Skip to main content

Featured

Metode Mutqin (Kuat) Hafalan Al-Qur'an Bagi Orang Yang “Sibuk”

Bismillah...Disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi -Hafizhahullahu ta’alaa- tanggal 9 Sya’ban 1438 H.  Postingan ini agak panjang.  Jadi sebaiknya di simpan terlebih dahulu apabila memiliki ketertarikan untuk menyimak isinya.Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang baru selesai dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
------------------------------------------------------------------
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:- Kondisi kesibukan saat ini
- Jumlah hafalan yang pernah di hafal
- Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)Pertam…

Syiah Dalam Pandangan Sami Yusuf | Apakah Sami Yusuf Syiah?


Bismillah...

Di postingan sebelumnya, saya telah menjelaskan mengenai masalah apakah Sami Yusuf Syiah ataukah Sunni.

Suatu saat Sami Yusuf mengadakan sesi tanya jawab di laman facebook resminya. Ada ribuan pertanyaan yang terkirim dari para fansnya, dan hebatnya Sami begitu kuat membalas pertanyaan tersebut, meskipun tidak semuanya. Pertanyaan tersebut bermacam-macam dan bbanyak penanya yang puas dengan jawaban Sami Yusuf. Ada salah satu fans yang bernama UMM Ameer yang melontarkan pertanyaan menarik, yang menurut saya bisa menjadi bukti apakah Sami Yusuf Syi'ah atau bukan.

Salam Sami...

Inna fil Jannati” sebuah klip yang memukau... Pertanyaan saya adalah mengapa Anda merilis lagu ini pada saat ini sementara “Syi'ah dan Sunni” sedang berperang besar sekarang?”

Jawaban:

Yang terhormat Ummu Amir, 

Terimakasih untuk pertanyaan Anda yang baik. Keputusan untuk merilis “Inna fil Jannati” dibuat berbulan-bulan yang lalu  murni karena ia (lagu/sya'ir?) begitu tua dan, saya yakin, sangat indah sekali. Akan tetapi, saya juga dengan sengaja ingin menyentuh persoalan ini karena saya yakin kebanyaka Muslim (khususnya Muslim modern) telah tanpa sadar dibawa untuk mempercayai bahwa mencintai Ahlul Bait (yang wajib atas seluruh Muslim) adalah persoalan sekte. Ada pergerakan menyeluruh di luar sana yang mengobarkan sejenis retorika yang jelek dan berbahaya. Kita melihat akibatnya yang tak merugikan di depan mata (korban, permusuhan, pengrusakan warisan kita). Kebanyakan Muslim tidak sadar bahwa hubungan antara cabang-cabang Islam yang berbeda-beda ini adalah mentradisi, besar, jalin menjalin dan jauh lebih rumit dari apa yang tampak di mata di dunia dewasa ini. 

Tahukah Anda bahwa, misalnya, institut Sunni terpenting di dunia (al Azhar al Syarf) yang terdapat di Kairo dibangun oleh Muslim Syi'ah Ismailiyah. Atau bahwa ada kemungkinan yang sangat kuat bahwa Ibnu Sina atau Ibnu al Haitsami  pernah belajar di sekolah Ja'fary? Yang menarik, itu tidak diketahui oleh kebanyakan ulama/sarjana karena tak ada orang yang mau repot-repot bertanya. Mereka SEMUANYA Muslim dan diberkahi menjadi demikian. Tak ada yang pernah peduli mengajukan pertanyaan-pertanyaan demikian. Cerita demikian tak terhitung banyaknya. Juga, telah sering terjadi penikahan silang di antara cabang-cabang ini seperti yang dapat disaksikan di Irak, Suriah, dan lain-lain. Retorika sektarian dan sangat jelek ini tidak pernah ada dalam kejiwaan Muslim utama di dunia Muslim tradisional. Itu adalah hal baru dan berkobar karena geopolitik regional juga ideologi-ideologi (atau sekte-sekte) literalis dan drakoni yang dibuat beberapa ratus tahun yang lalu. Tujuan album ini adalah memperlihatkan sifat multihued dan tradisi musik Islami yang genius (milik kita bersama) dan menyajikan kontra-naratif terhadap ektrimisme (modern) yang kita hadapi, kalau bukan diadu, mengancam kesistensi kita sebagai satu ummat. Tuhan memberkahi Anda.

----

Jawaban diatas barangkali bisa menjadi bukti kuat, Apakah Sami Yusuf Syiah atau bukan. Sami masih menganggap Syiah bagian dari Muslim, dan itu adalah pernyataan Salah. Syiah adalah sekte menyimpang, dan sama sekali bukan ISLAM! Bagi para fans Sami Yusuf, waspadalah!




Comments

  1. Silahkan yang belum tahu tentang syiah atau anti syiah, saya sarankan untuk membaca tulisan dari link dibawah ini sebagai referensi dan bentuk tabayyun kepada syiah. Jangan sampai anda belum tahu tentang syiah dari sumber syiahnya sendiri, tapi sudah berani memvonis syiah sebagai sesat dan kafir, hanya karena sekedar mendapat info negatif sepihak tentang syiah, lalu ikut - ikutan saja, dan di akhirat kelak anda akan menyesalinya dengan penyesalan yang terbesar, karena bisa jadi tuduhan kafir itu jika tidak benar maka akan berbalik mengenai si penuduh [Shahih, HR. al-Bukhari no. 6104 dan Muslim no.60], dan hal itu sudah terlambat, karena pada saat itu penyesalan sudah tiada guna. Jadi, bacalah catatan di web ini:
    https://simpatisansyiah.wordpress.com/
    di web ini hanya ada 1 catatan: "Tabayyun Kepada Syiah: Saya Dari Anti Syiah Menjadi Simpatisan Syiah" saja.
    Semoga bermanfaat. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Isi formulir ini...

BACA JUGA