Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Buku Sejarah ISIS dan Illuminati: Usaha Syiah Untuk Mengalihkan Isu

Bismillah...




Saya bingung bagaimana melanjutkan penulisan skripsi saya. Saya merasa tidak punya pegangan kuat untuk mengangkat tema yang akan saya bahas. Buku yang menjadi referensi utama dalam mengungkapkan gagasan saya untuk membahas "Studi kritis terhadap ISIS: dalam perspektif teori konspirasi dan historis", ternyata ditulis oleh seorang penganut syiah. Bagaimana mungkin saya mengambil pendapat seorang syiah untuk menguatkan pendapat saya?


Penulisnya adalah Ahmad Yanuana Samantho, dan judul buku  adalah "Sejarah ISIS dan ILLUMINATI". Buku yang menampilkan logo freemason pada sampulnya ini diterbitkan oleh Phoenix Publishing Project. Sekilas tidak ada yang aneh dengan buku berbanderol Rp. 77.000 yang saya beli di toko buku Gramedia ini. Pada bab-bab awal, buku ini menyuguhkan fakta menarik mengenai ISIS dalam berbagai sudut pandang. Contohnya tentang ISIS menurut mantan agen NSA, Edward Snowden, bahwa ISIS adalah agenda besar Amerika, tentang keabsahan status Al-Baghdadi sebagai keturunan Ahlul Bait, tentang makna ISIS dalam mitologi mesir, tentang dewi sesembahan orang mesir kuno yang ternyata bernama ISIS, simbol dajjal di instansi pemerintahan negara-negara timur tengah, bahwa kebrutalan yang dilakukan isis dalam pembunuhan yang tidak ada habisnya adalah sebuah pengorbanan yang mirip dengan pengorbanan kaum paganis untuk sesembahan mereka, dan banyak hal-hal yang seolah terlihat menarik dan memiliki keterkaitan erat dengan Illuminati, disertai gambar-gambar lengkap yang mendukung argumen-argumen penulis. Inilah yang dahulu membuat saya semangat untuk membeli buku ini, padahal baru membaca sinopsis di sampul belakang.

Baru tadi sekitar jam 02.00 siang tadi, akhirnya saya berhasil mendapatkan buku ini. Saya merasa excited, bahwa sebentar lagi TA saya akan rampung dengan buku yang kini sudah berada digenggaman saya. Tanpa babibu lagi langsung saya bongkar tuh buku. Seperti yang sudah saya katakan, pembahasan pada bab-bab awal buku ini terlihat menarik. Mengupas tuntas tentang keterkaitan Isis dengan illuminati, meskipun pada beberapa bagian, alasan-alasan tersebut terlihat agak dipaksakan.

Ketika lembar demi lembar yang saya buka dengan sekilas mengantarkan saya ke bab-bab selanjutnya, saya mulai banyak mengernyitkan dahi dan bibir. Buku ini aneh. Terlalu banyak mencatut nama Wahabi sebagai biang segala masalah. Si penulis rupanya ingin menarik garis lurus panjang dari semua masalah abstrak tadi ke arah hal yang bisa mengindikasikan si penulis adalah syiah, yaitu mengangkat isu wahabi.

Buku ini menggiring pembaca untuk memahami bahwa antara saudi, amerika, dajjal, negara arab, israel, freemason, illuminati, isis, wahabi, al qaida, khawarij, semuanya saling bertautan. Sehingga yang dimuat di buku ini adalah kesalahan dan keburukan negeri arab. Penulis memuat foto-foto skandal pemimpin saudi, yang saya yakini itu adalah hasil editan photoshop. Parahnya, foto ini bersumber dari situs syiah (syiahali . wordpress .com). Buku ini banyak memuat fitnah terhadap ulama saudi, ulama salaf, pemerintah-pemerintah, dsb. Penulis ingin mengatakan bahwa akar utama permasalahan adalah kerajaan wahabi Saudi dan negara teluk yang menjalin hubungan kerjasama dengan Amerika dan Israel yang tidak lain adalah antek Illuminati, sehingga melahirkan kelompok radikal bernama ISIS. Dia ingin membuat pembaca membenci negeri-negeri Sunni.

Selain itu, penulis juga mengatakan bahwa ulama-ulama wahabi adalah pengikut dajjal. Si penulis menyesatkan Ibnu Taimiyah. Bahkan mereka menuduh ulama-ulama kontemporer sebagai para zionis wahabis yang berkedok muslim, seperti Syaikh bin Baz, Syaikh Nashiruddin Al-Albani, Muhammad Al-Arifi dll. Banyak juga hal-hal konyol yang dimuat penulis untuk membuat pembaca yakin bahwa wahabi sangat identi dengan dajjal. Yang paling konyol, penulis mengatakan bahwa butanya Syakh bin baz rahimahullah ada hubungannya dengan simbol dajjal yang juga bertebaran di instansi pemerintahan Saudi. Astagfirullah.

Apa yang membuat saya yakin bahwa sang penulis adalah syiah? Banyak. Buku ini banyak mengambil referensi foto dan artikel dari situs dan blog syiah. Buku ini juga menyesatkan ulama-ulama sunni, dan ajaran salaf yang mereka sebut ajaran wahabi. Kesesatan yang paling kentara dari buku ini adalah, perkataan bahwa khawarij pada masa awal begitu memusuhi bahkan mengkafirkan 'Imam Ali ra.' . Penulis melanjutkan, 'maka tidak heran sekarang ini banyak kaum wahabi yang mengkafirkan sesama muslim, dalam tanda kutip SYIAH, padahal ulama ulama ahlus sunnah tidak mengkafirkan SYIAH.". Ucapan penulis ini jelas sebuah interpretasi dari otak penganut Syiah.

Setelah membaca akhir bab buku ini, saya pun mencari tahu siapa penulis sebenarnya. Saya pun menemukan fakta bahwa orang ini benar-benar syiah. Di blog pribadinya, ahmadsamantho. wordpress. com, terpajang sebuah foto tiga orang yang berlatar belakang sebuah masjid di QOM, IRAN. Salah satu dari ketiganya adalah si penulis. Bukti lainnya lagi saya temukan dibeberapa blog lainnya, contohnya di sebuah tulisan "....Dicky sendiri memiliki hubungan akrab dengan seorang penganut Syiah bernama Ahmad Yanuana Samantho, penulis buku Garut Kota Illuminati dan Peradaban Atlantis Nusantara."

Kesimpulannya adalah, meskipun saya tidak setuju dengan ISIS, bukan berarti saya harus membenarkan perkatan orang syiah mengenai mereka, yang jelas-jelas adalah pendusta ulung sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syafii. Syiah mencari celah untuk menutupi kedoknya dengan mengangkat berbagai issu seperti ISIS dan WAHABI (meskipun dengan berdusta), sehingga seolah-olah sunni lah yang salah. Syiah dan Sunni tidak akan pernah menyatu. Dan gagasan dusta penulis buku ini membuktikannya. Buku ini adalah salah satu upaya pengalihan isu 'Syiah buka Islam' dengan isu-isu tadi. Wallahu musta'an.

Faqih Jauzy, 10 Januari 2016.

Comments