Skip to main content

Featured

Metode Mutqin (Kuat) Hafalan Al-Qur'an Bagi Orang Yang “Sibuk”

Bismillah...Disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi -Hafizhahullahu ta’alaa- tanggal 9 Sya’ban 1438 H.  Postingan ini agak panjang.  Jadi sebaiknya di simpan terlebih dahulu apabila memiliki ketertarikan untuk menyimak isinya.Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang baru selesai dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
------------------------------------------------------------------
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:- Kondisi kesibukan saat ini
- Jumlah hafalan yang pernah di hafal
- Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)Pertam…

Di Balik Fenomena Tren Hijab Syar’i

Bismillah...



Tren “hijab gaul” tampaknya mulai tergantikan oleh meningkatnya minat terhadap hijab syar’i. Mengapa? - Oleh Beta Nisa.


Lebaran telah usai, namun salah satu hari besar Islam ini meninggalkan beberapa catatan terkait tren busana Muslim di Indonesia. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana tren busana Muslim di Indonesia cenderung menunjukkan tren eksperimental, tahun ini rupanya tren tersebut mengalami pergeseran menuju penutup kepala panjang yang lebih dikenal dengan istilah hijab syar’i.

Menurut desainer muda Indonesia, Dian Pelangi, tren hijab syar’i merupakan cerminan keinginan dari masyarakat yang ingin kembali ke esensi busana Muslim yang minimalis dan sederhana. Meningkatnya minat masyarakat terhadap hijab syar’i juga tidak lepas dari semakin bertambahnya pilihan jenis-jenis hijab ini. Kesan hijab syar’i yang kolot dan monoton kini mengalami pergeseran seiring dengan munculnya berbagai rancangan hijab syar’i yang tetap nampak modis. Hijab syar’i masa kini juga cenderung lebih mudah dan nyaman dikenakan.


Peranan publik figur juga tidak kalah penting dalam memarakkan tren tren hijab syar’i. Beberapa figur publik Muslimah seperti Oki Setiana Dewi yang tampil menggunakan hijab syar’i membentuk pandangan baru di kalangan masyarakat bahwa seorang Muslimah tetap dapat berprestasi, memiliki banyak aktivitas dan tetap terlihat fashionable meski memilih untuk mengenakan hijab syar’i di kesehariannya.

Meski pilihan hijab kini sudah semakin bervariasi, namun fenomena tren hijab yang datang silih berganti bukan tanpa pro dan kontra. Beberapa varian busana Muslim yang seringkali disebut dengan “hijab gaul” tidak jarang mendapat komentar negatif dari para pengkritisi yang mempertanyakan nilai-nilai islami di baliknya. Pandangan masyarakat terhadap “hijab gaul” tercermin melalui munculnya berbagai sindiran baik dalam bentuk video, gambar, maupun tulisan terhadap para pengguna hijab yang dinilai tidak menjunjung substansi nilai-nilai kesederhanaan dari berhijab.


Hadirnya tren hijab syar’i bisa jadi merupakan reaksi terhadap tren-tren hijab yang dianggap tidak sesuai dengan syari’ah Islam. Kehadiran tren ini juga merupakan jawaban terhadap kebutuhan para perempuan berhijab yang menginginkan tampilan tertutup namun tetap modis. Namun alangkah baiknya jika variasi tren yang ada di pasar mode busana Muslim ini lebih dianggap sebagai refleksi kekayaan budaya Muslim yang beraneka ragam, daripada disengketakan dan dijadikan isu untuk mencibir sesama Muslim.

Comments

BACA JUGA