Skip to main content

Featured

Metode Mutqin (Kuat) Hafalan Al-Qur'an Bagi Orang Yang “Sibuk”

Bismillah...Disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi -Hafizhahullahu ta’alaa- tanggal 9 Sya’ban 1438 H.  Postingan ini agak panjang.  Jadi sebaiknya di simpan terlebih dahulu apabila memiliki ketertarikan untuk menyimak isinya.Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang baru selesai dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
------------------------------------------------------------------
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:- Kondisi kesibukan saat ini
- Jumlah hafalan yang pernah di hafal
- Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)Pertam…

Muhammad Al-Fatih, Sang Penakluk Konstantinopel

Bismillah...

Beberapa hari ini saya dibikin terpukau oleh sebuah buku yang berjudul "Muhammad Al-Fatih: Penakluk Konstantinopel" Karya Syaikh Ramzi Al-Munyawi. Sebuah tulisan yang menceritakan bagaimana seorang sultan muda pemberani bernama Muhammad II dengan julukan Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel pada Selasa 20 Jumadal Ula 857 H/29 Mei 1453 H silam, saat berusia 25 tahun. Sebuah usaha yang tidak semua pemuda Muslim dapat melakukannya. Bahkan 11 kali usaha untuk menaklukkan Konstantinopel gagal dilakukan sebelumnya, yang pertama dilakukan oleh sahabat Abu Ayyub An-Anshary.

Firefox OS
Antara agama (ilmu) dan idelisme seorang pemuda menyatu dalam diri Al-Fatih. Semangat yang masih menyala-nyala dibarengi dengan ilmu agama yang cukup membuatnya terkendali dalam setiap mengambil sikap, tidak gegabah, terukur dan penuh perhitungan. Ia telah hafal Al-Qur'an saat berusia 8 tahun. Belajar kepada hampir ratusan 'ulama dan ilmuwan sejak belia hingga dewasa, bahkan hingga wafat. Mendalami berbagai disiplin ilmu, menguasai enam bahasa, dsb. Subhanallah...

Beliaulah yang diprediksi oleh Rasulullah akan menaklukkan Konstantinopel ratusan tahun sebelumnya, dalam sabdanya: "Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah penakluknya, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya." (HR. Ahmad)

Setelah berhasil merebut Konstantinopel, di sanalah kemudian Al-Fatih mengawali peradaban dan berhasil membuatnya menjadi pusat/kiblat peradaban Islam dunia. Banyak karya dan ilmu pengetahuan baru muncul. Kesadaran terhadap pentingnya ilmu tumbuh pada setiap Muslim saat itu, sehingga ilmu dijadikan tradisi yang kemudian mengakar dan membuahkan hasil.

Buku tersebut menurut saya, harus dibaca oleh para pemuda Muslim. Sebagai tolok ukur. Tak mengapa, meskipun berbeda judul namun pesan perjuangan Muhammad Al-Fatih kita tahu dan bisa diambil ibrahnya. Kita pernah memiliki sosok pahlawan gagah berani memperjuangkan Islam hingga berhasil menaklukkan imperum super power saat itu--yang hari ini tidak ada imperium yang sebanding dengannya (termasuk Amerika), Romawi. Wallahua'lam...

(PenulisZaky Imaduddin)

Comments

BACA JUGA