Bismillah...

Ketaqwaan memang tidak bisa diwarisi dari orangtua atau guru yang shalih. Butuh proses untuk memahamkan anak terhadap konsep Aqidah, baik keimanan atau ketaqwaan di usia dini. Tidak sesederhana perintah lalu larang, contohkan, kemudian hukum dan memberi hadiah. Itu karena setiap anak punya cara berbeda dalam belajar dan menganalisa hal baru. Butuh proses lama supaya anak sadar bahwa Allah always watching, bahwa Allah selalu mengawasi, sehingga anak harus mengamalkan nilai-nilai kejujuran bahkan saat mereka sendiri.

Peran penting orangtua dan guru adalah bekerja sama dalam proses tersebut. Kesabaran dan ketekunan tentu dibutuhkan. Materi yang kita sampaikan kadang sudah dipahami anak, tetapi menghadapi ke tidak mampuan mereka mengamalkan hal tersebut perlu metode tarik ulur.

Persis seperti menaikkan layang-layang. Mari kita ibaratkan anak seperti layang-layang, tiupan angin adalah emosi dan motivasi mereka, benang adalah nilai kebaikan yang kita ajarkan, dan langit adalah tujuan pendidikan yang kita lakukan.

Supaya berhasil mengudara mula-mula kita harus mengecek arah angin bertiup. Bila tiupan angin tidak ada, kita perlu bantuan teman untuk memegang bagian ekor layang-layang. Bila tiupan agak kencang kita bisa menarik benang sendiri sambil berlari melawan angin sampai layang-layang meluncur ke atas. Supaya layang-layang makin tinggi, kita harus mengulur benang, lalu kemudian ditarik. Ulur tarik ulur tarik itulah pekerjaan yang harus kita lakukan sampai layang-layang mengangkasa.

Tarik ulur yang kita lakukan harus mengacu pada arah angin bertiup, bagaimana kondisi emosi anak, stabil atau tidak? Lalu apakah motivasi mereka sudah cukup kuat? Jangan sampai mengulur benang terlalu banyak apalagi ketika angin tidak ada, karena sia-sia. Tarikan akan mengendur dan layang-layang akan jatuh. Jangan memberikan ceramah banyak ketika mereka sedang tidak siap mendengar, capek, atau ketika mereka sedang marah. Percuma, bisa membuat mereka down. Resiko menerbangkan layangan sangat banyak. Tersangkut, putus, diadu dengan layang-layang kain, jebol dsb. Kita bisa saja menganalogikan hal-hal itu dengan tantangan pendidikan. Semuanya adalah bahaya yang harus kita hadapi dengan sabar. Tetapi ada yang lebih bahaya dari itu.

Yang lebih bahaya adalah membiarkan layang-layang bertiup tanpa tuan, tanpa haluan. Untuk urusan terbang atau putus tidaknya, seakan-akan bukan perkara penting lagi.

Banyak orang tua saat ini yang memperlakukan anak mereka seperti itu. Anak diberikan fasilitas jor-joran, dengan dalih supaya bahagia. Tidak peduli lagi dengan tahapan pendidikan anak, tidak pusing ketika anak mulai kenal dengan pergaulan toxic. Tidak peduli dengan perkembangan verbal yang tidak kenal rem, imajinasi yang memiliki source tak terbatas dari device pemberian mereka sendiri, adab yang tidak kenal panutan, dan waktu yang terbiasa terbuang dengan percuma.

Pertanyaannya satu, apa jawaban kita di hadapan Allah kelak?
brandinside.asia

Banyak jalan menuju Roma, tapi jalan untuk menghubungi saya saat ini cuma tiga: langsung empat mata, email dan WhatsApp. Sosial media sudah mulai saya kikis penggunaannya (bedakan sosial media sama aplikasi Chat). Saya tidak bilang sosmed seperti facebook, twitter atau instagram tidak bermanfaat, bagi sebagian teman saya platform-platform tadi sangat berguna buat jualan, dakwah dsb. Saya mengenal facebook twitter sejak SMP, kemudian pas lulus SMA instagram lahir ke dunia. Udah banyak menulis kisah, dari berbagi kebahagiaan, sampai saling sindir teman lewat postingan 😁. Rasanya udah perlu istirahat, bagi saya pribadi sosmed itu memberi efek buruk: ngabisin waktu. Yah, tergantung pengguna.

Waktu di usia SMA saya pernah menulis status di facebook. Statusnya klasik dan sangat klise. Sebuah kutipan familiar bagi siapapun yang hidup di zaman itu, biasanya ditulis sama mereka yang lagi dirundung kekecewaan. Kalau dibaca sama anak keqinian mungkin terdengar alay. Nasib baik di zaman batu dulu ga ada diksi perundungan separah zaman paket data saat ini. Hm.

Saya yakin semuanya pasti tau, yang ga tau masa sekolah nya dipastikan hambar. Bunyi kutipan itu adalah, “Mencintai orang yang tidak mencintaimu adalah suatu kebodohan.”  Sebuah ujaran normatif dari orang payah yang patah hati 🥴

Waktu itu masa-masa kejayaan bagi anak remaja nerd seperti saya. Facebook adalah mulut kedua, atau bahkan bisa disebut kunci utama hati karena di masa itu apa yang gagal diungkapkan di lisan biasanya dijadikan postingan.

Tapi semua berbeda sejak para orangtua sudah mulai buka akun facebook. Saya ingat sekali waktu salah satu paman saya menelepon ayah saya, karena pasal alamat tempat tinggal facebook saya menggunakan Qandahar, Afghanistan. Setelah itu ayah saya langsung suruh ganti, karena info itu dianggap serius oleh beberapa oknum. Pengalaman yang menggelikan sekaligus mendebarkan. 😆

Kembali ke pembahasan, tadi sampai mana? Oh iya, orang tua sudah bikin akun facebook. Begitu juga ayah saya, beliau tidak ketinggalan. Ayah saya bikin akun facebook dan punya banyak kenalan dari berbagai belahan dunia. Paling banyak dari India, saya berfikir kalau saya bisa bahasa Inggris saya mungkin mainnya seluas ayah saya. Tapi dengan keberadaan ayah saya di facebook, saya merasa insecure karena otomatis ayah saya akan mengecek postingan saya, melihat status galau saya, argh, saya merasa terlalu dikontrol. Pernah tanpa sepengetahuan ayah saya, saya membuka pengaturan akun facebook beliau di laptop mengatur supaya postingan saya tidak dilihat di feed. Masa remaja memang penuh gengsi 😂

Tapi kemudian saya atur kembali seperti semula. Ayah saya tidak pernah tahu mengenai hal ini 😁.

