Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Teleskop, Benda Idaman Masa Kecil Dulu

Bismillah...

Saya ingat, waktu kecil dulu saya sangat mengidamkan gadget yang satu ini untuk meneropong ke langit, melihat indahnya pemandangan luar angkasa. Ya, waktu itu saya sangat terobsesi dengan hal-hal berbau sains, dan ayah saya sukses menularkan hobi ini ke saya, hehe. Ya, beliau adalah salah seorang penyuka sains. Hampir tak ada satupun pertanyaan saya yang tidak bisa dijawab mengenai bidang ini.

Bintang

Bicara tentang bintang, pernahkan kalian keluar di malam hari dan mengamati bintang-bintang yang berkelip di langit? Bintang dan benda-benda langit lainnya jika dilihat dengan mata kita, terlihat begitu jauh dan kecil. Sangat sulit bagi kita untuk melihat dengan jelas keindahan benda-benda langit tersebut. Bisakah melihat bintang, bulan, dan planet lebih dekat dan jelas? Tentu saja bisa, dengan bantuan alat yang bernama teleskop/teropong.

Teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk memperbesar benda-benda yang sangat jauh agar bisa terlihat lebih dekat dan jelas oleh mata kita. Teleskop yang merupakan alat paling penting dalam pengamatan astronomi mulai diperkenalkan oleh beberapa ilmuawan pada awal abad ke-17. Istilah teleskop berasal dari bahasa Yunani yaitu tele yang berarti jauh dan skopein yang berarti melihat atau mengamati.

Ilmuwan yang dianggap berjasa dalam penemuan teleskop adalah Galileo Galilei, seorang ilmuwan berkebangsaan Italia. Benda-benda langit/astronomi letaknya sangat jauh, sehingga walaupun sebenarnya cahaya yang dipancarkan benda-benda langit sangat terang, tetapi tetap saja bila dilihat dari Bumi cahaya mereka sangat redup. Oleh karena itu, dengan ditemukannya teleskop maka kita mendapat banyak pengetahuan tentang langit/astronomi yang sebelumnya tidak kita ketahui.

Teleskop sebenarnya hanyalah alat bantu, karena prinsip kerja teleskop itu membantu mata bekerja dalam mengumpulkan cahaya sehingga nampak lebih terang dan dapat diperbesar. Semakin besar diameter teleskop maka semakin banyak cahaya bintang yang dapat dikumpulkan teleskop sehingga benda-benda langit yang kita lihat menjadi lebih terang dan tajam.

Teleskop dibagi menjadi dua kelompok yaitu :

1. Teleskop bias, yang terdiri dari beberapa lensa yang bekerja berdasarkan prinsip pembiasan. Berikut beberapa teleskop bias:

Teleskop bintang

Teleskop bintang atau teleskop astronomi digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa luar. Teleskop bintang menggunakan dua buah lensa cembung, masing-masing sebagai lensa obyektif dan lensa okuler. Bayangan yang terjadi pada teleskop ini adalah nyata, terbalik, dan diperbesar.

Teleskop bumi

Teleskop bumi menggunakan 3 buah lensa cembung, yaitu lensa okuler, lensa objektif dan lensa pembalik. Lensa pembalik berguna untuk membalikkan bayangan, sehingga bayangan akhir yang terbentuk menjadi nyata dan tegak tegak terhadap arah benda semula, agar mata tidak cepat lelah.

Teleskop panggung atau teleskop Galilei


Teleskop panggung atau teleskop Galilei menggunakan dua buah lensa, yaitu lensa cembung sebagai lensa objektif dan lensa cekung sebagai lensa okuler. Teleskop ini menghasilkan bayangan akhir yang maya, tegak dan diperbesar.

Teropong prisma


Jika pada teleskop bumi terdapat lensa pembalik, maka pada teleskop prisma terdapat prisma. Prisma-prisma tersebut digunakan untuk membalikkan bayangan dengan pemantulan sempurna. Teropong prisma menggunakan dua prisma siku-siku sama kaki yang disisipkan di antara lensa objektif dan lensa okuler. Bayangan yang terjadi pada teropong ini adalah maya, tegak, diperbesar.

2. Teleskop pantul, yang terdiri dari beberapa cermin dan lensa yang bekerja dengan prinsip pemantulan. Dalam kehidupan nyata, teropong yang paling sering digunakan adalah teropong pantul. Itu karena cermin lebih mudah dibuat dan murah dibandingkan lensa dan cermin lebih ringan dari pada lensa.

berbagai sumber.

Comments