Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Muslimah AS Dedikasikan 1 Februari Sebagai Hari Hijab Dunia

Bismillah...

Muslimah AS mendedikasikan 1 Februari sebagai Hari Hijab DuniaSejumlah Muslimah AS tengah berencana untuk mendedikasikan tanggal 1 Februari mendatang sebagai Hari Hijab Dunia dengan mengundang semua wanita, baik Muslimah maupun non-Muslimah, untuk bergabung dengan mereka, mengenakan kerudung pada hari itu, lansir SLTRIB pada Rabu (8/1/2014).

Menutup aurat merupakan kewajiban dan komitmen keimanan Muslimah kepada Allah. Dengan demikian, hal ini juga menjadi bagian penting bagi identitas mereka.

Seorang Muslimah New York bernama Nazma Khan menjadi pencetus gagasan Hari Hijab ini. Dalam website-nya ia mengatakan Hari Hijab “sebagai sarana untuk mendorong toleransi dan pemahaman beragama, dengan mengundang kaum wanita (muslimah yang belum berhijab/wanita non-Muslim) untuk merasakan pengalaman mengenakan kerudung selama satu hari.”

Download BetaOrang-orang di luar sana masih banyak yang memandang hijab sebagai “simbol penindasan dan pemisahan,” kata salah satu penyelenggara. “Dengan membuka jalan baru untuk memahaminya, ia berharap bisa melawan sejumlah kontroversi seputar mengapa wanita Muslim memilih untuk memakai hijab.”

Nazma datang ke AS dari Bangladesh pada saat ia berusia 11 tahun. Ia kemudian menjadi satu-satunya siswi berkerudung di sekolah menengah-nya.

“Dibesarkan di Bronx … saya mengalami banyak diskriminasi karena hijab saya,” katanya di situs itu. “Di sekolah menengah, saya [dijuluki] ‘Batman’ atau ‘Ninja’.”

“Saya pikir satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi ini adalah jika kita meminta sesama saudari kita untuk merasakan pengalaman berhijab mereka sendiri.”

Situs Hari Hijab Muslimah memuat sejumlah kisah Muslimah yang memaparkan pengalaman yang melibatkan penganiayaan, pengucilan dan diskriminasi pekerjaan yang lebih parah yang mereka alami hanya karena mereka berhijab.

Target Nazma ialah mengajak sedikitnya 1 juta peserta di seluruh dunia untuk turut mendukung Hari Hijab ini.

h2

Berkenaan dengan rencana ini, sebuah halaman di Facebook, My Islam Media, memposting sebuah video menarik yang didedikasikan untuk Hari Hijab Dunia tersebut pada Ahad (12/1) kemarin. Dibuka dan ditutup dengan seruan dukungan terhadap hijab, seorang Muslimah dan dua pemuda Muslim dalam video ini menampilkan aksi ketiganya yang berusaha merealisasikan kampanye hijab.


h1

Muslimah muda itu mengajak beberapa wanita yang tak berhijab untuk merasakan pengalaman mengenakan kerudung. Ia memakaikan kerudung kepada mereka satu persatu.

Setelah selesai, mereka diminta bercermin untuk memandang diri mereka yang telah berkerudung. Mereka pun menyampaikan ketertarikan dan dukungan mereka terhadap hijab. Mereka juga menyanggah klaim yang menyebut hijab sebagai simbol penindasan.

Dalam posting video itu tertulis:

Untuk semua saudariku,

Aku akan memberitahu kalian salah satu rahasia terbesarku …

Sebenarnya ….

Kalian semua terlihat lebih sempurna & cantik dengan hijab.

(banan/arrahmah.com)

Comments