Setelah saya mempost status kutipan galau tentang mencintai tadi, akhirnya dilihat oleh ayah saya. Itu mungkin status pertama yang dibaca beliau. 😬 Lalu ayah saya pun menulis komentar: ‘Tapi membenci orang yang tidak membencimu adalah hal yang keterlaluan.’

Waktu membuka notifikasi yang masuk, saya membaca komen itu sambil nelen ludah. Saya tidak pernah memikirkan hal ini sebelumnya.

Saya tercekat. Mungkin selama ini saya salah. Semua anak remaja pasti pernah mengalami masa ego berlebih, rasa tidak suka diatur oleh orang dewasa, termasuk orang tua. Maka membaca komen ayah saya tadi, seakan-akan seperti mendengar closing statement atas semua pertautan batin antara kami. Saya menyerah pasrah, mau balas dengan yang lebih bijak tidak bisa. Kalah telak. 😆

Tapi kejadian ini memberi wawasan baru bagi kehidupan saya setelahnya. Saya mengartikan, kebutuhan dicintai oleh seseorang akan muncul secara alami, tetapi terkadang manusia terlalu egois dengan memaksakan kehendak.

Dalam mencintai akan ada masa di mana kita merasa perasaan kita tidak berbalas. Lalu muncul kekecewaan, berakhir pada rasa menyerah, dan muaranya adalah kutipan tadi: mencintai orang yang mencintai kamu adalah sebuah kebodohan.

Iya memang benar, kebodohan banget. Tapi benar yang dikatakan ayah saya waktu itu, walaupun kita tidak dicintai, bukan berarti kita dibenci lalu kita berubah membenci. Cinta itu perasaan spesifik, datang dari akumulasi banyak kekaguman. Dan orang yang tidak mencintai kita bukan berarti tidak suka kita. Sebuah kekonyolan kalau kita berkesimpulan seperti itu.

Kesimpulan dari status panjang ini adalah, ada sebuah moral penting yang jarang disadari oleh setiap orang. Ketika mereka menghadapi kenyataan pahit bahwa mereka tidak dicintai seseorang, mereka bereaksi dengan membenci. Padahal orang tidak berdosa kalau tidak mencintai kita. Just because people don't love you, doesn't mean they're hating you. Kita tidak perlu bersikap buruk padanya, mencelanya, membeberkan kejelekannya, seolah-olah mereka telah melakukan kejahatan yang luar biasa, padahal faktanya mereka tidak membenci kita.

Well said, dont be a fool. Dan kita harus bijak dalam beremosi 😄💡

Bismillah...

Pernah membaca quote ini?

‘I don't believe in grey. I believe in black or white. I appreciate those people who makes clear statement either yes or no. I literally hate those who choose third option in between and set the things unclarified.’

Artinya kurang lebih, ‘Saya tidak percaya pada yang abu-abu, saya percaya pada hitam atau putih. Saya salut pada orang yang jelas prinsipnya, iya atau tidak. Saya tidak suka pada orang yang mengambil opsi ketiga yang membuat segalanya tidak jelas.’

Pernah berfikir dari mana kata ‘mengelabui’ berasal? Menurut KBBI arti mengelabui adalah menyesatkan pandangan; menipu. Dan asalnya adalah dari kata ‘kelabu’. Norma yang kerap diaminkan oleh budaya kita adalah ‘stop mengatakan terus terang karena berbahaya bagi posisi kita. Menurut Hamka dalam bukunya yang berjudul “Bohong di Dunia”, salah satu sifat buruk orang Indonesia adalah suka berpura-pura. Tidak berani mengambil resiko atas kebenaran, gagal berprinsip. Maka orang yang tidak berani berkata jujur, demi membuat orang lain senang, sejatinya sedang mengelabui dengan bersikap abu-abu. Banyak basa-basi, tetapi di belakang banyak beropini.

Itulah mengapa Allah menyandingkan kata shiddiqin dalam Ayat Al-Quran dengan barisan orang mulia: para Nabi, syuhadaa’ dan orang shalih. Karena jadi shiddiq memang berat, jadi orang yang berpegang teguh dengan kebenaran punya resiko besar: dibenci. Ulama mengartikan sifat shiddiq ini dengan beberapa definisi, antara lain ‘kesesuaian dzahir dengan bathin, karena orang yang dusta adalah mereka yang dzahirnya lebih baik dari bathinnya.’, atau ‘Ungkapan yang haq dalam posisi yang membinasakan.’ dan ‘Perkataan yang haq pada orang yang ditakuti dan diharapkan.’

Orang Islam yang bersifat abu-abu disebut munafiq; kelak akan menjadi abu.

Ada ungkapan keren dari seorang ulama, bahwa ada berapa hal di dunia ini yang tidak akan bertahan lama, salah satunya disebutkan oleh ulama tersebut adalah naungan awan mendung. Orang yang suka dusta dan menyembunyikan kebenaran diumpamakan seperti orang yang bernaung dari sinar matahari di bawah bayangan awan kelabu. Suatu saat awan itu pasti berarak pergi, entah karena tiupan angin atau menjadi hujan. Nah, kita mau berlindung dimana? Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat abu-abu.

