Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Sekilas Tentang Parkour

Bismillah...



Pernah mendengar kata Parkour? Entah dari sebuah film, video pendek yang bertebaran di internet atau dari mana saja, mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan nama olahraga yang satu ini. Olah raga yang membutuhkan fisik dan rangka tubuh yang kuat ini memang banyak digemari oleh para pemuda di seluruh dunia. Tapi tahukah sobat dari mana asal olah raga yang keren ini? Mari kita bahas sedikit.

Cabang olahraga bebas ini awalnya disebut L’art du Déplacement (seni bergerak), tetapi seiring berjalannya waktu hingga sekarang sering lebih dikenal dengan nama Parkour atau Freerunning. Pertamakali didirikan di Perancis pada tahun 1980 oleh sembilan pemuda yang menyebut diri mereka sebagai Yamakasi. Yamakasi adalah kata dari bahasa Lingala, Congo yang berarti “Manusia Kuat, Jiwa Kuat”, dan merangkum tujuan dan inti sari asli dari disiplin ini, yaitu untuk menjadi individu yang kuat secara fisik, mental dan etis.

Sembilan pemuda Yamakasi ini ialah Yann Hnautra, Chau  Belle, David  Belle, Laurent Piemontesi,  Sebastain Foucan, Guylain  N’Guba Boyeke, Charles Perriere, Malik Diouf dan Williams Belle.

Kemudian sebutan ‘Parkour’ pertama kali  diperkenalkan oleh David Belle pada tahun 1998. Parkour  berasal dari kata bahasa perancis Parcours yang berarti “rute” atau “arah”.

Sebutan ‘Freerunning’ diciptakan oleh Guillaume  Pelletier, seorang wakil dari kelompok praktisi Perancis  yang terlibat dalam produksi  film dokumenter  untuk  Channel  4,  di  London,  pada  tahun  2003.  Istilah  ini  digunakan  untuk mempermudah mengkomunikasi  disiplin  baru  yang menakjubkan ini kepada audiens berbahasa Inggris.

Apakah Parkour / Freerunning / L’art du Déplacement?


Parkour / Freerunning / L’art du Déplacement adalah disiplin fisik non-kompetitif yang melatih manusia untuk bergerak bebas dalam melewati dan melalui medan apapun dengan menggunakan kemampuan tubuh, terutama dengan berlari, melompat, memanjat dan gerakan dengan keempat tumpuan. Dalam prakteknya, Parkour berfokus pada pengembangan atribut fundamental yang diperlukan untuk  gerakan-gerakan  tersebut,  diantaranya:  kekuatan  dan  kebugaran  fungsional,  keseimbangan,  kesadaran  spasial,  kelincahan, koordinasi, presisi, kontrol dan visi kreatif.

Disiplin  yang  akan mendorong  perbaikan  diri  pada  semua  tingkatan, menyadarkan  batas -batas  fisik  dan mental  seseorang,  dan sekaligus menawarkan  cara untuk mengatasinya. Disiplin  ini adalah metode pelatihan  tubuh dan pikiran  seseorang untuk menjadi benar-benar fungsional, efektif, terbebaskan dan mampu beradaptasi dalam lingkungan dan situasi apapun.

Disiplin ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri, tekad, disiplin dan kemandirian diri, dan bertanggung jawab atas tindakan seseorang.  Ini mendorong seseorang untuk menjadi rendah hati, hormat terhadap orang  lain dan  lingkungannya, mengekspresikan diri, membangun semangat komunitas, dan pentingnya bermain, penemuan dan untuk berhati-hati di setiap saat.

The art of escape / Seni melarikan diri


Parkour memperbaiki refleks dan kesadaran fisik. Parkour mempunyai potensi sebagai bentuk terbaik self-defense yang bisa dimiliki semua wanita ketika berjalan atau berlari sendirian, karena praktisi Parkour yang terlatih akan mempunyai banyak pilihan yang terbuka ketika keadaan tidak menguntungkan seperti ketika diserang atau dikejar. Dalam keadaan seperti ini, rintangan seperti tembok-tembok, gerbang, dan rail tidak akan menjadi hambatan bagi traceuse, tapi akan menjadi rute-rute untuk melarikan diri.

Berlatih Parkour


Sebelum memulai berlatih PARKOUR, berikut beberapa hal yang harus anda ketahui sebelum berlatih, :

1. Mengerti parkour

Parkour adalah metode latihan berguna untuk meningkatkan diri dengan mempelajari cara bergerak yang natural dan melewati rintangan-rintangan. Prinsip-prinsip yang anda pelajari di parkour bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keuntungan jangka pendeknya adalah anda akan memiliki kemampuan untuk bergerak efisien di situasi-situasi rumit. Sedangkan keuntungan jangka panjangnya adalah meningkatnya fitnes level, percaya diri dan pengekangan diri, serta membuat pikiran yang lebih relax dan positif. Kekurangannya adalah, anda akan melakukan latihan yang memakan waktu dan usaha untuk mendapatkan manfaat penuh dari parkour. Namun hasilnya benar-benar luar biasa. Latihan fisik memang susah dan melelahkan. Tidak ada solusi magic. “Apa yang anda tanam, itulah yang akan anda tuai”.

