Skip to main content

Featured

Metode Mutqin (Kuat) Hafalan Al-Qur'an Bagi Orang Yang “Sibuk”

Bismillah...Disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi -Hafizhahullahu ta’alaa- tanggal 9 Sya’ban 1438 H.  Postingan ini agak panjang.  Jadi sebaiknya di simpan terlebih dahulu apabila memiliki ketertarikan untuk menyimak isinya.Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang baru selesai dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
------------------------------------------------------------------
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:- Kondisi kesibukan saat ini
- Jumlah hafalan yang pernah di hafal
- Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)Pertam…

Zain Bikha: “Memadukan keyakinan dengan ekspresi artistik dapat merusak niat”

Bismillah...


Zain Bhikha adalah salah satu pendiri industri nasyid modern. Lahir di Johannesburg, Afrika Selatan pada 1974, Zain dikenal berkat suara lembut dan liriknya yang menyentuh. Sebagai penyanyi dan penulis lagu, ia telah membuka pintu dan menginspirasi banyak seniman lainnya

Musiknya, yang berisi pesan kedamaian, kontemplasi spiritual dan ajakan untuk ingat pada Allah, memberi alternatif terhadap lagu pop modern.

Pada 2014, ia merayakan 24 tahun keberhasilan di dunia nasyid. Sepanjang karirnya, ia sering dinobatkan sebagai salah satu “500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia”dan mengamalkan suaranya pada acara yang mempromosikan kedamaian, termasuk Konvensi Perdamaian Dubai yang dihadiri oleh pemimpin Islam dunia, pelajar, dan filsuf.


Lumayan untuk anak muda yang pada 1994 mengeluarkan album perdananya A Way of Life, tidak tahu apa-apa mengenai kesuksesan yang akan ia capai. Dua dasawarsa kemudian, dengan 13 album yang telah ia rampungkan, ia adalah penyanyi Islam paling sohor di dunia. Zain, yang baru saja melakukan tur di UK untuk merayakan 20 tahun karirnya sebagai seniman, berbicara kepada Omar Shahid mengenai perjalanan epiknya.

Ceritakan sedikit kepada kita mengenai masa kecil Anda dan bagaimana itu berpengaruh kepada Anda sekarang.

Saya lahir dan besar di Afrika Selatan, meskipun nenek moyang saya berasal dari India. Saya sangan beruntung dapat melihat transisi dari apartheid – dari opresi dan ketidakadilan yang parah- menuju kebebasan. Saya pikir Arika Selatan punya kisah yang hebat untuk diceritakan kepada dunia mengenai toleransi dan dialog antarkepercayaan. Menurut saya itu tercermin dari lagu-lagu saya, lagu-lagu saya bercerita tentang ketidakadilan.

Saya senang menyanyi sejak kecil. Menjadi penyanyi bukan cita-cita saya. Saya sangat penyendiri sehingga panggung menjadi masalah di kemudian hari.

Saya kira semuanya dimulai pada 1994, yang merupakan tahun penting dalan hidup saya. Dua kejadian besar terjadi. Pertama, sahabat saya ditembah di Johannesburg. Saya sangat sedih; Saya tumbuh bersama dia. Kedua, ada kompetisi menulis lagu tentang perubahan di Afrika Selatan di stasiun radio populer. Pada waktu itu Nelson Mandela baru menjadi presiden. Saya menang.

Kedua hal itu, memenangi kompetisi dan kehilangan, berpengaruh besar terhadap saya. Saya kira jika ada yang bisa saya lakukan dengan suara saya, itu adalah dengan menyanyi mengenai isu penting. Salah satu dari lagu-lagu pertama saya berjudul ‘Give Thanks to Allah’ dan semuanya bermula dari situ.

Bagaimana Anda menggambarkan 20 tahun karir nasyid Anda?

Saya tidak menganggap ini sebagai karir. Menyanyi bukan pekerjaan tetap saya. Saya bekerja dengan ayah saya dan kami punya bisnis herbal. Bahkan, salah satu hal terbaik yang dapat saya lakukan adalah tidak menyanyi sebagai pekerjaan tetap. Jika Anda menggabungkan iman dan seni, itu dapat menghancurkan niat Anda.

Saya tidak berharap apa-apa di awal karir. Kami tidak mengira akan laku atau orang akan mengundang kami (di seluruh dunia). Sekarang, karir saya sudah setaraf bintang pop. Saya sama sekali tidak suka. Musik harusnya menjadi ekspresi Anda sebagai manusia, bentuk inspirasi dan edukasi, bukan hiburan.



Apa Alasan utama Anda menyanyi nasyid?

Saya menganggap lagu-lagu saya sebagai ungkapan dari pengalaman saya. Tujuan hidup adalah untuk perkembangan spiritual. Kita harus berkembang secara spiritual dalam hidup kita. Saya pikir lagu dapat menjadi manifestasi perkembangan tersebut. Tapi jika lagu menjadi hidup Anda, menurut saya itu bukan sesuatu yang bersifat spiritual, khususnya menjadi pengisi acara di mana-mana atau tampil di panggung. Saya pikir itu tidak seharusnya menjadi hidup kita, hidup kita adalah perjalanan spiritual dan mendekatkan diri ke Allah.
 