Bismillah...
Disarikan dari perbincangan via telepon antara penulis dengan Al Ustadz Al Fadhil Abdur Rahman Fadholi -Hafizhahullahu ta’alaa- tanggal 9 Sya’ban 1438 H.  Postingan ini agak panjang.  Jadi sebaiknya di simpan terlebih dahulu apabila memiliki ketertarikan untuk menyimak isinya.
Beliau Al Ustadz adalah Juara MHQ Asia-Pasifik kelas 10 Juz 2017 yang baru selesai dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia.  Murid Syaikh Abdul Karim Al Jazayri -Hafizhahullahu ta’alaa-, dan Pembina Ma’had Ibnu Katsir di Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
------------------------------------------------------------------
Pertanyaan yang penulis ajukan adalah, “Bagaimana metode muroja’ah (mengulang hafalan) dan menambah hafalan Alqur’an bagi seseorang yang sibuk?” Kemudian beliau menanyakan kondisi penulis saat ini.  Setidaknya ada tiga hal yang beliau ingin ketahui, yaitu:
- Kondisi kesibukan saat ini
- Jumlah hafalan yang pernah di hafal
- Jumlah hafalan yang sudah mutqin (menempel kuat)
Pertama, beliau menekankan kepada hafalan yang pernah dihafal.  Usahakan dalam waktu dua bulan pertama, kita fokus kepada hafalan yang pernah dihafal dan kita yakin sekali kita tidak kuat pada bagian tersebut.  Hafalan kita tersebut ibarat hafalan baru yang harus dimulai dari awal lagi.  Targetkan empat halaman per hari saja.  Baca per halaman berulang-ulang sampai kita lancar membacanya tanpa harus melihat mushaf.  Berhenti per ½ juz untuk mengevaluasi kuatnya hafalan tersebut.  Cara mengevaluasinya bisa dengan cara meminta kerabat untuk menyimak hafalan kita ½ juz sekali duduk atau meminta teman kita membuat soal meneruskan beberapa ayat seperti pada lomba MTQ.  Evaluasi juga ketika 1 juz, 1 ½ juz, 2 juz, dst.  Jangan menambah sebelum lulus tahap evaluasi.
Kedua, hafalan yang kira rasa sudah kuat (mutqin) harus dibaca kapanpun sebisanya.  Gunakan waktu luang seperti ketika di perjalanan, berjalan dari parkir motor ke ruang kelas, mengantri, dll untuk membaca hafalan kita yang sudah kuat.  Jangan menunggu kapan bisa duduk!  Kalau terjadi lupa akan suatu ayat atau kata, skip dulu bagian tersebut dan lanjut ke ayat selanjutnya.  Nanti ketika ada waktu untuk membuka mushaf, kita lihat lagi dimana tempat kita lupa tersebut.  Usahakan hafalan mutqin ini dibaca 2-4 juz per harinya (tergantung jumlah hafalan yang dimiliki). Hafalan yang kita bawa dari poin pertama juga dimasukkan ke dalam poin kedua setelah melewati proses evaluasi. Usahakan total seluruh hafalan khattam dibaca selama seminggu, lebih cepat lebih baik.
Ketiga, menambah hafalan baru.  Setelah selesai melakukan poin pertama, barulah bisa kita menambah hafalan kita.  Awali proses menghafal dengan membuat target harian.  Mulai dari yang kecil terlebih dahulu seperti ½ halaman saja per hari.  Berikut poin metode dalam melakukan ziyyadah hafalan:
1. Malam hari sebelum tidur, baca ayat yang akan kita hafal beserta maknanya.  Gunakan murottal juga untuk mengetahui letak waqaf (berhenti) dan ibtida’ (mulai) yang tepat supaya makna Alqurannya juga tepat.
2. Usahakan bangun tidur sebelum subuh.  Hafalkan setelah shalat tahajjud dan bermunajad kepada Allah di 1/3 malam.  Setelah itu, mulai menghafal dengan membaca ayat satu per satu diulang-ulang sampai kita yakin bisa membacanya tanpa melihat mushaf.
3. Setelah jumlah ayat dalam target kita tercapai, gabungkan seluruh ayatnya yang telah di hafal dengan membacanya berulang-ulang sampai kita yakin bisa membacanya tanpa melihat mushaf.  Lebih banyak pengulangan lebih baik dan bacalah dengan cara hadr (cepat).  Apabila hafalan belum selesai sudah masuk waktu subuh, lanjutkan setelah subuh.  Jangan tidur!
4. Setorkan hafalan baru kepada istri, teman, ustadz, syaikh, dll.  Kemudian ulangi hafalan baru kita ini 3-4 kali tanpa melihat mushaf dalam satu hari.  Evaluasi juga per ½ juz dengan cara yang sama dengan poin pertama.  Jangan menambah sebelum lulus tahap evaluasi.
5. Masukkan hafalan-hafalan baru ini kedalam hafalan yang dibaca pada poin kedua setelah lulus tahap evaluasi.  Begitu seterusnya sampai total hafalan kita 30 juz.
6. Ikuti kelas Bahasa Arab.  Insyaallah Bahasa Arab akan sangat membantu proses menghafal dan memahami Alqur’an.
7. Ikuti kelas Tahsin.  Insyaallah bacaan yang baik akan memudahkan kita untuk menghafal Alquran.  Penulis menyarankan untuk mengikuti kelas tahsin terlebih dahulu sebelum memulai proses menghafal.  Akan sulit memperbaiki hafalan apabila memiliki masa lalu bacaan yang kelam.
------------------------------------------------------------------
Sebagai gambaran dan insprasi, Al Ustadz dahulu menghafal lima juz dalam setahun ketika kelas satu SMP.  Kemudian di tahun kedua dengan izin Allah bisa menghafal 20 juz.  Dan di tahun ketiga beliau melalui proses evaluasi yang panjang dan akhirnya bisa menyelesaikan lima juz terakhir.  Awal menghafal di tingkat pertama, target beliau hanya lima baris per hari.  Naik terus perlahan sehingga di lima juz terakhir, beliau bisa menghafal ½ juz per hari.  Bahkan ketika menyentuh juz 25, beliau hafalkan hanya dalam waktu semalam saja.
Semoga bisa menginspirasi kita semua dan menjadi kebaikan yang berlipat ganda bagi Al Ustadz yang telah “membocorkan” rahasianya.  Menghafal Alqur’an adalah proyek seumur hidup.  Jadi, jangan pernah tanyakan kapan kita akan selesai menghafal 30 juz, tetapi tanyakan kapan kita akan memulainya.  Berdoalah kepada Allah supaya diberikan keikhlasan dan kemudahan dalam menghafal Alquran.  Wallahu ta’alaa A’lam.
Akhukum,
Abu Hawary
Indramayu, 9 Sya’ban 1438 H | 6 Mei 2017 M.


