Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Dicekal "Israel", Google Urungkan Kembali Game Gaza Man

Bismillah...


Masih ingat Gaza Man, ikon pahlawan super asli Palestina pada perang “dedaunan dimakan ulat”, agustus tahun lalu? Ternyata ia memiliki daya pikat tersendiri bagi para kreatif Google, hingga menjadikannya sebuah game seru yang bisa diunduh di Google Playstore.

Syangnya, game perlawanan Palestina itu dicekal “Israel” pada bulan lalu, Google akhirnya menarik kembali game Gaza Man. Demikian MEMO mengutip laporan koran Palestina, Al-Risalah, Rabu kemarin (17/3/2015).



Gaza Man, ikon pahlawan pembela kemerdekaan bangsa Palestina

Keputusan itu diambil pasca tekanan zionis internasional mengecam Google melalui berbagai media, termasuk media sosial, radio, dan saluran-saluran televisi satelit.

Tak kuasa ditekan “Israel” penjajah, Bridgeview For Trading, pemilik game tersebut, memberikan pernyataan, “Kami mengapresiasi tekanan ini, dan kami anggap ini koreksi dari sebuah kesalahan besar.”

Segera setelah game dipublikasikan, Gaza Man segera mendapatkan serangan masif dan Google lekas menariknya dari Google Playstore, hanya dalam 3 hari.

Game Gaza Man menampilkan seorang Mujahid Palestina yang mengusung senjata sederhana berhasil melawan pasukan zionis “Israel” yang menyerang dengan jet tempur, helikopter, drone, tank, dan senjata canggih lainnya.

“Alhamdulillah, meski game Gaza Man dilarang terbit, kemenangan Palestina atas serangan “Israel” pada 51 hari tahun lalu lebih nyata dari apa yang ada pada game itu,” demikian opini seorang netizen. (adibahasan/sarrahmah.com)

Comments