Skip to main content

Featured

Metode Mutqin (Kuat) Hafalan Al-Qur'an Bagi Orang Yang “Sibuk”

Bismillah...Disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi -Hafizhahullahu ta’alaa- tanggal 9 Sya’ban 1438 H.  Postingan ini agak panjang.  Jadi sebaiknya di simpan terlebih dahulu apabila memiliki ketertarikan untuk menyimak isinya.Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang baru selesai dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
------------------------------------------------------------------
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:- Kondisi kesibukan saat ini
- Jumlah hafalan yang pernah di hafal
- Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)Pertam…

Mangkuk, Madu dan Sehelai Rambut...

Bismillah...

Suatu ketika, Rasulullah Saw. mengajak Abu Bakar, Umar dan Ustman ra. bertamu ke rumah putrinya, Fatimah r.a. Kebetulan Ali pun sedang ada di rumah. Setelah semuanya duduk, Fatimah menghidangkan madu dalam sebuah mangkuk yang cantik. Ketika mangkuk madu itu dihidangkan, sehelai rambut jatuh ke dekat mangkuk tersebut.

Rasulullah saw, lalu meminta kepada semua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut: mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut. Rasulullah saw. meminta Abu Bakar yang mulai berbicara, disusul oleh yang lainnya.

Abu Bakar berkata: "Iman itu lebih cantik daripada mangkuk yang cantik ini. Orang yang beriman itu lebih manis daripada madu dan mempertahankan iman lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."

Umar berkata: "Kerajaan itu lebih cantik daripada mangkuk yang cantik ini. Seorang raja itu lebih manis daripada madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."

Ustman tak mau kalah, iapun berkata: "Ilmu itu lebih cantik daripada mangkuk yang cantik ini. orang yang menuntut ilmu lebih manis daripada madu, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."

Tiba giliran Ali, ia berkata: "Tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Menjamu tamu itu lebih manis daripada madu dan membuat tamu senang sampai kembali ke rumahnya adalah lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."

Rasulullah saw. mengarahkan pandangannya ke arah Fatimah, memintanya membuat perbandingan juga. Maka Fatimah pun berkata: "Seorang wanita itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Wanita yang berhijab itu lebih manis daripada madu dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya, lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."

Akhirnya Rasulullah bersabda: "Seorang yang mendapat taufik untuk beramal adalah lebih cantik daripada mangkuk yang cantik ini. Beramal dengan amal yang baik itu lebih manis daripada madu, dan beramal dengan ikhlas adalah lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."

Malaikat Jibril as. berkata: "Menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik daripada sebuah mangkuk yang cantik. Menyerahkan diri, harta dan waktu untuk agama lebih manis daripada madu dan mempertahankan agama sampai akhir hayat lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."

Maka Allah Swt berfirman: "Surga-Ku itu lebih cantik daripada mangkuk yang cantik itu. Kemikmatan surga-Ku lebih manis daripada madu, dan menuju surga-Ku lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."

Comments

BACA JUGA