Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Syaikh Asy-Syuraim: Gaza Ungkap Ribuan Muslim Berhati Yahudi

Bismillah...


Mekkah. Imam dan khatib Masjidil Haram, Syaikh Asy-Syuraim, menulis beberapa tweet yang menggambarkan kesedihan yang sangat disebabkan banyaknya korban kejahatan Israel di Gaza.

Di antara isi tweet beliau, “Hati (jantung) yang tidak sedih dengan penderitaan saudara-saudaranya di Gaza, tak lebih dari alat untuk memompa darah. Bukan hati yang berguna untuk hidup mulia. ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.’ [Al-Muthaffifin: 14].”

Syaikh Asy-Syuraim yang dikenal dengan kelembutan hatinya juga menulis, “Dulu para penyair membuat istilah ‘wanita penangis bayaran’. Kalau para penyair hidup saat ini, apakah mereka akan membuat istilah baru ‘orang-orang bergaya zionis bayaran’?”

Dalam tradisi Arab kuno, penangis bayaran adalah para wanita yang dibayar untuk menangisi kematian seseorang. Mereka dibayar oleh keluarga si mayit untuk menggambarkan beratnya ditinggal mati olehnya. Tweet itu mungkin ditujukan kepada tokoh-tokoh Muslim atau Arab yang menjilat penguasa dunia dengan cara bersimpati kepada Yahudi Israel.

Hal ini bisa dipahami dari tweet beliau yang lain, “Ribuan penduduk Gaza telah mati dibantai. Tapi kematian mereka telah mengungkap ribuan Muslim berhati Yahudi. Itu mungkin hikmahnya. ‘Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.’ [An-Nisa’: 19].”

Ada juga kebanggaan yang terasa dalam salah satu tweet beliau, “Di Palestina, dulu para pejuang itu punya nama ‘anak-anak batu’. Tapi sekarang mereka dikenal dengan ‘jagoan roket’. Sangat tepat orang membuat perumpamaan ‘Jangan remehkan yang kecil-kecil, karena gunung itu terdiri dari tumpukan kerikil-kerikil kecil.” (msa/dakwatuna/faqihjauzy)



Comments