Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Menggunakan Username "Allah" di Twitter, Seorang Warga Turki Dijatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara

Bismillah...


ANKARA – Seorang pengguna Twitter di Turki telah dijatuhi hukuman 15 bulan penjara karena menggunakan nickname “Allah CC” di Twitternya, atas tuduhan “menghina nilai-nilai agama yang diterima oleh masyarakat“, sebagaimana dilansir oleh hurriyet daily news, Kamis (29/5/2014).

Pengguna Twitter tersebut, Ertan P., yang bekerja sebagai seorang guru, didakwa oleh jaksa di provinsi timur Muş atas tuduhan “menulis konten berbahaya” yang mewujudkan nama Allah dan Nabi.

CC adalah singkatan dari frasa bahasa Arab “Celle Celaluhu“ yang berarti, “Yang Maha Mulia dan Mahakuasa.”

Jaksa menolak klaim Ertan P yang mengatakan bahwa akun twitternya itu dibajak.

“Tersangka telah dijatuhi hukuman atas kasus penggunaan nickname dan postingan, tetapi untuk menghindari dakwaan, dia mengatakan bahwa postingan tersebut bisa saja ditulis setelah akunnya di-hack. Tetapi klaim ini tidak berdasar dan berkas penyelidikan membuktikan bahwa dia bersalah seperti yang telah dituduhkan,” demikian kata dakwaan.

Sevan Nisanyan, seorang penulis dan ahli bahasa asal Armenia, juga dihukum selama 58 minggu di penjara karena didakwa menghina Nabi Muhammad dalam sebuah posting blognya.

(ameera/arrahmah.com)

Comments