Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Keutamaan Al-Qur’an dan Para Penghafalnya

Bismillah...


Al-Quran adalah kitab suci kaum Muslimin yang turun kepada Nabi Muhammad Saw untuk disampaikan kepada umatnya. Ia merupakan mukjizat terbesar yang dimiliki umat Islam yang tidak dimiliki oleh agama lain. Al-Quran dan para penghafalnya memiliki banyak keutamaan, baik di dalam Al-Quran maupun Hadits Rasulullah. Berikut adalah diantara keutamaan Al-Quran dan penghafalnya yang disebut dalam Al-Quran dan Hadits:

Dalam Al-Quran


1. Allah memelihara kitab-Nya

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami pula yang selalu menjaganya.” (QS. Al-Hijr 15: 9)

2. Al-Quran sebagai petunjuk

Artinya: “Kami telah memberikan kitab kepada orang-orang kafir yang dibawa oleh Rasul Kami. Dan Kami telah menjelaskan syari’at kami secara rinci dan berisikan berbagai ilmu dalam Kitab Kami, sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Al-A’raaf 7: 52)

Artinya: “Al-Quran merupakan penjelasan kepada semua manusia, petunjuk dan nasehat bagi orang-orang yang taat kepada Allah dab bertauhid.” (QS. Ali Imran 3: 138)

3. Ayat Al-Quran tidak kontradiksi dengan ayat lainnya

Artinya: “Apakah orang-orang munafik itu tidak mau memperhatikan Al-Quran dengan seksama? Sekiranya Al-Quran ini dating dari selain Allah, niscaya mereka akan mendapati dalam Al-Quran ini banyak sekali ayat-ayat yang saling bertentangan.” (QS. An-Nisaa 4: 82)

4. Obat penawar bagi orang beriman

Artinya: “Kami telah menurunkan ayat-ayat Al-Quran untuk menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Adapun orang-orang kafir, ketika mendengar bacaan Al-Quran, mereka semakin sesat karena mendustakannya.” (QS. Al-Israa’ 17: 82)

5. Anugerah bagi hamba yang beriman

Artinya: “Orang-orang yang membaca Al-Quran, melaksanakan shalat, dan mendermakan sebagian harta yang Kami karuniakan kepada mereka secara diam-diam ataupun terang-terangan, mereka mengharapkan amal shalih mereka tidak sia-sia, laksana pedagang yang tak ingin rugi.” (QS. Faathir 35: 29)

Hadist Rasulullah


1. Manusia terbaik diantara manusia lainnya

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya: “Sebaik-baik manusia diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengamalkannya.” (HR. Bukhari, 5027)

2. Akan dibersamai oleh para Malaikat mulia lagi taat

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Artinya: “Orang yang mahir dengan (membaca) Al-Quran akab bersama dengan para (malaikat) utusan mulia lagi taat. Adapun orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan berat dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala.” (HR. Muslim, 1898)

3. Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Quran ibarat buah utrujah

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

Artinya: “Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Quran seperti buah utrujah yang memiliki wangi yang sedap dan rasa yang enak. Sedangkan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Quran ibarat buah tamar (kurma) yang tidak memiliki bau namun rasanya manis. Adapun perumpamaan seorang munafiq yang membaca Al-Quran ibarat buah raihanah yang memiliki wangi yang sedap tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan seorang munafiq yang tidak membaca Al-Quran ibarat buah handzhalah yang tidak memiliki baud an rasanya pahit.” (HR. Muslim, 1896)

4. Surat Al-Baqarah dan Ali Imran akan menjadi pembela bagi pembacanya

يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا

Artinya: “Pada hari kiamat Al-Quran didatangkan, begitu juga para ahlinya, yaitu orang-orang yang mengamalkan Al-Quran ketika di dunia, lalu surat Al-Baqarah dan Ali Imran maju untuk memberi pembelaan kepada shahibnya (pembaca kedua surat tersebut.” (HR. Muslim, 1912)

5. Seorang boleh iri kepada orang yang Allah berikan keahlian kepadanya tentang Al-Quran, dan dia membacanya siang dan malam

لاَ حَسَدَ إِلاَ عَلَى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَرَجُلٌ أَعْطَاهُ اللَّهُ مَالاً فَهْوَ يَتَصَدَّقُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَالنَّهَار

Artinya: “Tidak boleh iri kecuali dalam dua hal: Pertama, kepada orang yang Allah berikan keahlian kepadanya tentang Al-Quran, kemudian dia membacanya siang dan malam. Kedua, kepada orang yang diberikan rizki lebih oleh Allah, dan dia menginfakkannya siang dan malam.” (Muttafaq ‘Alaih)

6. Al-Quran akan menjadi pemberi syafaat bagi ahlinya pada hari kiamat nanti

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Quran, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang memberi syafaat bagi ahlinya.” (HR. Muslim, 1910)

إِنَّ سُورَةَ مِنَ القُرآنِ ثَلَاثُونَ آيَة شَفَعَت لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ الذِّي بِيَدِهِ المُلكُ