Dapatkah lagu-lagu Anda membantu orang berkembang secara spiritual?

Musik dapat menjadi alat yang luar biasa untuk menginspirasi orang lain – ya. Saya suka jika orang-orang berkata mereka mendengarkan musik saya saat mengantarkan anak mereka ke sekolah, atau saat mereka bepergian jauh. Saya pikir lagu dapat menuntun kita kepada sumber pengetahuan utama, Qur’an dan teladan Rasulullah SAW, maka itu adalah hal yang baik.

Meskipun demikian, musik tidak boleh menjadi tujuan akhir, musik adalah alat. Musik dapat memberi orang kenyamanan, inspirasi, membantu anak-akan tidur, hal seperti itu. Kita tidak boleh mencoba untuk membuatnya lebih dari itu.

Apakah Anda mengkhawatirkan arah perkembangan nasyid? Banyak seniman yang kini menggunakan alat musik, tampil di konser-konser di mana terjadi percampuran antara lelaki dan perempuan, orang-orang terkadang mengeluhkan ada perempuan yang melepaskan hijab saat konser dilangsungkan. Hal ini dianggap tidak Islami oleh kebanyakan orang.

Yang berbahaya adalah saat Anda mengkomersilkan sesuatu, jika Anda mengubah niat Anda dan memandangnya dari sisi pemenuhan permintaan, Anda bertentangan dengan etos membagikan lagu Anda pada dunia. Ya, memang terdapat aspek komersil di dalamnya. Ya, kita membutuhkan dana untuk menghasilkan lagu.

Namun kita harus menyucikan niat, kita tidak lebih baik dari orang lain. Kita hanya diberikan landasan untuk membagikan pesan kita kepada orang lain agar kita dapat mengingatkan diri kita sendiri dan mengingatkan orang lain untuk mengingat Tuhan. Jika ada konser yang melupakan Tuhan, lantas apa maknanya?



Apakah Anda akan tampil di Asia dalam waktu dekat?

Saya belum tampil di Asia sesering keinginan saya, namun kita lihat nanti ya. Saya belum pernah ke Indonesia. Saya suka Malaysia dan pernah tampil di sana sebelumnya. Malaysia dan Indonesia memiliki hubungan kuat dengan Afrika Selatan; para budak berasal dari sana dan begitulah cara Islam masuk.

Apa rencana Anda sekarang?

Tahun lalu sangat melelahkan, kami memproduksi CD ganda, yang berisi lagu-lagu terbaik sepanjang 20 tahun terakhir. Kami juga membuat film dokumenter yang kami harap dapat menginspirasi orang dalam hal ekspresi artistik. Saya harap Ramadhan ini menjadi waktu tenang, waktu untuk bersantai dan merenungkan kembali niat saya. Semoga saya mendapat kesempatan tampil di Malaysia dan Nigeria. Saya ingin tampil lebih sering di Afrika, tempat asal saya.

Saya juga suka bekerja sama dengan sekolah-sekolah. Di sana, tidak ada lampu sorot dan pertunjukan; Anda berada di sana untuk berhadapan dengan anak-anak. Dalam hal musik, saya berharap dapat menulis lebih banyak dan terinspirasi untuk menulis dan jika ingin mengatakan sesuatu, saya akan melakukannya. Fokus utama saya haruslah perjalanan spiritual saya.

Menurut Anda, mengapa musik Anda menyentuh berbagai hati di seluruh dunia?

Menurut saya, hati berbicara dengan hati. Lagu saya ‘Mountains of Mecca’ yang saya tulis saat sedang berhaji – tidak saya rencanakan. Saya hanya sedang duduk di tempat-tempat suci dan saya menulis lagu tersebut.

Namun, sebenarnya, banyak sekali orang yang lebih berbakat daripada saya. Saya hanya beruntung memiliki pendengar. Jika Anda padukan niat dengan sedikit kerja keras, Allah akan memberkahi Anda. Saya bersyukur pada Allah karena telah memberi saya kesempatan untuk bepergian keliling dunia, orang-orang yang menginspirasi saya, orang-orang yang saya temui dan menjadi guru saya, teman saya, dan bertemu orang-orang yang melakukan hal-hal hebat yang tidak diketahui orang lain. Saya benar-benar beruntung bisa berada dalam perjalanan ini.



Setelah 20 tahun yang luar biasa, apa Anda berencana untuk terus bermusik? Banyak fan yang akan sangat kecewa bila Anda berhenti.

Jika saya ingin menyampaikan sesuatu, akan saya lakukan. Tergantung pada perjalanan spiritual saya sendiri. Jika saya hanya membat lagu tanpa alasan yang jelas, tidak ada gunanya. Saya ingin menjaga niat saya saat memulai, saat saya tidak peduli siapa yang mau mendengarkan, musik saya adalah untuk saya. Memiliki niat yang murni adalah kuncinya. (faqihjauzy/aquilastyle)

Comments

BACA JUGA