Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Ada Apa Dengan Awakening Records?

Bismillah...

Saya adalah penggemar nasyid. Nasyid banyak menginspirasi saya. Munsyid yang paling sering saya dengarkan suaranya antara lain Mishary Alafasy, Ahmad Bukhathir, Sami Yusuf (SY), Aboo Ali, Raihan, Maher Zain, dll. Saya mulai selektif untuk mendengar nasyid yang tidak bermusik semenjak kelas 2 SMA. Saya akan mencari versi Vocal Only jika ada, contohnya untuk lagu milik Maher Zain. Dan khusus untuk Maher Zain (MZ), Awalnya saya tidak pernah mengenalnya.


Bermula dengan keinginan saya untuk mencari MV Sami Yusuf yang pernah saya tonton di salah satu staisun TV waktu SD dulu, saya yang kala itu mengenal internet di bangku SMA memanfaatkan internet untuk mengoleksi nasyid. Dari situlah, secara tidak sengaja saya menemukan menemukan Maher Zain, dan akhirnya tahu kalau ternyata Maher Zain satu label rekaman dengan Sami Yusuf, hanya saja SY sudah keluar dari label rekaman tersebut sebelum MZ masuk. Ada yang aneh dengan Logo label rekaman tersebut. Label rekaman tersebut bernama Awakening Records. Awalnya, saya tidak memperhatikan dengan jelas fakta apa yang ada di balik logo tersebut. Lama kelamaan saya risih, dan mencari tahu tentang Awakening Records. Saya banyak membaca artikel, menonton video, yang membahas tentang masalah ini.

Awakening Records (AR) didirikan pada tahun 2000 untuk menawarkan berbagai produk untuk pasar Islam modern baru. Dengan tampilan yang easy dan nge-pop, mereka telah memperkenalkan banyak artis rekaman baru dalam genre nasyid Islam. Beberapa artis yang terlibat dalam AR adalah Ashar Khan (keluar), Mesut Kurtis, Hamza Namira, Hussein Zahawi, Maher Zain, Raef, Mesut Kurtis, Humood AlKhudher, Harris J, Sami Yusuf (keluar), Irfan Makki (keluar), Nazeel Azami (keluar), Tom Robertson, (keluar) dll.

Banyak yang mengkritisi dan menilai logo ini mirip illuminati. Saya sudah membaca tulisan beberapa blogger yang membahas tentang hal ini, baik yang berbahasa Indonesia, Inggris bahkan Arab. Mata satu, ditambah piramida terpotong ditengahnya terang-terangan memiliki maksud. Jelas banget, dan saya yang sudah pernah nonton video serial penjelasan illuminati dan freemason seperti The Arrivals, The Divine Book, Phase 3, dll sudah tentu pnya kesimpulan jelas dengan permainan simbol ini. Simbol mata satu adalah penggambaran mata dajjal, sebagaimana yang banyak dijelaskan Rasulullah tentang ciri-cirinya dalam beberapa riwayat. Begitu pula dengan piramida, simbol ini akrab dengan kelompok rahasia Freemason. Maka bagaimana jika kedua logo ini dikombinasikan? Apakah sebuah kebetulan?

Yang paling membuat saya ngeri dengan label rekaman ini adalah manajemen keartisannya yang begitu mencurangi. Itulah yg membuat Sami Yusuf, salah satu anak emas AR dimasa lalu, memutuskan untuk hengkang. Masalahnya adalah, pihak AR menjual album yang masih dalam proses pengerjaan, tanpa sepengetahuan Sami Yusuf. Sampai dia keluar, Awakening terus aja menggunakan namanya untuk meraup keuntungan. Sami sudah mencoba beberapa kali untuk berdamai dan menyelesaikan masalah, tetapi tidak banyak merubah apa-apa. Banyak kecurangan lain yang dilakukan oleh pihak AR pada SY. Seperti menyetop penjualan tiket konser padahal pembeli membludak, menyematkan nama Sami Yusuf di konten milik artis-artis barunya setelah Sami keluar, membohongi publik dengan nama sami, dll. Hal ini dijelaskan oleh Sami Yusuf sendiri dalam bentuk video.

Ketika diwawancarai oleh salah satu channel TV Singapura, Sami Yusuf pernah bercerita, dahulu saat diawal-awal, ia pernah ditegur oleh pihak AR sewaktu menggunakan instrumen "tabla" untuk nasyidnya, sebuah alat musik yang dimainkan dengan dipukul yang dianggap haram oleh pihak label. "Astagfirullah, hati-hati akhi..." ujarnya pada Sami Yusuf memperingatkan. Tapi sekarang apa yang terjadi, hampir semua genre sudah mereka gunakan untuk artis-artis mereka. Mulai dari Pop, RnB, Rock, Hip-Hop, Blues. Lihat album-album Maher Zain, Raef, Hamza Namira, Humood Alkhudher, bahkan yang si kecil pemenang kontes Awakening talent, Harris J, mirip lagunya Justin Bieber dengan genre Hip-Hop yang kental!















Saya semakin kecewa setelah melihat Humood Alkhudher masuk, padahal album lamanya sebelum masuk AR selalu acapella (no music). Sekarang?

Saya menulis hal ini bukan karena saya kecewa dengan keluarnya Sami Yusuf, Atau masuknya Humood Alkhudher, dan bukan berarti saya membohongi diri sendiri karena masih membagikan karya artis-artis mereka. Sepertik ungkapan Sami Yusuf, biarkan orang-orang baik berkarya. Saya tidak mempermasalahkan Maher Zain, Humood Alkhudher, Raef, Mesut Kurtis dan artis-artis lainnya yang masih berkarya di bawah naungan AR.

Masalahnya adalah kecemasan saya terhadap agenda besar di balik Nama Awakening (Membangunkan) dan Logo Mata satu + Piramid terpotong itu. Mengingat begitu kerasnya cengkeraman Illuminati dan Freemason di kancah bisnis dunia. Fitnah terbesar akhir zaman, Dajjal, memang sangat ditunggu-tunggu kedatangannya oleh para pendukungnya. Tapi banyak ummat Islam yang tidak peka. Semoga Allah melindungi kita dari fitnahnya. Mudah-mudahan Awk. Records bukan termasuk corong dajjal untuk mengintip kelalaian manusia. Wallahua'lam.

Comments