Bismillah...

Sahabat pembaca yang saya banggakan...

Masih ingat sudah berapa lama Anda mengikuti tulisan di blog saya? Saya yang tidak pernah mengenal Anda secara spesifik dan hanya tahu dari angka statistik pengunjung, tentu selalu ingin memberikan yang terbaik agar bisa enak untuk dibaca. Anda yang mengikuti sejak awal tentu tahu perubahan-perubahan yang terjadi di blog ini. Baik dari segi tampilan, tema, konten, isi, pembahasan, fokus utama, dan perubahan template yang ga selesai-selesai. Hehe...

Bagi saya itulah transisi. Sejak awal saya berniat untuk menjadi seorang penulis blog, saya hanya ingin terus berbagi. Motto saya sejak awal adalah "get less give more, life for giving". Ungkapan tersebut sangat sarat makna, memproyeksikan segala pengetahuan yang saya dapat dan apa yang ingin saya lakukan, bahwa memberi adalah cara terbaik untuk mendapatkan hal yang baru, meskipun tujuan adalah apa yang di hati. Maka dari situ, saya selalu ingin berinovasi. Baik dengan mencoba menshare artikel yang saya sukai, nasyid-nasyid (saya minta maaf jika pernah memberi link download konten berhak cipta hehe, itu saya lakukan ketika masih di SMA), atau informasi menarik lainnya yang saya harapkan bisa disukai orang.

Dan kini, saya kembali ingin memberi perubahan besar. Saya sadar sudah lama sekali vakum dari ngeblog, hampir tiga tahun sepertinya. Semua karena kesibukan saya dengan hal-hal yang menurut saya perlu prioritas waktu yang lebih untuk diporsikan. Saya akan mencoba memulai lagi, dari nol, dengan hal yang baru. Insyaallah saya akan menulis lagi, tetapi kini dengan tema khusus. Saya memilih tema pendidikan, psikologi dan anak. Karena di bidang itulah saya memfokuskan diri saat ini. Tema lain mungkin akan keluar sekali-sekali sebagai penambah cita rasa, hehe.

Saya akan mulai meremove postingan-postingan lama, khususnya link download (kecuali yang legal), tulisan copas, berita umum, opini lama, dsb. Untuk koleksi Nasyid, anda bisa langsung kunjungi http://nasyidcloud.blogspot.com.

Saya ingin sekali bisa menulis dengan rutin, tetapi saya selalu merasa semuanya belum tepat. Ilmu menulis saya masih mentah, sehingga tulisan saya ya begitu-begitu saja, hambar hehe. Tapi saya berfikir, kapan akan mulai bisa menulis jika tak pernah memaksa diri utnu bisa?

Yap, intinya saya mohon doanya serta dukungannya dari pembaca semua. Saya yakin disana ada orang yang terus mengikuti perjalanan saya hingg kini, yang kadang kecewa karena ada hal yang hilang dan berubah, sehingga dia tidak menemukan apa yang dulu dicari di sini. Saya sangat minta maaf. :)

Jika ada saran atau masukan, jangan lupa komen di bawah. Satu komentar anda cukup membuat saya merasa bahwa saya punya rekan yang menemani saya menyusuri perjalanan.

I'm Faqih Jauzy, and as always, Keep Giving your Best! :)




Bismillah... 

Di sinilah kita, menghabiskan masa kecil kalian bersama. Dan suatu saat aku akan semakin menua. Aku bukan Kapten Hook, dan kalian bukan Peterpan dengan laskar kecilnya, yang terjebak dalam sebuah pulau antah berantah, yang tak pernah tumbuh dan bertambah usia. Tapi kita akan terus berlayar, dengan kapal kecil kita. Kita adalah Ibnu Batutah. We are Explorer. Kita sedang menulis sebuah cerita, dan membayangkan sebuah akhir yang bahagia.

Kalian adalah harapan yang merubah setiap langkah menjadi doa. Akan kubisikkan sebuah memori singkat ketika kalian dewasa, "Masih ingatkah kalian padaku?"

Kawan kecilku, jika ada doa yang tak mungkin terkabul, itu adalah doa supaya kalian terus menjadi anak-anak, dan tertawa bersama. Tapi, aku akan terus bahagia, mengikuti lari kecil kalian, to make the world a better place. Sampai aku tertatih, dan tak mampu berdiri. Biarkan aku menjadi saksi, yang akan menambah kekaguman Tuhan pada kalian kelak.

Allahumma.

Bismillah... Pada suatu hari, Aku terkena musibah. Ketika itu di sekolah, Adzan Dzuhur telah berkumandang, dan Aku yang saat itu berlarian bersama temanku menuju masjid tiba-tiba terpeleset ke kali kecil area sekolah karena tidak hati-hati. Aku mengalami cedera serius di bagian telinga dan harus dijahit. Aku pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah pulang dari rumah sakit, Aku kembali ke sekolah untuk mengambil tas. Ternyata siang itu pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) sudah dimulai, dan yang mengajar adalah seorang Ustadz lulusan Pondok Tahfizh. Sayang sekali, Aku tidak bisa mengikuti pertemuan pertama tersebut, karena Aku harus pulang.

Beberapa hari kemudian, luka jahitanku mulai pulih. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Hari itu adalah hari Ahad, Aku membuat janji dengan seorang temanku untuk berkunjung ke pondok Tahfidz kediaman ustadz pengajar BTA-ku. Di sana, kami diajak mengelilingi komplek pondok, bermain bola, nonton film islami, dan bahkan kami diajari memanah. Aku dan temanku sangat menikmatinya.

