Skip to main content

Featured

Metode Mutqin (Kuat) Hafalan Al-Qur'an Bagi Orang Yang “Sibuk”

Bismillah...Disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi -Hafizhahullahu ta’alaa- tanggal 9 Sya’ban 1438 H.  Postingan ini agak panjang.  Jadi sebaiknya di simpan terlebih dahulu apabila memiliki ketertarikan untuk menyimak isinya.Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang baru selesai dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
------------------------------------------------------------------
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:- Kondisi kesibukan saat ini
- Jumlah hafalan yang pernah di hafal
- Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)Pertam…

Syaikh Asy-Syuraim: Gaza Ungkap Ribuan Muslim Berhati Yahudi

Bismillah...


Mekkah. Imam dan khatib Masjidil Haram, Syaikh Asy-Syuraim, menulis beberapa tweet yang menggambarkan kesedihan yang sangat disebabkan banyaknya korban kejahatan Israel di Gaza.

Di antara isi tweet beliau, “Hati (jantung) yang tidak sedih dengan penderitaan saudara-saudaranya di Gaza, tak lebih dari alat untuk memompa darah. Bukan hati yang berguna untuk hidup mulia. ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.’ [Al-Muthaffifin: 14].”

Syaikh Asy-Syuraim yang dikenal dengan kelembutan hatinya juga menulis, “Dulu para penyair membuat istilah ‘wanita penangis bayaran’. Kalau para penyair hidup saat ini, apakah mereka akan membuat istilah baru ‘orang-orang bergaya zionis bayaran’?”

Dalam tradisi Arab kuno, penangis bayaran adalah para wanita yang dibayar untuk menangisi kematian seseorang. Mereka dibayar oleh keluarga si mayit untuk menggambarkan beratnya ditinggal mati olehnya. Tweet itu mungkin ditujukan kepada tokoh-tokoh Muslim atau Arab yang menjilat penguasa dunia dengan cara bersimpati kepada Yahudi Israel.

Hal ini bisa dipahami dari tweet beliau yang lain, “Ribuan penduduk Gaza telah mati dibantai. Tapi kematian mereka telah mengungkap ribuan Muslim berhati Yahudi. Itu mungkin hikmahnya. ‘Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.’ [An-Nisa’: 19].”

Ada juga kebanggaan yang terasa dalam salah satu tweet beliau, “Di Palestina, dulu para pejuang itu punya nama ‘anak-anak batu’. Tapi sekarang mereka dikenal dengan ‘jagoan roket’. Sangat tepat orang membuat perumpamaan ‘Jangan remehkan yang kecil-kecil, karena gunung itu terdiri dari tumpukan kerikil-kerikil kecil.” (msa/dakwatuna/faqihjauzy)



Comments

BACA JUGA