Skip to main content

Featured

Metode Mutqin (Kuat) Hafalan Al-Qur'an Bagi Orang Yang “Sibuk”

Bismillah...Disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi -Hafizhahullahu ta’alaa- tanggal 9 Sya’ban 1438 H.  Postingan ini agak panjang.  Jadi sebaiknya di simpan terlebih dahulu apabila memiliki ketertarikan untuk menyimak isinya.Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang baru selesai dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
------------------------------------------------------------------
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:- Kondisi kesibukan saat ini
- Jumlah hafalan yang pernah di hafal
- Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)Pertam…

6 Kesalahan Pengucapan Bahasa Inggris Orang Indonesia

Bismillah...


Do you speak English? Sebagai salah satu bahasa internasional, tentu kita pernah menggunakan Bahasa Inggris untuk berbagai situasi; baik sebagai bahasa perantara, atau sekadar menyisipkan beberapa kata dalam obrolan sehari-hari. Namun di balik meningkatnya penggunaan bahasa Inggris, apakah turut diiringi dengan penggunaan yang tepat pula? Berikut adalah kesalahan-kesalahan dasar penggunaan bahasa Inggris yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

1. “I’m boring” atau “I’m bored”?


Seringkali dari niat ingin mengekspresikan emosi, kita justru salah berucap. Salah satu kesalahan yang cukup sering kita jumpai adalah “I’m boring” dan “I’m bored”. Manakah yang benar? Apabila Anda ingin meyatakan bahwa Anda adalah orang yang membosankan, maka gunakan kalimat “I’m boring”. Namun, apabila Anda ingin berkata bahwa Anda bosan, maka yang tepat ialah “I’m bored”.

Berikut contoh percakapan dengan kesalahan ini:

Seharusnya:

A: I’m bored

B: Bagaimana kalau kita pergi ke Taman Safari?

Tetapi yang terjadi…

A: I’m boring

B: Akhirnya sadar juga…

2. “Want” atau “wanna”?


Terkadang, ada toko online yang mempromosikan barang-barangnya sembari menuliskan “wanna?” di media sosial. Mungkin sebenarnya maksudnya bertanya “mau?”. Padahal, “wanna” adalah singkatan dari “want to” yang berarti “mau melakukan”, dan biasa diikuti oleh kata kerja. Misalnya, “I want to eat” disingkat menjadi “I wanna eat”.

3. “Mood booster” atau “mood buster”?


Berbeda dengan Bahasa Indonesia yang pelafalan kata-katanya sesuai dengan ejaan, Bahasa Inggris memiliki berbagai kata yang cara pengucapannya berbeda dari ejaannya. Hal ini sering berujung pada pengucapan yang terkadang kita kira benar padahal kenyataannya salah.

Salah satu contoh ialah frase “mood booster” /mud buster/ yang malah dilafalkan “mood buster” /mud baster/ (seperti dalam kata “daster”). Padahal, kedua kata tersebut memiliki arti yang sangat berbeda. “Booster” berarti penambah, sedangkan “buster” adalah penghancur. Jadi, kalau Anda berkata, “Dia adalah mood buster saya”, alih-alih memuji orang yang Anda bicarakan sebagai penambah semangat, Anda sebenarnya malah mengatakan, “Dia adalah penghancur semangat saya!"

4. Event atau even?


Ketika Anda menggunakan kata “event”, tentu yang Anda maksud adalah “acara” bukan? Namun, terkadang kita dengar para selebriti di infotainment berkata “Even-even kayak gini keren banget dan harus ada tiap tahun”. Padahal, kata “even” yang diucapkan /iven/ (“e” seperti dalam kata “apel”) memiliki arti berbeda dengan “event” (/ivén/ seperti dalam kata “ember”).

Selain itu, bahasa Inggris tidak mengenal pengulangan untuk makna jamak, sehingga tidak ada istilah“event-event” untuk menyebut banyak acara.

5. Sweater atau sweeter?


Bagaimanakah cara pengucapan sweater yang benar? Pengucapan /switer/ lebih tepat bermakna “lebih manis” (sweeter). Bila yang Anda maksud di sini adalah jenis pakaian hangat, maka pengucapan yang tepat adalah /swéter/.

6. Bagaimana mengucapkan delete?


“Saya sudah delete email yang Anda kirim minggu lalu.” Sebagai pengguna setia media sosial dan komunikasi elektronik, pasti Anda pernah menggunakan kalimat serupa. Meskipun rata-rata orang Indonesia sudah tahu arti kata “delete” (menghapus), tidak semuanya mengetahui bahwa kata ini dibaca /delit/, bukan /délét/.

Jadi, ketika di kantor besok Anda bermaksud mengucapkan bahwa Anda sudah ‘men-delete’ sesuatu, ingat pelajaran ini baik-baik ya!

Jangan lewatkan seri belajar bahasa Inggris berikutnya!

Oleh Najwa Abdullah dan Beta Nisa, penulis di Aquila Style


Comments

BACA JUGA