Menjelang sore hari, Aku dan temanku pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Aku membuka tasku, ternyata ada sebuah buku baru yang diberi Ustadzku. Buku tersebut berjudul ‘Kecil-kecil jadi Hafidz.’

Setelah kubuka dan kubaca, ternyata buku tersebut berisi kaedah menghafal Al-Qur’an. Aku menjadi terdorong untuk menjadi seorang Penghafal Al-Qur’an seperti ustadzku. Dan keesokan harinya, Aku bersyukur karena Aku bisa menghafal surat An-naba’ dalam waktu singkat. Masyaallah!

Di sekolah, Aku pergi menemui ustadzku di Masjid untuk setoran hafalan. Aku berfikir, dalam waktu singkat saja Aku bisa menghafal 1 surat, bagaimana kalau dalam waktu 1 bulan?

Dan waktu berlanjut, Aku ingin menghafal juz 30. Akhirnya Aku berhasil menyetorkan beberapa surat panjang yang ada di Juz 30, dan kini masih dalam proses penyelesaian. Aku sangat bersyukur, Aku bisa begini karena ada seseorang yang memotivasiku untuk menghafal Al-Qur’an. Itu adalah ustadzku, beliau kuanggap sebagai kakakku sendiri, dialah yang telah menyemangatiku setiap hari.

Dan Aku sangat sayang kepada ustadzku itu.

(True Story from my lovely student: Naufan. Keep being a good boy)



"Surat Yusuf dibuka Allah dengan kalimat, 'Nahnu Naqushshu 'Alaika Ahsanal Qashash', Kami ceritakan padamu sebaik-baik kisah", tutur Brother Nouman Ali Khan di hadapan Syaikh Fahd Salim Al Kandary. "Dan bukankah di dalam Al Quran ada Surat Al Qashash? Maka apakah hubungan di antara keduanya?"

Ya.

Surat Yusuf mengisahkan seorang anak yang dibuang ke dalam sumur. Surat Al Qashash menceritakan seorang bayi yang dilarung ke dalam Sungai Nil.

Surat Yusuf menyebutkan sebab dibuangnya adalah bisik-bisik syaithan kepada sekelompok saudara sang bocah yang diamuk dengki. Surat Al Qashash mempersaksikan bahwa si mungil itu dibuang atas bimbingan wahyu Allah.

Surat Yusuf mengisahkan bahwa para kakak lelaki adalah sebab perpisahan dengan orangtua. Surat Al Qashash menceritakan bahwa kakak perempuan adalah sebab pertemuan kembali sang bayi dengan si ibu yang kan menyusui.

Surat Yusuf fokus menggambarkan sang Ayah; sedihnya, tangisnya, aduannya kepada Allah, bahkan sejak sang bocah mengisahkan mimpi yang dia tahu akan menyebabkan masalah jika didengar anak-anaknya yang lain. Surat Al Qashash konsentrasi melukiskan Sang Ibu; dukanya, galaunya, doanya; sejak dia melahirkan di suasana adanya Raja yang membunuh bayi-bayi, juga karena mimpi.

Di Surat Yusuf kita bertanya, "Di mana ibunya?", dan di Surat Al Qashash kita bertanya, "Di mana ayahnya?" Seakan keduanya bergabung memberi pelajaran berpasangan pada para ayah dan para ibu.

Dalam Surat Yusuf, perpisahan dengan ayah akan berlangsung bertahun-tahun lamanya. Dalam Surat Al Qashash perpisahan dengan sang ibu hanya akan terjadi beberapa saat saja.

Dalam Surat Yusuf, yang menemukan si bocah di pasar budak adalah seorang Pria Bangsawan, Al 'Aziz. Dalam Surat Al Qashash yang menemukan si bayi adalah Sang Permaisuri, Imra'atu Fir'aun.

Kedua penemu, baik di Surat Yusuf maupun Surat Al Qashash sama-sama berkata, "'Asaa an yanfa'anaa aw nattakhidzahu walada... Boleh jadi dia akan bermanfaat bagi kita, atau kita ambil saja dia sebagai anak." Yusuf menjadi manfaat dengan dijadikan budak. Musa menjadi Pangeran dengan dijadikan anak.

Kedua anak itu akhirnya tumbuh dewasa, dan keduanya diuji oleh Allah. Yusuf diuji di dalam istana tuannya, dengan ujian nafsu syahwat. Musa diuji di luar istana ayah angkatnya, dengan nafsu amarah.

Yusuf tidak bersalah dalam peristiwa yang menimpanya, sedang Musa dalam Surat Al Qashash bersalah hingga membunuh dalam kejadian yang dialaminya. Keduanya punya saksi. Saksinya Yusuf meringankannya dengan menunjuk baju yang sobek di belakang. Saksinya Musa justru menariknya untuk khilaf nyaris kedua kalinya. Tapi akhirnya Yusuf yang tak bersalah justru masuk penjara, sementara Musa yang bersalah lolos melarikan diri ke Madyan.

Kisah Yusuf bermula di luar Mesir, dan berakhir di Mesir. Kisah Musa bermula di Mesir, dan berakhir di luar Mesir.

Masyaallah. Saya tulis tadabbur menakjubkan ini dalam bahasa bebas dengan penambahan dengan pengurangan, dengan ketakjuban Syaikh Fahd Al Kandary yang telah menghafal Al Quran sejak usia 15 tahun.

Tabaarakarrahman, aktsarallaahu amtsalak ya Ustadz Nouman Ali Khan.

Dari kaitan kisah Si Tampan Yusuf dan Si Gagah Musa, tiadakah kita tergerak untuk kian menyimak kisah dan perumpamaan dari Kitab yang menakjubkan?

#tadabburdaily

Bismillah...

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mepelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori)

Sebaik-baik generasi adalah yang tetap berpegang teguh pada kitabullah di saat banyak orang meninggalkannya.

Umat ini akan selalu tertinggal bahkan tertindas ketika mereka meninggalkan Al Qur’an dan hanya menyimpannya saja di dalam lemari hingga usang.

