Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Mudahnya Membaca Al-Qur'an Melalui Google Glass

Bismillah...


Peter Gould, seorang pembuat aplikasi untuk Google Glass, memamerkan aplikasi Al Quran untuk kacamata canggih Google tersebut melalui laman Facebooknya, Jumat (27/3/2015), sebagaimana dikutip dari Arrahmah.com.

Dengan menggunakan aplikasi mushaf Al Quran di Google Glass yang sedang dikerjakannya, ia dapat membaca Al Quran dalam shalat tanpa perlu memegang mushaf Al Quran dalam genggamannya. Ia cukup mengenakan kacamata sembari melakukan gerakan shalat dan membaca surat-surat dari Al Quran.






Peter Gould Islamic Designer Google Glass


Hal itu pun menimbulkan debat di antara netizen karena kecanggihan Google Glass tersebut akan mengurangi motivasi kaum Muslimin untuk menghafal Al Quran, dan menjadi tergantung kepada aplikasi tersebut jika aplikasi tersebut diterapkan di masyarakat Muslim.

“Teman-teman, saya tidak akan mengambil aplikasi ini terlalu serius atau apapun sebagai pengganti menghafal dari Qu’ran.”

“Saya sadar itu akan menciptakan masalah misalnya secara teknis tentang suara dalam shalat, dan saya tidak menggunakannya ketika shalat – karena ini adalah percobaan.”

“Sebagai penggila gadget, saya hanya berpikir bahwa itu adalah hal yang keren untuk dieksplorasi, mungkin hal itu akan menyebabkan sesuatu yang baik atau seseorang jadilebih semangat belajar Qu’ran.”

“Ketika saya merancang beberapa aplikasi paling awal Al Quran untuk iPhone atau iPad, orang bertanya-tanya apakah hal itu diperbolehkan, atau apakah mereka perlu wudhu untuk memegang iPad atau iPhone?”(FaqihJauzy/arrahmah)

Comments