Skip to main content

Featured

I want to be like Him (Aku Ingin Seperti Dia)

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku d…

Rilis Lagu Terbaru 'Inna Fil Jannati', Apakah Sami Yusuf Syiah?

Bismillah...



Saya masih deg-degan setelah menonton video klip terbaru Sami Yusuf yang berjudul 'Inna Fil Jannati', sebuah single terbaru dari album terbarunya yang bertajuk 'Barakah'. Antara percaya atau tidak, setelah mendengar lirik lagu tersebut, saya berhasil menghubungkan benang merah yang selama ini berserakan. Jika tidak berlebihan, saya hampir shock. Karena saya tidak menyangka, munsyid bersuara merdu favorit saya ini telah melakukan hal yang selama ini saya takutkan, yang selama ini saya cemaskan. Apakah Sami Yusuf Syiah?


Saya mengenal Sami Yusuf setelah menonton klip videonya yang berjudul 'Hasbi Rabbi' diputar disebuah stasiun tv di Indonesia. Bagi saya, ia berbeda dari munsyid-munsyid tanah air yang telah saya kenal saat itu. Suaranya khas, dan memiliki pesona. Hal ini membuat saya tertarik, sehingga di masa SMA saya memutuskan untuk mencari video yang saya tonton ketika saya masih duduk di bangku SD tersebut di Youtube. Sejak saat itu, saya mengoleksi semua album dan video klipnya. Mulai dari album Al-Mu'allim, My Ummah, Without You (terlepas dari kontroversinya), Wherever You Are, Salaam, The Centre, Song of The Ummah, beserta single-singlenya.



Saya suka mendengar suara Sami Yusuf seperti sukanya orang mendengar suara West Life, Maroon Five, Justin Bieber, atau One Direction. Menurut saya, jika mereka mengidolakan yang non-muslim, saya harus mengidolakan yang Muslim.

Sepanjang perjalanan hidup Sami Yusuf, menurut yang saya ketahui, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan hal-hal yang aneh mengenai pemahamannya terhadap agama (misalnya mengarah ke Syiah), tidak ada yang mengundang kontroversi dan tidak ada hal-hal nyeleneh. Semua lirik lagunya bagus-bagus, rata-rata pujian pada Allah dan shalawat, serta inspirasi dan motivasi kehidupan yang mengandung nilai unsur kemanusiaan. Saya pernah membaca artikel bahwa lirik lagu yang dibuatnya seringkali berasal dari intisari ayat-ayat qur'an dan hadits. Bagi saya itu menarik, karena ia berhasil mendakwahkan Islam dengan caranya tersebut. Tetapi cerita belum habis.



Suatu hari saya pernah di ingatkan oleh salah seorang abang saya bahwa orang ini Syiah, setelah saya mengupload salah satu fotonya ke facebook. Saya bersikeras bahwa ia bukan syiah, ia sunni. Sang abang menjelaskan bahwa ia barasal dari Teheran, Iran, dan pernah mangakui bahwa dirinya adalah syiah. Saya tidak percaya, lantas sayapun googling dan mencari artikel yang membahas tentang Sami. Benar, di sebuah forum berbahasa inggris ada yang mengatakan bahwa ia adalah syiah, tetapi di situs lain dikatakan bahwa ia seorang sunni. Ini membuat saya bingung.


Saya pun memutuskan untuk meyakini bahwa dia seorang sunni, dengan beberapa alasan yang saya temukan di masa-masa pencarian informasi tersebut.

Pertama, Sami Yusuf adalah pria berkebangsaan Iran yang pindah ke Inggris, mungkin saja disaat Khomeini belum mencetuskan revolusi di masa pemerintahan Reza Pahlevi.

Kedua, kita ridak menemukan lagu-lagu dari seluruh albumnya yang berisi tentang pujian-pujian kepada ahlul bayt, Ali, Hussein, atau Hasan, yang mana ciri khas orang syiah akan langsung tampak jelas jika mereka terlihat semangat dalam menyebut-nyebut hal tadi.

Ketiga, Sami pernah duet dengan Mesut Kurtis dalam sebuah nasyid yang di liriknya terdapat pujian pada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali rashiallahu 'anhum.

Keempat, dia pernah membantu korban kekejaman Bashar Assad di Suriah dan menghibur anak-anak dengan menyanyi bersama.

Itulah alasan saya ketika itu. Saya pun memohon pada Allah, jika memang ternyata ia penganut syiah, supaya saya ditunjukkan kebenarannya.


Ada Yang Ganjil


Selang beberapa tahun, saya menemukan beberapa keganjilan. Terutama setelah Sami merilis albumnya yang berjudul The Centre. Saya mulai ragu dengan kesunniannya saat itu. Bahkan Aqidahnya. Saya merasakan hal ini karena masa-masa itu saya terus mencari tahu siapa dia sebenarnya. Diantara keganjilan yang saya rasakan pada saat itu adalah:

1. Di salah satu lagu dalam album tersebut berjudul Fire. Judul yang tidak aneh, tapi coba baca liriknya: Peace be with you my brother, my friend Come join me at the fire, once again. Apakah maksudnya mangajak ke Api Majusi, mendirikan kerajaan Persia untuk sekali lagi? Wallahu a'lam.

2. Ada sebuah lagu yang berjudul Khurasan. Khurasan adalah salah satu tempat di Iran. Tempat Dajjal keluar kelak. Lirik lagu tersebut berbunyi: Khorasan I have come Here alone In my dream Earth and stone Turned to gold Was that you Long ago Khorasan?