Sebaliknya kemulian islam akan teraih kembali ketika mereka memegang teguh Al Qur’an dan menjadikannya sebagai petunjuk dari segala permasalahan yang ada. Allah berfirman dalam surat Fussilat ayat 26.

 وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَا تَسۡمَعُواْ لِهَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ وَٱلۡغَوۡاْ فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَغۡلِبُونَ ٢٦

Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka.

Seperti yang kita lihat sekarang, orang orang kafir berhasil menguasai umat islam di segala lini karena mereka berhasil menjauhkan umat islam dari Al Qur’an. Mereka berusaha dengan berbagai cara untuk menjauhkan umat islam dari Al Qur’an terutama para pemudanya karena inilah kunci mereka untuk mengalahkan umat islam.

Maka dari itu kunci awal untuk mengembalikan kemuliaan islam adalah dengan menyadarkan kembali umat ini akan pentingnya berpegang teguh pada Al Qur’an, mencetak generasi Qur’ani sebagai Agent of Change yang siap membela dan meninggikan Kalimatullah di muka bumi ini.

Pondok Pesantren sebagai sarana pendidikan yang didalamnya diajarkan Al Qur’an tentu menjadi solusi terbaik untuk mencetak para generasi Qur’ani yang akan mengembalikan izzatul islam.

Berikut beberapa pondok pesantren di Sukoharjo yang berbasis pada Al Qur’an, mencetak para generasi penghafal Al Qur’an sebagai ‘agen perubah’ umat ini.

1. MA’HAD ALY BAITUL HIKMAH

Ma’had Aly Baitul Hikmah yang beralamat di Jl. Raya Solo - Sukoharjo Km. 10 Sukoharjo, Jawa Tengah adalah lembaga pendidikan setara Diploma Tiga (D3) yang berdiri pada tahun 2008. Selain fokus pada program tahfizh Qur’an juga program utama lainya adalah dirosah islamiyah.
Berikut visi dan misi Ma’had Aly Baitul Hikmah

VISI

Menyiapkan da'i yang hafidz berjiwa mujahid dan berintelektualitas ulama sebagai solusi atas problematika ummat.

MISI

1. Mempelajari dan menjaga Al-Qur'an yang merupakan satu diantara peninggalan Rasulullah Saw. yang abadi hingga akhir zaman.
2. Mempersiapkan generasi Qur'an yang memiliki pemahaman yang benar terhadap Al Qur'an serta mampu mengimplementasikannya secara kaffah.
3. Menyelenggarakan program pendidikan tinggi Islam profesional berbasis boarding school dengan konsentrasi pendidikan kader dan peningkatan sumber daya ummat

TUJUAN

1. Sebagai wadah untuk estafet generasi penerus dalam tafaqquh fiddin yang pernah dibentuk oleh Rosulullah dalam mencetak Ulama' Amilin fi sabilillah yang berdedikasi sebagaio seorang Hafidz, Mu'allim, Dai, dan Mujahid fie sabilillah.
2. Mejadi fasilitas tersedianya SDM yang mumpuni untuk bekerja mengemban misi Islam yang kaffah.

Informasi lebih lengkap dapat di lihat di http://www.baitulhikmahsukoharjo.com

2. PPTQ QORYATUL QUR’AN

Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an ”Qoryatul Qur’an” Kauman berdiri pada 15 Juni 2011 bertempat di Dusun Kauman, RT : 01/06 Kelurahan Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo.

Visi misi Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Qoryatul Qur’an adalah:

Visi Pesantren :

Menjadi pusat kegiatan pendidikan berbasis Al-Qur’an dan sains yang dikelola secara professional.

Misi Pesantren :

· Mencetak para penghafal Al Qur’an.
· Menyelenggarakan program pendidikan berbasis Al-Qur’an dan sains.
· Menjadi pusat sarana pengembangan system pembelajaran Al-Qur’an
· Pembinaan generasi muda agar memiliki akhlaq Qur’ani
program yang ada terdiri dari:
(1) Program Unggulan Ponpes:

Hifdzul Qur’an (Menghafal Al-Qur’an).

Hifdzul Mutun (Hadits & Matan-matan pelajaran Aqidah, Nahwu Shorof)
Penguasaan bahasa Arab dan materi-materi pokok agama.

(2) Jenjang program pendidikan terdiri dari:

  1. Mutawasithah/ Tsanawiyah selama 3 tahun (setingkat SMP)
  2. Aliyah selama 3 tahun (setingkat SMA)
  3. TQD selama 3 tahun

PPTQ Qoryatul Qur’an juga membuka unit putri yang terletak di dusun Pucung, Karangmojo, Weru yeng berjarak sekitar 1 kilo dari Ponpes Putra. Informasi lebih lanjut klik https://qoryatulquran.wordpress.com

3. PPTQ ULUL ALBAB

Pesantren yang beralamatkan di Telukan, Godog, Polokarto ini mempunya visi “Membentuk Generasi Qur’ani Hafizh/Hafizhah yang Bermanhaj Salaf”. Program yang di buka diantaranya

-Program Ibtida’i (Putra)

Program untuk lulusan TK atau sederajat dengan program pendidikan selama 6 tahun, dengan target:
  1. Bisa membaca AL-Qur’an dengan baik dan benar.
  2. Mampu menghafal Al-Qura’an minimal 10 juz.
  3. Menguasai ilmu-ilmu syar’i dan pengetahuan umum setingkat SD (kurikulum pesantren dan WAJARDIKDAS)

-Program Tsanawi (Putra/Putri)
Program untuk lulusan SD/MI dengan program pendidikan selama 4 tahun, dengan target:

  1. Mampu menghafal AL-Qur’an 30 juz.
  2. Menguasai ilmu-ilmu syar’i dan pengetahuan umum setingkat SLTP (kurikulum pesantren dan WAJARDIKDAS)

-Program TQP (Tahfizh Qur’an Plus) (Putri)
Program untuk lulusan SLTP/MTs/SLTA/Aliyah dengan program pendidikan selama 4 tahun, dengan target:

