Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Berhentilah Mengatakan "Semua Akan Indah Pada Waktunya"

Bismillah...


Kita pasti sudah sering mendengar ungkapan diatas dari orang-orang di sekitar kita, entah sekedar nyeletuk atau dikatakan dengan penuh keyakinan. Selain terdengar lebih bijak dan terkesan sangat romantis ketika diucapkan, kalimat ini seolah-olah menjadi kata penghibur bagi kita ketika apa yang kita inginkan belum tercapai. Tapi tahukah sobat bahwa ungkapan ini sebenarnya tidak layak untuk diucapkan oleh kita sebagai seorang muslim?

Ya, karena banyak sekali yang tidak tahu bahwa ungkapan tersebut berasal dari potongan ayat di dalam kitab ummat Nasrani, "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Ia memberi kita keinginan untuk mengetahui hari depan, tetapi kita tak sanggup mengerti perbuatan Allah dari awal sampai akhir." (Pengkhotbah 3 : 11)

Bahkan kalimat indah pada waktunya telah banyak digunakan sebagai syiar di dalam berbagai versi lagu rohani. Ingatkah kita pada Hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR. Bukhari no. 7319)

Ibnu Taimiyah menjelaskan, tidak diragukan lagi bahwa umat Islam ada yang kelak akan mengikuti jejak Yahudi dan Nashrani dalam sebagian perkara. Lihat Majmu’ Al Fatawa, 27: 286.

Download BetaWalau itu sudah jadi sunnatullah, namun bukan berarti mengikuti jejak ahli kitab dan orang kafir jadi boleh. Bahkan secara umum kita dilarang menyerupai mereka dalam hal yang menjadi kekhususan mereka. Penyerupaan ini dikenal dengan istilah tasyabbuh.

Nah, mulai sekarang kita harus tinggalkan kebiasaan buruk tersebut. Ucapkanlah insyaallah atau alhamdulillahi 'alaa kulli haal, ucapan ini lebih baik jika kita ingin mendapatkan apa yang kita inginkan.

Wallahu a'lam.

Referensi: Rumaisho, Kisah Islami



Comments