Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Mengapa Background Twitter Bergambar Masjid?

Bismillah...


Pernah melihat gambar diatas? Semua pengguna twitter pasti tahu kalau beberapa waktu lalu di tahun 2013 situs mikro-blogging ini menggunakan gambar masjid diatas untuk background di halaman login nya. Banyak yang bertanya-tanya apa sih maksudnya, banyak pula yang cuek dengan hal itu. Saya sendiri sempat berfikir mengapa hal itu terjadi.

Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa bahwa latar ini adalah suatu tempat di India, karena disana terlihat beberapa orang sedang bermain kriket, dan permainan yang menggunakan 11 orang ini sangat populer di India (wiki).

Tetapi ternyata gambar ini bukan berasal dari India. Gambar ini tampaknya adalah Masjid Agung Sultan Qaboos di Oman. Nama dari Masjid ini diambil dari nama Sultan Oman yaitu Qaboos bin Said.


Lalu mengapa harus berlatar masjid? Mengapa tidak diambil lapangan saja jika yang ditonjolkan adalah bagian kriket? Jika masjid mangapa ada permainan kriket?

Jawabannya saya temukan dari sebuah blog sahabat saya, kangismet.com, yaitu karena sebagian besar saham twitter adalah milik seorang keponakan raja Arab Saudi, Alwaleed bin Talal. Menurut okezone.com, pangeran yang merupakan investor di beberapa perusahaan top dunia itu membeli jejaring sosial tersebut sebesar USD300 juta.

Saya juga telah membaca beberapa komentar pedas orang-orang non muslim yang gerah mengenai hal ini seperti yang saya temukan disini. Biarkan saja mereka berkomentar, hehe, karena saya cukup bangga ternyata pemilik saham terbesar adalah seorang Muslim.

Bagaimana?


Comments