Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Tawakkal Seorang Anak Yatim

Bismillah...


Seseorang masuk ke dalam masjid Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (Nabawi) di luar waktu shalat jamaah. Ia mendapatkan seorang anak yang umurnya belum genap 10 tahun sedang khusyu’ berdiri untuk shalat. Laki-laki itu menunggu anak tersebut menyelesaikan shalatnya. Dia menghampiri anak tersebut, mengucapkan salam lalu bertanya,

“Kamu anak siapa, Nak?”
“Saya anak yatim, ayah ibuku telah tiada.”
“Wahai anak, maukah engkau kujadikan sebagai anakku?”
”Paman, apakah jika aku nanti lapar paman akan memberiku makan?”
”Ya, tentu,”
”Jika aku tak memiliki pakaian, apakah paman bersedia memberiku pakaian?”
”Ya.”
”Jika aku sakit, apakah paman bisa menyembuhkanku?”
”Itu bukan kuasaku wahai anakku.”
”Apakah jika aku mati, paman bisa menghidupkan aku kembali?”
”Mustahil aku mampu melakukannya wahai anakku.”
”Jika demikian, tinggalkanlah aku wahai paman, karena telah ada yang menjaminku,

(Yaitu Allah) yang telah menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaku. Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku. Dan yang akan mematikan Aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali). Dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat.” (QS asy-Syu’araa 78 – 82)

Laki-laki itupun terdiam dan meninggalkan anak itu sementara anak itu bergumam, ”aku beriman kepada Allah, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.”

(diterjemah bebas dari al-Atqiya’ al-Akhfiya’ hal. 98, Syeikh Sa’id Abdul Azhiem, oleh Abu Umar Abdillah dan pernah dimuat di Majalah arrisalah edisi 121)

Comments