Artinya: “Sesungguhnya di dalam Al-Quran terdapat surat yang jumlahnya 30 ayat, akan memberi syafaat kepada seseorang (yang membacanya) sampai ia diampuni, yaitu surat Tabaarakalladzi biyadihi mulk…” (Al-Mulk).” (HR. Ahmad: 7962, Abu Dawud: 1402 , dan Tirmidzi: 2891)

7. Membaca Al-Quran akan mendapat ganjaran/kebaikan berlipat-lipat

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ  فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا, لاَأَقُوْلُ ألم حَرْفٌ وَلكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْف

Artinya: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur`an maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan ‘alif laam miim’ satu huruf, akan tetapi alif adalah satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi 2910)

8. Di akhirat nanti penghafal Al-Quran akan mendapat kedudukan tergantung pada (jumlah) ayat terakhir yang ia baca

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Artinya: “Dikatakan kepada para ahli (hafal) Al-Quran, baca dan naiklah (ke dalam surga). Dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membacanya ketika di dunia! Sesungguhnya kedudukanmu tergantung pada (jumlah) ayat terakhir yang kamu baca.” (HR. Abu Dawud: 1466, Tirmidzi: 2914, Ibnu Majah: 3780, dan Ahmad: 6799)

9. Ketenangan dan rahmat akan meliputi para penghafal (belajar) Al-Quran dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk-makhluk yang berada di sisi-Nya

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitab Allah lalu mereka mempelajarinya, melainkan akan turun ketenangan kepada mereka, rahmat meliputi mereka, para malaikat mengitari mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk-makhluk yang berada di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud, 1457)

10. Allah mengangkat dan merendahkan (menghinakan) derajat seseorang atau suatu kaum dengan Al-Quran

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

Artinya: “Sesungguhnya dengan kitab ini (Al-Quran) Allah meninggikan derajat suatu kaum dan dengannya pula mereka di rendahkan.” (HR. Muslim, 1934, Ibnu Majah, 218 dan Ahmad 232)

11. Para penghafal Al-Quran adalah keluarga Allah yang memiliki kekhususan dan keistimewaan disisi-Nya

 إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ , قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ ، مَنْ هُمْ ؟ قَالَ : هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ ، أَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ

Artinya: “Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.” Sahabat bertanya, “Siapakah mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ahlul Quran, mereka adalah keluarga Allah, dan orang yang memiliki keistimewaan di sisi-Nya.” (Ahmad: 12301, Nasa’i: 7977 dan Ibnu Majah: 215)

12. Mempelajari satu ayat Al-Quran lebih baik dan utama dibanding mengerjakan shalat sebanyak seratus rakaat

يَا أَبَا ذَرٍّ ، لأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللهِ ، خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ مِئَةَ رَكْعَةٍ ، وَلأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ ، عُمِلَ بِهِ أَوْ لَمْ يُعْمَلْ ، خَيْرٌ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ أَلْفَ رَكْعَةٍ

Artinya: “Wahai Abu Dzar! Jika pada pagi hari kamu keluar (rumah) untuk mempelajari satu ayat maka hal itu jauh lebih baik bagimu daripada engkau mengerjakan shalat seratus rakaat.” (HR. Ibnu Majah, 219)

Download Beta13. Penghafal Al-Quran akan diberikan mahkota kepada orang tuanya dan ia memberi syafaat kepada sepuluh anggota keluarganya

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَحَفِظَهُ ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ ، وَشَفَّعَهُ فِي عَشَرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ، كُلُّهُمْ قَدِ اسْتوْجَبَ النَّارَ

Artinya: “Barangsiapa yang membaca Al-Quran kemudian menghafalkannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, memberikan syafaat kepada sepuluh anggota keluarganya, semuanya terhindar dari api neraka.” (HR. Ibnu Majah, 216)

من قرأ القرآن و تعلمه و عمل به ألبس يوم القيامة تاجا من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس و يكسى و الديه حلتان لا يقوم بهما الدنيا فيقولان بما كسينا فيقال بأخذ ولدكما القرآن

Artinya: “Barangsiapa yang membaca Al-Quran kemudian ia mempelajari dan mengamalkannya, maka kelak pada hari kiamat ia akan pakaikan mahkota dari cahaya, yang cahayanya seperti cahaya matahari. Dan kedua orangtuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak di dapatkan di dunia. Lalu kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Lalu dijawab, “Karena kalian berdua telah mendidik anak kalian belajar Al-Quran.”  (HR. Al-Hakim, 2086)

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْؤُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِى بُيُوتِ الدُّنْيَا لَوْ كَانَتْ فِيكُمْ فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِى عَمِلَ بِهَذَا

Artinya: “Barangsiapa yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepada kedua orangtuanya yang sinarnya lebih terang dari sinar matahari di dunia pada hari kiamat nanti, kalaulah sekiranya ada bersama kalian, maka apa perkiraan kalian tentang orang yang mengamalkannya.” (HR. Abu Dawud, 1455)

Jogja, 31 Januari 2013

zakylife.wordpress.com/

Comments