Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Editor Perempuan Pertama Saudi Ingin Perempuan Lain Ikuti Jejaknya

Bismillah...


Riyadh, 17 Februari 2014 – Soumayya Jabarti, editor perempuan pertama sebuah harian nasional Arab Saudi, ingin melihat lebih banyak perempuan menduduki posisi atas media-media di negara Muslim ultra konservatif tersebut.

Ia diangkat sebagai kepala editor Saudi Gazette, satu dari dua harian berbahasa Inggris utama di kerajaan Teluk, akhir pekan kemarin.

“Kesuksesan ini tidak akan lengkap sebelum saya melihat teman jurnalis sesama kaum perempuan Arab Saudi di media menduduki posisi pembuat keputusan,” ungkap Jabarti dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh situs Al-Arabiya News.

“Telah terjadi retakan di langit-langit kaca yang saya harapkan akan menjadi pintu,” ujar Jabarti, yang bekerja sebagai wakil editor sejak 2011.

“Menjadi perempuan Arab Saudi pertama (yang menjadi editor surat kabar) akan memunculkan kewajiban ganda… Perbuatan saya akan berdampak kepada teman-teman sesama perempuan Arab Saudi,” sebutnya.

Arab Saudi memberlakukan aturan Islam secara ketat, khususnya segregasi antar jenis kelamin, dan tidak mengizinkan perempuan untuk bekerja atau bepergian tanpa seizin anggota keluarga laki-laki.

Arab Saudi juga merupakan satu-satunya negara yang melarang perempuan mengemudi.

Subhanallah...!! Semoga Muslimah lain menjadi terinspirasi olehnya.


Comments