Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Mimpi Usamah Kecil, Melacak Jejak Pasukan Imam Mahdi

Bismillah...


Seorang Syaikh Pakar tafsir sekaligus teman dekat Muhammad bin Laden bertutur tentang mimpi yang dialami Usamah bin Laden saat ia berumur 9 tahun.Berikut kisahnya: 

"Saya adalah teman dekat Muhammad bin Laden. Kami memiliki banyak urusan bisnis, sehingga saya sering mengunjungi rumahnya. Kami bicara banyak hal mulai dari bisnis konstruksi hingga urusan pribadi.

Pembicaraan kami terganggu dengan riuh rendah suara anak-anaknya yang masih kecil. Jika sudah seperti itu, ia akan menyuruh anak-anaknya bermain di luar.

Herannya, dia menyuruh Usamah tetap duduk di sampingnya.

Ayah Usamah lalu menyebut putranya istimewa. “Kenapa kamu tidak menyuruh anak ini bermain bersama saudaranya di luar? Apakah ia sedang sakit?” tanyaku kepadanya.

“Tidak. Tapi ada satu hal istimewa tentang anak ini.” Jawabnya Muhammad bin Laden sambil tersenyum.

Ia lalu menceritakan kejadian aneh yang menimpa Usamah. Beberapa hari sebelumnya, Usamah terbangun beberapa saat sebelum shalat subuh karena sebuah mimpi.

Muhammad mengira usamah mendapat mimpi buruk. Ia pun mengajaknya berwudhu dan pergi shalat berjamaah ke masjid. Di jalan, Usamah kecil bercerita:

“Aku bermimpi melihat diriku di tengah padang luas. Aku melihat serombongan pasukan berkuda putih menuju ke arahku. Mereka semua memakai turban hitam. Salah satu tentara penunggang kuda bermata mengkilat mendekatiku dan bertanya. “Apakah kamu Usamah bin Muhammad bin laden?”
“Benar.” jawabku.

Dia mengulangi pertanyaannya hingga tiga kali. Aku tegaskan, “Demi Allah. Aku Usamah bin Muhammad bin Laden.”

Dia lalu memberikan sebuah panji kepadaku sembari berkata, “Berikan panji ini kepada Imam Mahdi Muhammad bin Abdullah di gerbang Al-Quds.”

Aku gengam erat panji tersebut. Lalu aku melihat tentara berkuda itu berjalan di belakangku.”

Usamah memimpikan kejadian itu tiga kali berturut-turut hingga membuat ayahnya cemas. Muhammad bin Laden pun membawa Usamah menemui seorang Syaikh yang memiliki ilmu dan pengetahuan tentang ta’bir mimpi.

Syaikh tersebut mengamati usamah dengan berkali-kali dan bertanya beberapa hal. “Apakah kamu ingat seperti apa panji yang diberikan kepadamu?”
“Ya. Aku ingat dengan jelas. Panji itu mirip dengan bendera Negara Arab Saudi. Tapi warnanya hitam, bukan hijau. Panji itu memiliki tulisan berwarna putih.” Jawab Usamah dengan detail.

“Apakah kamu pernah bermimpi tentang peperangan?”
“Ya. Aku sering bermimpi seperti itu?” Jawab usamah.

Ekspresi wajah Syaikh tersebut berubah. Ia menyuruh usamah keluar lalu membaca al-Quran. Setelah itu ia bertanya tentang asal usul Usamah dan dari mana keluarga Bin Laden berasal? Muhammad bin Laden mengatakan dirinya berasal dari Hadramaut.

Ia berasal dari Bani Shanwah, salah satu bani dari kabilah Al Qahtani di Yaman. Sedangkan ibunda Usamah berasal dari Suriah.

Syaikh tersebut langsung meneteskan air mata haru sembari bertakbir keras. Ia panggil usamah dan menciumnya dengan air mata yang terus mengalir. Muhammad bin Laden takkan lupa apa yang dikatakan syaikh itu selanjutnya:

“Muhammad bin Laden! Anak ini akan menyiapkan pasukan Imam Mahdi. Demi membela agamanya ia akan pergi ke khurasan. Usamah, rahmat Allah bagi orang yang berjihad di barisanmu. Sungguh celaka siapa saja yang membiarkanmu sendiri dan berperang melawanmu.”

Puluhan tahun setelah itu, Usamah menjadi tokoh sentral perjuangan Islam. Allah pun menakdirkannya berjihad di Afganistan dan membentuk organisasi perlawanan terhadap Barat yang bernama Al-Qaeda.

Apakah benar bahwa Usamah dan pasukannya memang pasukan Imam mahdi seperti yang disebut dalam hadits? Wallahu A’lam. Hanya Allah yang mengetahui dan bisa memastikannya.

Namun, mimpi seorang mukmin pada masa yang dekat dengan hari kiamat adalah benar atau mendekati kebenaran.

Sumber: The Black Flags From The East - An-Najah

Comments