3. Masih dalam album The Centre, ada sebuah lagu yang berjudul The Key. Apakah yang dimaksud kunci adalah Ali ra? Seperti dalam sebuah hadist:  “Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya dan siapa yang hendak memasuki kota itu hendaklah melalui pintunya”. Ada lirik yang berbunyi: Your love is a door I cannot find 
The only way out is from deep inside 

4. Sami senang sekali dengan dunia Sufi. Lirik-lagu di album The Centre banyak yang diambil dari syair-hikayat sufi milik Ibn Arabi (seorang sufi sesat), Jalaluddin El-Rumi, dll. Sedangkan Sufi dekat sekali dengan Syiah.

5. Kebanyakan lagunya memiliki lirik berbahasa Parsi, meskipun Maher Zain juga memiliki beberapa lagu dalam versi bahasa tersebut.

6. Setelah merilis album tersebut, Sami kembali meliris anthem berjudul 'The Gift of Love', bertemakan interfaith/ lintas agama (Pluralisme), didedikasikan untuk seluruh agama yang ada: Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha (silakan tonton video klipnya di Youtube). Sami mengaggap semua agama setara? Astagfirullah, kalau memang benar dia berkeyakinan seperti itu, perlu ditanyakan akidahnya.

7. Berduet dengan musisi dan penyair Iran. Yaitu Ustadz Babak Radmanesh (sufi) di album Salaam dan Sayyid Hussein Nasr (syiah dan tarekat) di Album Song of The Way.



Adakah Bukti Yang Lebih Eksplisit Yang Menunjukkan Bahwa Sami Yusuf Syiah?


Oke, mungkin menurut pembaca, keganjilan yang saya maksud terlalu dipaksakan, mengada-ngada, skeptis, dan masih hipotesis. Atau hal tadi belum cukup untuk dijadikan bukti bahwa Sami Yusuf Syiah. Sayapun menyadarinya, dan saya terus mencari dan mencari kebenaran mengenai siapa sebenarnya orang ini. And I know this guy.

Sebelumnya, mengapa saya memperingati hal ini? Karena kita harus tahu, bahwa SYIAH ADALAH SEKTE TERKEJAM DALAM SEGALA HAL. Mereka menghina Nabi saw, keluarganya, isterinya, beserta sahabatnya. Mereka menyamar sebagai orang Islam, tetapi hati mereka lebih panas dari api kuil Majusi. Sudah banyak artikel yang membahas kesesatan syiah, jadi saya tidak perlu berpanjang lebar. Anda bisa cari sendiri di situs-situs Islam ahlus sunnah.

Hingga saya tidak sengaja, atas kehendak Allah, berkeinginan membuka website resminya, dan menemukan hal yang mencengangkan. Seperti yang dijanjikan, tahun 2016 Sami akan merilis album baru berjudul BARAKAH.



Album ini belum dirilis, tapi single pertama sudah dirilis dalam bentuk video klip. Inilah yang membuat saya kaget dan tercengang-cengang.

Silakan ditonton.




Bagaimana perasaan anda? Jika anda tidak kaget, berarti anda tidak sensitif terhadap opini Islam masa kini. Entah apapun niat Sami membuat lagu ini, kita tetap waspada, waspada apakah dia syiah atau bukan.

Di deskripsi lagu ini, Sami mengatakan:

This beautiful traditional Islamic piece and poem is about the love and praise for the Ahl al-Bayt or household of the Prophet (pbuh). The four principle rivers of paradise (water, khamr/date wine, honey, and milk) go back to Prophetic descriptions of paradise. The poem is inspired by these early traditions. It is of unknown provenance/authorship. The earliest reference goes back to the 17th century, though the piece may have been composed earlier.

"Puisi tradisional Islami yang indah ini berisi tentang cinta dan pujian untuk Ahlul Bait atau keluarga Nabi (saw). Empat sungai asas di surga (air, khamr / tanggal anggur, madu, dan susu) kembali ke gambaran Nabi tentang surga. Puisi ini terinspirasi oleh tradisi-tradisi awal. Asalnya / penulisnya tidak diketahui. Referensi paling awal kembali ke abad ke-17, meskipun potongan mungkin telah disusun sebelumnya."


Lirik


Inna Fil jannati nahran min laban
Surely, in paradise, is a river of milk

Li `Aliyyin wa Husainin wa Hasan
For Ali, and Hussain, and Hasan

Kullu man kana muhibban lahumu
Whosoever loves them

Yadkhulu ljannata min ghairi hazan
Enters paradise without experiencing any sadness

Hubbu ahlil bayti fardun `indana
Love of the People of the Prophetic Household is incumbent upon us

Wa bi hathal hubbi la nakhshal mihan
And because of this love, we do not fear tribulations


Tentang


Lagu ini berisi tentang pujian terhadap ahlul bait, sedangkan salah satu ciri penganut Syi’ah adalah banyak-banyak mengingat Ahlul Bait; Ali, Fathimah, Hasan dan Husain radhiyallahu anhum. Lagu ini pernah dinyanyikan oleh Haddad Alwi, Sulis (yang ternyata keduanya terbukti Syiah), serta Mayada, penyanyi qasidah wanita Indonesia yang terkenal di masanya.

Versi Haddad Alwi



Versi Sulis



Versi mayada bisa dicari di google.

BANDINGKAN DENGAN VIDEO CERAMAH ULAMA SYIAH INI



Saya akan biarkan anda berfikir. Jika ada masukan, silakan beri komentar. Saya mohon ampun kepada Allah jika ternyata analisa saya salah, tapi setidaknya telah berhati-hati untuk memperingatkan ummat Islam dari intrik syiah yang kini sudah merambah ke berbagai elemen. Mungkin akan terus ada pertanyaan Apakah Sami Yusuf Syiah? Wallahu a'lam.

Bersambung...

Comments