Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Kerjasama Sempurna Mata dan Telinga

Bismillah...
Sistem penglihatan manusia memiliki keunggulan tak terkira. Salah satunya adalah, kita tidak pernah kesulitan melihat, meskipun kita menggelengkan kepala dengan cepat. Pemandangan di depan kita tetap jelas, dak tidak blur.

Mengapa? Karena, saat kita memutar kepala, pada saat yang sama mata kita secara otomatis akan pindah ke arah yang berlawanan untuk menyeimbangkan penglihatan. Gerakan ini disebut refleks Vestíbulo-okular.

Dan, tahukah Anda, gerak reflek ini tidak dilakukan mata sendirian. Mata memiliki pendukung yang sangat penting untuk menjalankan reflek, yaitu telinga.

Di dalam telinga terdapat struktur bernama “kanalis semisirkularis” yang terdiri dari tiga kanal berbentuk setengah lingkaran, dengan posisi saling tegak lurus satu sama lainnya. Masing-masing kanal bertugas mendeteksi tiga jenis perubahan gerakan pada kepala kita. Pada ujung kanal ini ada bagian yang disebut “ampulla”, yang berisi reseptor keseimbangan.

Cairan dalam endolymph bersifat lembam. Cairan ini akan bergerak ke arah yang berlawanan dengan arah putaran. Aliran endolymph akan mendorong cupula melengkungkan cillia-cillia dari sel-sel rambut, dengan demikian maka sel bercillia tersebut terangsang dan merubahnya menjadi impuls sensori yang untuk selanjutnya ditransmisikan ke pusat keseimbangan di otak.

Otak lalu memerintahkan otot-otot di sekitar mata, untuk bergerak berlawanan dengan arah gerakan. Jika kita gelengkan kepala ke kiri, maka otot mata akan menahan mata agar tidak ikut bergerak ke kiri, dengan cara menggerakkan mata ke kanan. Demikian pula sebaliknya.

Sesungguhnya proses ini sangat rumit. Namun, yang kita rasakan sangatlah mudah. Karena mata dan telinga melakukan tugas mereka dengan sempurna, cepat, teliti, dan tak pernah salah.

Upgrade

Inilah bentuk kasih sayang Allah kepada manusia, sekaligus menjadi bukti kebesaran dan kesempurnaan ciptaan-Nya.

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan (Allah) Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk: 3).(arrisalah)

Comments