  1. Mampu menghafal AL-Qur’an 30 juz.
  2. Menguasai ilmu-ilmu syar’i
  3. Siap diterjunkan untuk menjadi pembimbing atau guru tahfizh Al-Qur’an.untuk informasi lebih lanjut kunjungi http://ululalbab.or.id

4. PP DARUL FITRAH

Terletak di dusun Nuricik Rt 03/V Grajegan Tawangsari Sukoharjo. Selain Tahfizh, PP Darul Fitrah Juga mempunya program unggulan dibidang Informasi Teknologi (IT). Sangat cocok bagi yang ingin menghafal Qur’an sekaligus menguasai ilmu IT. PP Darul Fitrah membuka program pendidikan setara SMP/MTs dan juga Aliyah/SMA. Informasi lebih lengkap kunjungi http://darulfithrah.com

5. PPTQ ATTAQWA

PONDOK PESANTREN TAHFIZHUL QUR’AN ATTAQWA terletak di desa Pengkol, Nguter Sukoharjo. Membuka program pendidikan tahfizh Qur’an untuk jenjang setara lulusan SD/MI. PPTQ Attaqwa mempunya visi “Mencetak hafizh dan hafizhah yang bermanhaj salaf dan mempunyai pengetahuan umum”.

PPTQ Attaqwa juga membuka unit putri yang beralamatkan di desa Lawu, Nguter Sukoharjo
Informasi lebih lanjut bisa kunjungi http://www.el-taqwa.com

6. PONDOK PESANTREN WIRAUSAHA TAHFIDZUL QUR’AN AL ABROR

PondokPesantren (Ponpes) Wirausaha Tahfidzul Qur’an Al Abror beralamat di Islamic Centre Taqiyya Rasyida Kartasura Sukoharjo Jawa Tengah (Jateng). Sesusai dengan namanya Ponpes ini selain mempunyai program tahfizhul Qur’an, juga fokus di bidang entrepreneurship atau kewirausahaan. Berikut visi misi dan kurikulum ponpes A Abror:

VISI : Mendidik generasi muslim yang qur’ani (hafal, faham, amal, istiqomah) berwawasan, berkompetensi, dan berjiwa pemimpin.

MISI :
1. Mengembangkan pendidikan dengan uswatun hasanah berbasis kemandirian
2. Bekerjasama dengan pengajar dan praktisi yang berkompeten
3. Mengembangkan pendidikan aplikatif dengan sentuhan vokasi
4. Mengembangkan pendidikan dengan keseimbangan Spiritual Quotient, Emotional Quotient, Intelectual Quotient, dan Adversity Quotient

5. Melakukan Double Loop Learning System.
6. Link and Match program
7. Penerapan greenschool

KURIKULUM :

1. Tahsin dan tajwid sesuai standar Qiraah Aa’shim Riwayat Hafs Thariq Syathibiyah.
2. Bahasa Arab besarta Dasar Nahwu dan Sharaf
3. Ulumul Qur’an.
4. Life skill (Pembekalan skill duniawi, agribisnis dan teknologi).
5. Hifdzil Qur’an dengan 13 Metode Tahfizh.
6. Internship/pemagangan/manajemen proyek.

PEMBOBOTAN MATERI : 40% entrepreneurship, 45% tahfidz, 15% dirosah Islamiyyah


7. PONPES DARUL IHSAN

Darul lhsan, adalah sebuah Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa untuk anak usia Sekolah Dasar. Berlokasi di Desa Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Semua gratis alias tidak dipungut biaya.Pesantren memiliki tiga keunggulan yang hendak dibangun, yaitu:Tahfidz Al-Qur'an, Bahasa Arab, dan Bahasa lnggris.
Informasi lebih lengkap klik http://darulihsansolo.blogspot.co.id

8. Ma’had Tahfizhul Qur’ani Insan Qur’ani

terletak di desa Karanglo, Waru, Baki, Kab. Sukoharjo dengan nama Ma’had Tahfidzul Qur’an Insan Qur'ani.

Visi & Misi Ma’had Insan Qur’ani

Visi
Mencetak Santri yang berakidah shohihah, berjiwa qowiyah dan berwawasan luas.

Misi
1. Mendirikan dan mengembangkan pola pendidikan tahfizhul qur’an terpadu yang berbasis pesantren.
2. Mensyi’arkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat.
3. Mengembangkan pusat kajian dan keilmuan Al-Qur’an.
Tujuan

Terbentuknya pribadi hafizh yang memiliki kepekaan terhadap masalah umat dan perkembangan zaman serta aktif dalam dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar

Informasi lainnya bisa dilihat di http://www.insan-qurani.com

Bismillah...

Di postingan sebelumnya, saya telah menjelaskan mengenai masalah apakah Sami Yusuf Syiah ataukah Sunni.

Suatu saat Sami Yusuf mengadakan sesi tanya jawab di laman facebook resminya. Ada ribuan pertanyaan yang terkirim dari para fansnya, dan hebatnya Sami begitu kuat membalas pertanyaan tersebut, meskipun tidak semuanya. Pertanyaan tersebut bermacam-macam dan bbanyak penanya yang puas dengan jawaban Sami Yusuf. Ada salah satu fans yang bernama UMM Ameer yang melontarkan pertanyaan menarik, yang menurut saya bisa menjadi bukti apakah Sami Yusuf Syi'ah atau bukan.

Salam Sami...

Inna fil Jannati” sebuah klip yang memukau... Pertanyaan saya adalah mengapa Anda merilis lagu ini pada saat ini sementara “Syi'ah dan Sunni” sedang berperang besar sekarang?”

