Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

6 Kesalahan Pengucapan Bahasa Inggris Orang Indonesia

Bismillah...


Do you speak English? Sebagai salah satu bahasa internasional, tentu kita pernah menggunakan Bahasa Inggris untuk berbagai situasi; baik sebagai bahasa perantara, atau sekadar menyisipkan beberapa kata dalam obrolan sehari-hari. Namun di balik meningkatnya penggunaan bahasa Inggris, apakah turut diiringi dengan penggunaan yang tepat pula? Berikut adalah kesalahan-kesalahan dasar penggunaan bahasa Inggris yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

1. “I’m boring” atau “I’m bored”?


Seringkali dari niat ingin mengekspresikan emosi, kita justru salah berucap. Salah satu kesalahan yang cukup sering kita jumpai adalah “I’m boring” dan “I’m bored”. Manakah yang benar? Apabila Anda ingin meyatakan bahwa Anda adalah orang yang membosankan, maka gunakan kalimat “I’m boring”. Namun, apabila Anda ingin berkata bahwa Anda bosan, maka yang tepat ialah “I’m bored”.

Berikut contoh percakapan dengan kesalahan ini:

Seharusnya:

A: I’m bored

B: Bagaimana kalau kita pergi ke Taman Safari?

Tetapi yang terjadi…

A: I’m boring

B: Akhirnya sadar juga…

2. “Want” atau “wanna”?


Terkadang, ada toko online yang mempromosikan barang-barangnya sembari menuliskan “wanna?” di media sosial. Mungkin sebenarnya maksudnya bertanya “mau?”. Padahal, “wanna” adalah singkatan dari “want to” yang berarti “mau melakukan”, dan biasa diikuti oleh kata kerja. Misalnya, “I want to eat” disingkat menjadi “I wanna eat”.

3. “Mood booster” atau “mood buster”?


Berbeda dengan Bahasa Indonesia yang pelafalan kata-katanya sesuai dengan ejaan, Bahasa Inggris memiliki berbagai kata yang cara pengucapannya berbeda dari ejaannya. Hal ini sering berujung pada pengucapan yang terkadang kita kira benar padahal kenyataannya salah.

Salah satu contoh ialah frase “mood booster” /mud buster/ yang malah dilafalkan “mood buster” /mud baster/ (seperti dalam kata “daster”). Padahal, kedua kata tersebut memiliki arti yang sangat berbeda. “Booster” berarti penambah, sedangkan “buster” adalah penghancur. Jadi, kalau Anda berkata, “Dia adalah mood buster saya”, alih-alih memuji orang yang Anda bicarakan sebagai penambah semangat, Anda sebenarnya malah mengatakan, “Dia adalah penghancur semangat saya!"

4. Event atau even?


Ketika Anda menggunakan kata “event”, tentu yang Anda maksud adalah “acara” bukan? Namun, terkadang kita dengar para selebriti di infotainment berkata “Even-even kayak gini keren banget dan harus ada tiap tahun”. Padahal, kata “even” yang diucapkan /iven/ (“e” seperti dalam kata “apel”) memiliki arti berbeda dengan “event” (/ivén/ seperti dalam kata “ember”).

Selain itu, bahasa Inggris tidak mengenal pengulangan untuk makna jamak, sehingga tidak ada istilah“event-event” untuk menyebut banyak acara.

5. Sweater atau sweeter?


Bagaimanakah cara pengucapan sweater yang benar? Pengucapan /switer/ lebih tepat bermakna “lebih manis” (sweeter). Bila yang Anda maksud di sini adalah jenis pakaian hangat, maka pengucapan yang tepat adalah /swéter/.

6. Bagaimana mengucapkan delete?


“Saya sudah delete email yang Anda kirim minggu lalu.” Sebagai pengguna setia media sosial dan komunikasi elektronik, pasti Anda pernah menggunakan kalimat serupa. Meskipun rata-rata orang Indonesia sudah tahu arti kata “delete” (menghapus), tidak semuanya mengetahui bahwa kata ini dibaca /delit/, bukan /délét/.

Jadi, ketika di kantor besok Anda bermaksud mengucapkan bahwa Anda sudah ‘men-delete’ sesuatu, ingat pelajaran ini baik-baik ya!

Jangan lewatkan seri belajar bahasa Inggris berikutnya!

Oleh Najwa Abdullah dan Beta Nisa, penulis di Aquila Style


Comments