kita sebelum tua datang. Manfaatkanlah waktu muda kita ini untuk memperbanyak bekal amal sholeh, sebelum menyesal di hari Kebangkitan. Berfikirlah dewasa, karena seorang pemuda tidak selalu membahas tentang dunia. Mungkin kita belum pernah mendengar perkataan Nabi ini sebelumnya:

“Apa peduliku dengan dunia?! Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi).

Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, maksudnya: “Lakukanlah ketaatan ketika dalam kondisi kuat untuk beramal (yaitu di waktu muda), sebelum datang masa tua renta.”

Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, maksudnya: “Beramallah di waktu sehat, sebelum datang waktu yang menghalangi untuk beramal seperti di waktu sakit.”

Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, maksudnya: “Manfaatklah kesempatan (waktu luangmu) di dunia ini sebelum datang waktu sibukmu di akhirat nanti. Dan awal kehidupan akhirat adalah di alam kubur.”

Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, maksudnya: “Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu sebelum datang bencana yang dapat merusak harta tersebut, sehingga akhirnya engkau menjadi fakir di dunia maupun akhirat.”

Hidupmu sebelum datang kematianmu, maksudnya: “Lakukanlah sesuatu yang manfaat untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapa pun yang mati, maka akan terputus amalannya.”
Al Munawi mengatakan,

“Lima hal ini (waktu muda, masa sehat masa luang, masa kaya dan waktu ketika hidup) barulah seseorang betul-betul mengetahui nilainya setelah kelima hal tersebut hilang.” (At Taisir Bi Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 1/356)

Perkataan diatas memang benar. Seseorang baru ingat kalau dia diberi nikmat sehat, ketika dia merasakan sakit. Dia baru ingat diberi kekayaan, setelah jatuh miskin. Dan dia baru ingat memiliki waktu semangat untuk beramal di masa muda, setelah dia nanti berada di usia senja yang sulit beramal. Penyesalan tidak ada gunanya jika seseorang hanya melewati masa tersebut dengan sia-sia.

Semoga kita termasuk orang-orang yang berfikir. Sadarilah wahai pemuda!

 ref: musim (dot) or (dot) id

Comments