Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Menyiarkan Adzan Dalam Program Ramadhan, TV Inggris Dibanjiri Keluhan

Bismillah...

Di tengah reaksi yang sangat positif dari masyarakat Muslim, Program Ramadhan di TV Channel 4, telah menerima jumlah tertinggi keluhan pada tahun 2013. Keluhan terbanyak terutama ditujukan kepada program Adzan yang ditayangkan setaip hari selama bulan Ramadhan. Keluhan ini mencerminkan suasana Islamofobia yang meningkat di Inggris.

“Tingkat Islamophobia yang kami temui terhadap program Ramadan sungguh tak terduga,” kata kepala Channel 4 Ralph Lee mengatakan kepada International Business Times pada Jumat, (9/5/2014)

“Keluhan ini diimbangi dengan reaksi yang sangat positif dari Muslim Inggris, yang berterima kasih atas adanya program adzan.”

Juli lalu, channel 4 Inggris mulai menyiarkan adzan – yang merupakan panggilan terhadap Muslim untuk melaksanakan shalat – setiap hari selama bulan suci Ramadhan.

Dengan menyiarkan adzan, Channel 4 menjadi saluran televisi mainstream pertama Inggris yang menyiarkan adzan setiap hari.

Bersama dengan penayangan adzan tersebut, penyiar juga menayangkan episode yang menampilkan Muslim yang sedang melakukan shalat di beberapa lokasi yang berbeda dan di lokasi wisata di London.

Dirancang untuk menjangkau komunitas Muslim di Inggris, liputan istimewa ini menerima jumlah tertinggi pengaduan dengan jumlah total 2.011.

Sebanyak 1.658 keluhan secara khusus dialamatkan terhadap program adzan selama bulan suci Ramadhan.

Pengaduan ini diajukan oleh beberapa kelompok, termasuk kelompok yang disebut sebagai Britain First, yang menggambarkan diri mereka sebagai ‘gerakan politik patriotik’.

Walau menerima banyak keluhan, ternyata program acara Ramadan menarik penonton cukup banyak yakni 5,3 juta penonton, padahal jumlah umat muslim di Inggris hanya 2,8 juta orang.



“Misi kami menayangkan acara bertema Ramadhan untuk meningkatkan rasa solidaritas pada kelompok minoritas. Ternyata misi itu berhasil karena 4 dari 5 penonton mengaku mendapat ilmu baru setelah menonton,” katanya.

Lee mengatakan acara bertema Ramadan sekaligus menjadi bukti bahwa Channel 4 tidak takut untuk menyuarakan aspirasi kelompok minoritas.

Terry Sanderson, presiden dari Masyarakat Sekuler Nasional mengatakan bahwa penayangan program sesi 4 ramadhan tampaknya masuk akal, dan seharusnya ada beberapa penghargaan dari TV terhadap kebutuhan populasi Muslim yang berkembang di Inggris.

“BBC menyiarkan ratusan jam per tahun untuk agama Kristen, dengan dua atau tiga layanan gereja setiap hari di stasiun radio, dan hampir tidak ada menyebutkan agama-agama minoritas, beberapa menit yang ditujukan untuk Islam adalah cukup masuk akal.” tambah Sanderson.

Arrahmah.com

Comments