Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Subhanallah, Fakta Menakjubkan Tentang Air Mata Dari Bawah Mikroskop

Bismillah...


Suatu hari, seorang peneliti bernama Rose-Lynn Fisher penasaran apakah air mata yang keluar ketika sedih akan tampak berbeda bila dibandingkan dengan air mata sukacita, sehingga ia mulai mempelajarinya dari dekat dengan mikroskop.

Dia meneliti 100 air mata yang berbeda dan menemukan bahwa air mata basal (air mata yang diproduksi tubuh untuk melumasi mata kita) sangat berbeda dari air mata yang keluar ketika kita mengiris bawang. Air mata yang timbul dari tawa keras juga tidaklah mirip dengan air mata ketika kita menagis. Seperti setetes air laut, setiap tetes kecil air mata membawa mikrokosmos dari pengalaman hidup manusia. Proyeknya tersebut dinamakan The Topografi of Tears.

Air mata karena tertawa sampai dengan menangis

Air mata perubahan

Air mata duka

Air mata ketika mengiris bawang

Joseph Stromberg dari Smithsonian Collage of Arts and Sciences menjelaskan bahwa ada tiga jenis utama dari air mata: basal, refleks, dan psikis (dipicu oleh emosi). Semua air mata mengandung zat organik termasuk minyak, antibodi, dan enzim dan tersuspensi dalam air garam. Berbagai jenis air mata memiliki molekul yang berbeda. Air mata emosional memiliki hormon berbasis protein termasuk neurotransmitter leucine enkephalin, yang merupakan obat penghilang rasa sakit alami yang dilepaskan saat kita stres. Plus, air mata terlihat di bawah mikroskop merupakan mengkristal garam dan dapat menyebabkan berbagai bentuk dan bentuk. Sehingga bahkan air mata psikis dengan komposisi kimia yang sama dapat terlihat sangat berbeda. Fisher mengatakan, "Ada begitu banyak variabel-ada kimia, viskositas, pengaturan, tingkat penguapan dan pengaturan mikroskop."


air mata basal

Air mata reuni yang lekang oleh waktu

Air mata pengakhiran dan permulaan

Air mata momentum, dialihkan

Air mata pelepasan

Air mata kemungkinan dan pengharapan 
Air mata kegembiraan pada saat liminal

Air mata kenangan
Kredit foto oleh: Rose-Lynn Fisher

Seperti serpih salju dan sidik jari, tidak ada air mata yang sama. Subhanallah, saya seakan tidak percaya perbedaan antara semua ini. Maha Suci Allah atas Kebesaran Ciptaan-Nya.

thanks to: lifebuzz.com

Comments