Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Selamat Tinggal Ustadz

Bismillah...

Ustadz Andi Wiyarto, S.Psi., S.Pd.I Al-Hafizh (24), adalah seorang dai muda yang hafal Al-Qur’an 30 juz dan berkhidmat di pesantren Ma’had ’Aly Baitul Hikmah Al-Islamy Sukoharjo, Jawa Tengah.

Meski dikenal pendiam, namun Alumnus Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo ini memiliki kecerdasan yang luar biasa. Hanya dalam tempo tiga tahun ia sukses mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an 30 juz saat menimba ilmu di Pondok Pesantren Penghafal Al-Qur’an Isy Karima, Karang Pandan, Jawa Tengah. Dari hasil UAN tahun 2008, ustadz Andy tercatat membuahkan nilai tertinggi tingkat Kabupaten. Di tingkat Provinsi, nilai UAN nya menduduki peringkat ke 5. Tak puas dengan menghafal Al-Qur’an, ustadz Andi pun melanjutkan pendidikan di dua jurusan sekaligus: Fakultas Psikologi dan Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah. Pada akhir kuliah dia dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik tingkat fakultas.

Download Beta
Tak lama setelah lulus kuliah dan menjadi pengasuh Pondok Pesantren Baitul Hikmah, dai kelahiran Karanganyar, 24 Juli 1989 itu pun menyempurnakan separuh agamanya. Ia mempersunting gadis Amalia Salsabila (23) pada 17 Agustus 2013 lalu. Namun, baru beberapa bulan mengarungi bahtera pernikahan, pasangan pengantin baru itu harus menghadapi ujian berat. Saat sang istri hamil dua bulan, Ustadz Andi Wiyarto mendapat ujian berat dengan penyakit kanker darah yang lebih dikenal dengan istilah leukemia.

Segala upaya pengobatan yang terbaik sudah dilakukan, namun Allah lebih sayang kepada hambanya, dan pada hari kamis, 23 Januari 2014 Pukul 13.00 WIB, beliau menghembuskan nafas terakhirnya (Baca disini). Selamat jalan saudara seiman dan seperjuangan Semoga khusnul khotimah dan amal ibadahnya diterima disisi Allah. Aamiin

Comments