2. Pilih untuk mencoba parkour

Setelah anda mengerti segala sesuatu yang menyangkut latihan parkour anda bisa membuat pilihan yang pasti. Jika anda memilih mengikuti latihan parkour bukan untuk diri sendiri, ya tidak masalah!. Semoga anda tidak akan menghadapi situasi menantang yang anda sudah punya solusi untuk melaluinya.

Jika anda memilih untuk mencoba parkour, anda butuh belajar cara menjalaninya. Yang anda butuhkan untuk mulai latihan hanyalah keinginan atau tekad untuk memulai. Tidak butuh perlengkapan special, hanya tekad untuk maju.

3. Cari grup latihan di sekitarmu

Sewaktu berlatih parkour, adalah sangat penting untuk belajar bagaimana tubuh dan pikiran anda bekerja, dan anda harus bertanya pada diri sendiri bagaimana cara anda untuk memecahkan rintangan. Bagaimanapun itu, terkadang untuk mempunyai seorang teman yang sudah berpengalaman untuk membantu anda akan sangat berguna untuk mempercepat kemajuan. Jika anda bisa berkenalan dengan seseorang yang punya cukup pengertian dan berpengalaman untuk menjadi seorang penunjuk, ini akan jadi bantuan yang besar. Tak ada dua orang yang sama, akan sangat membantu jika anda mendapatkan seseorang yang metodenya pas untuk kemajuan anda. Akan ada baiknya juga jika orang yang membantu anda mempunyai kualitas dan cara bepikir yang mirip dengan anda.

4. Cari tahu tentang teori-teori latihan (work-out)

Orang yang paling mengerti untuk mengkritis kondisi anda adalah diri anda sendiri. Anda harus mengakses dan mengerti sensasi and perasaan dari badan anda yang orang lain tak bisa rasakan. Anda harus mengerti principle badan anda dan buat pilihan untuk diri sendiri. Anda mungkin kuat dan fit, tapi anda masih butuh mengerti diri anda [batasan dan kelemahan diri anda], karena tuntutan parkour itu lebih besar dari aktifitas lain, dan sering spesific dan terperinci di parkour.

5. Gunakan seminggu penuh melatih semua bagian tubuh dan dengar tubuh anda untuk mencari tahu kondisi fisik anda.

Sebelum anda bisa meningkatkan kondisi tubuh anda, anda harus mengetahui bagai mana rasanya dulu sebelum meneruskan latihan. Ambil seminggu penuh untuk memaksa tubuh anda sedikit lebih banyak dari latihan yang anda biasa lakukan [push up, pull up, sit up, jogging, squat jumps]. Tapi jangan terlalu dipaksa karena bisa berbahaya. Ini akan memberikan waktu yang cukup untuk mendorong dan melihat apa yang anda bisa lakukan, dan juga memberi waktu yang cukup untuk sembuh dan juga untuk memperhatikan efek-efek dari memaksa kemampuan tubuh anda.

6. Mulai exercise [work out] yang paling cocok untuk diri anda.

Setelah anda mengerti prinsip-prinsip dan apa yang tubuh anda bisa lakukan anda butuh untuk cari tahu bagaimana anda bisa menyetel exercise yang sesuai dengan kemampuan diri anda. Ini akan membutuh sedikit percobaan, setelah itu baru anda bisa meningkatkan dan mengkritis progres latihan anda.

7. Mulai training parkour.

Untuk mulai anda butuh untuk berkonsentrasi pada latihan fisik [work out] sebagai pondasi untuk latihan-latihan seterusnya. Ada dua tipe dari latihan parkour, latihan teknik dan exercise[work out].
Latihan teknik berkonsentrasi pada koordinasi dan ketepatan gerakan anda. Sedangkan exercise[workout] berkonsentrasi pada peningkatan kondisi tubuh anda supaya lebih kuat bertenaga.
Kedua latihan harus dilatih masing-masing untuk membantu progress anda. Ada baiknya dibagi dengan demikian 3:1 atau 4:1 [exercise workout : teknik]. Kalau anda lebih kuat karena latihan exercise workout , latihan teknik akan jadi lebih gampang.

Semua teknik membutuhkan level tenaga yang berbeda untuk bisa di lakukan dengan efisien. Jadi latihan teknik butuh dilalukan perlahan-lahan, biar latihan exercise [workout] bisa berkembang selangkah dengan dengan teknik.

Ingat untuk selalu mendengarkan tubuh anda, kalau ada rasa kurang keyakinan, ya santai aja dan latih perlahan-lahan sampai merasa nyaman. Kalau anda berusaha meningkatkan teknik terlalu cepat, maka anda bisa terluka. Kalau anda terluka sampai celaka yang cukup parah, maka hal itu akan semakin memperlambat kemajuan anda.

Semua situasi bisa dipecahkan dengan cara yang simple; berpikir, experimen, rubah sedikit teknik dan cara anda menghadapi situasi tersebut.

Referensi: Parkour Indonesia, hwaungonline.blogspot.com, parkour.net, wallsfeed.com dll



Comments