Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Muhammad Al-Fatih, Sang Penakluk Konstantinopel

Bismillah...

Beberapa hari ini saya dibikin terpukau oleh sebuah buku yang berjudul "Muhammad Al-Fatih: Penakluk Konstantinopel" Karya Syaikh Ramzi Al-Munyawi. Sebuah tulisan yang menceritakan bagaimana seorang sultan muda pemberani bernama Muhammad II dengan julukan Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel pada Selasa 20 Jumadal Ula 857 H/29 Mei 1453 H silam, saat berusia 25 tahun. Sebuah usaha yang tidak semua pemuda Muslim dapat melakukannya. Bahkan 11 kali usaha untuk menaklukkan Konstantinopel gagal dilakukan sebelumnya, yang pertama dilakukan oleh sahabat Abu Ayyub An-Anshary.

Firefox OS
Antara agama (ilmu) dan idelisme seorang pemuda menyatu dalam diri Al-Fatih. Semangat yang masih menyala-nyala dibarengi dengan ilmu agama yang cukup membuatnya terkendali dalam setiap mengambil sikap, tidak gegabah, terukur dan penuh perhitungan. Ia telah hafal Al-Qur'an saat berusia 8 tahun. Belajar kepada hampir ratusan 'ulama dan ilmuwan sejak belia hingga dewasa, bahkan hingga wafat. Mendalami berbagai disiplin ilmu, menguasai enam bahasa, dsb. Subhanallah...

Beliaulah yang diprediksi oleh Rasulullah akan menaklukkan Konstantinopel ratusan tahun sebelumnya, dalam sabdanya: "Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah penakluknya, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya." (HR. Ahmad)

Setelah berhasil merebut Konstantinopel, di sanalah kemudian Al-Fatih mengawali peradaban dan berhasil membuatnya menjadi pusat/kiblat peradaban Islam dunia. Banyak karya dan ilmu pengetahuan baru muncul. Kesadaran terhadap pentingnya ilmu tumbuh pada setiap Muslim saat itu, sehingga ilmu dijadikan tradisi yang kemudian mengakar dan membuahkan hasil.

Buku tersebut menurut saya, harus dibaca oleh para pemuda Muslim. Sebagai tolok ukur. Tak mengapa, meskipun berbeda judul namun pesan perjuangan Muhammad Al-Fatih kita tahu dan bisa diambil ibrahnya. Kita pernah memiliki sosok pahlawan gagah berani memperjuangkan Islam hingga berhasil menaklukkan imperum super power saat itu--yang hari ini tidak ada imperium yang sebanding dengannya (termasuk Amerika), Romawi. Wallahua'lam...

(PenulisZaky Imaduddin)

Comments