Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Di Balik Fenomena Tren Hijab Syar’i

Bismillah...



Tren “hijab gaul” tampaknya mulai tergantikan oleh meningkatnya minat terhadap hijab syar’i. Mengapa? - Oleh Beta Nisa.


Lebaran telah usai, namun salah satu hari besar Islam ini meninggalkan beberapa catatan terkait tren busana Muslim di Indonesia. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana tren busana Muslim di Indonesia cenderung menunjukkan tren eksperimental, tahun ini rupanya tren tersebut mengalami pergeseran menuju penutup kepala panjang yang lebih dikenal dengan istilah hijab syar’i.

Menurut desainer muda Indonesia, Dian Pelangi, tren hijab syar’i merupakan cerminan keinginan dari masyarakat yang ingin kembali ke esensi busana Muslim yang minimalis dan sederhana. Meningkatnya minat masyarakat terhadap hijab syar’i juga tidak lepas dari semakin bertambahnya pilihan jenis-jenis hijab ini. Kesan hijab syar’i yang kolot dan monoton kini mengalami pergeseran seiring dengan munculnya berbagai rancangan hijab syar’i yang tetap nampak modis. Hijab syar’i masa kini juga cenderung lebih mudah dan nyaman dikenakan.


Peranan publik figur juga tidak kalah penting dalam memarakkan tren tren hijab syar’i. Beberapa figur publik Muslimah seperti Oki Setiana Dewi yang tampil menggunakan hijab syar’i membentuk pandangan baru di kalangan masyarakat bahwa seorang Muslimah tetap dapat berprestasi, memiliki banyak aktivitas dan tetap terlihat fashionable meski memilih untuk mengenakan hijab syar’i di kesehariannya.

Meski pilihan hijab kini sudah semakin bervariasi, namun fenomena tren hijab yang datang silih berganti bukan tanpa pro dan kontra. Beberapa varian busana Muslim yang seringkali disebut dengan “hijab gaul” tidak jarang mendapat komentar negatif dari para pengkritisi yang mempertanyakan nilai-nilai islami di baliknya. Pandangan masyarakat terhadap “hijab gaul” tercermin melalui munculnya berbagai sindiran baik dalam bentuk video, gambar, maupun tulisan terhadap para pengguna hijab yang dinilai tidak menjunjung substansi nilai-nilai kesederhanaan dari berhijab.


Hadirnya tren hijab syar’i bisa jadi merupakan reaksi terhadap tren-tren hijab yang dianggap tidak sesuai dengan syari’ah Islam. Kehadiran tren ini juga merupakan jawaban terhadap kebutuhan para perempuan berhijab yang menginginkan tampilan tertutup namun tetap modis. Namun alangkah baiknya jika variasi tren yang ada di pasar mode busana Muslim ini lebih dianggap sebagai refleksi kekayaan budaya Muslim yang beraneka ragam, daripada disengketakan dan dijadikan isu untuk mencibir sesama Muslim.

Comments