Jawaban:

Yang terhormat Ummu Amir, 

Terimakasih untuk pertanyaan Anda yang baik. Keputusan untuk merilis “Inna fil Jannati” dibuat berbulan-bulan yang lalu  murni karena ia (lagu/sya'ir?) begitu tua dan, saya yakin, sangat indah sekali. Akan tetapi, saya juga dengan sengaja ingin menyentuh persoalan ini karena saya yakin kebanyaka Muslim (khususnya Muslim modern) telah tanpa sadar dibawa untuk mempercayai bahwa mencintai Ahlul Bait (yang wajib atas seluruh Muslim) adalah persoalan sekte. Ada pergerakan menyeluruh di luar sana yang mengobarkan sejenis retorika yang jelek dan berbahaya. Kita melihat akibatnya yang tak merugikan di depan mata (korban, permusuhan, pengrusakan warisan kita). Kebanyakan Muslim tidak sadar bahwa hubungan antara cabang-cabang Islam yang berbeda-beda ini adalah mentradisi, besar, jalin menjalin dan jauh lebih rumit dari apa yang tampak di mata di dunia dewasa ini. 

Tahukah Anda bahwa, misalnya, institut Sunni terpenting di dunia (al Azhar al Syarf) yang terdapat di Kairo dibangun oleh Muslim Syi'ah Ismailiyah. Atau bahwa ada kemungkinan yang sangat kuat bahwa Ibnu Sina atau Ibnu al Haitsami  pernah belajar di sekolah Ja'fary? Yang menarik, itu tidak diketahui oleh kebanyakan ulama/sarjana karena tak ada orang yang mau repot-repot bertanya. Mereka SEMUANYA Muslim dan diberkahi menjadi demikian. Tak ada yang pernah peduli mengajukan pertanyaan-pertanyaan demikian. Cerita demikian tak terhitung banyaknya. Juga, telah sering terjadi penikahan silang di antara cabang-cabang ini seperti yang dapat disaksikan di Irak, Suriah, dan lain-lain. Retorika sektarian dan sangat jelek ini tidak pernah ada dalam kejiwaan Muslim utama di dunia Muslim tradisional. Itu adalah hal baru dan berkobar karena geopolitik regional juga ideologi-ideologi (atau sekte-sekte) literalis dan drakoni yang dibuat beberapa ratus tahun yang lalu. Tujuan album ini adalah memperlihatkan sifat multihued dan tradisi musik Islami yang genius (milik kita bersama) dan menyajikan kontra-naratif terhadap ektrimisme (modern) yang kita hadapi, kalau bukan diadu, mengancam kesistensi kita sebagai satu ummat. Tuhan memberkahi Anda.

----

Jawaban diatas barangkali bisa menjadi bukti kuat, Apakah Sami Yusuf Syiah atau bukan. Sami masih menganggap Syiah bagian dari Muslim, dan itu adalah pernyataan Salah. Syiah adalah sekte menyimpang, dan sama sekali bukan ISLAM! Bagi para fans Sami Yusuf, waspadalah!




Bismillah...




Saya bingung bagaimana melanjutkan penulisan skripsi saya. Saya merasa tidak punya pegangan kuat untuk mengangkat tema yang akan saya bahas. Buku yang menjadi referensi utama dalam mengungkapkan gagasan saya untuk membahas "Studi kritis terhadap ISIS: dalam perspektif teori konspirasi dan historis", ternyata ditulis oleh seorang penganut syiah. Bagaimana mungkin saya mengambil pendapat seorang syiah untuk menguatkan pendapat saya?
Bismillah...



Saya masih deg-degan setelah menonton video klip terbaru Sami Yusuf yang berjudul 'Inna Fil Jannati', sebuah single terbaru dari album terbarunya yang bertajuk 'Barakah'. Antara percaya atau tidak, setelah mendengar lirik lagu tersebut, saya berhasil menghubungkan benang merah yang selama ini berserakan. Jika tidak berlebihan, saya hampir shock. Karena saya tidak menyangka, munsyid bersuara merdu favorit saya ini telah melakukan hal yang selama ini saya takutkan, yang selama ini saya cemaskan. Apakah Sami Yusuf Syiah?
Bismillah...


Sudah pernah mendengar nama munsyid yang satu ini bukan? Humood AlKhudher, yang namanya tiba-tiba melambung tinggi di seantero asia setelah merilis sebuah album terbarunya berjudul Aseer Ahsan. Siapakah dia?

Humood AlKhudher lahir di Kuwait pada tahun 1989 dan menghabiskan beberapa tahun masa kecilnya di Inggris sebelum kembali untuk menetap di Kuwait. Minat dan semangat untuk seni tampak jelas dari usia muda. Humood telah merilis banyak single dan video selama dekade terakhir, dan telah menyelesaikan album debutnya yang dirilis oleh Awakening Records.

Baca lengkap di NasyidCloud

Bismillah...

"Menjadi manusia sempurna memang tidak mungkin. Tapi menjadi manusia yang mampu menjadi rujukan manusia di zamannya dan generasi setelahnya tidaklah mustahil. Bukan untuk keren-kerenan, namun demi teraihnya nilai plus di sisi Allah. Sejarah Islam demikian kaya akan lembaran-lembaran yang mencatat manusia hebat yang menjadi rujukan kebaikan bagi orang-orang setelahnya."
Bismillah...

Saya adalah penggemar nasyid. Nasyid banyak menginspirasi saya. Munsyid yang paling sering saya dengarkan suaranya antara lain Mishary Alafasy, Ahmad Bukhathir, Sami Yusuf (SY), Aboo Ali, Raihan, Maher Zain, dll. Saya mulai selektif untuk mendengar nasyid yang tidak bermusik semenjak kelas 2 SMA. Saya akan mencari versi Vocal Only jika ada, contohnya untuk lagu milik Maher Zain. Dan khusus untuk Maher Zain (MZ), Awalnya saya tidak pernah mengenalnya.
Bismillah...

"Mari kita memberdayakan dan menginspirasi generasi baru Muslim untuk mengembangkan sendiri dalam kemampuan berpikir kreatif dan bakat sebagai alat yang kuat untuk perubahan yang positif."


Sebuah platform baru yang menarik untuk Muslim Change Makers telah dirilis. Pada acara Dubai, salah satu pendirinya, Peter Gould menjelaskan bagaimana www.creativeummah.com berfungsi sebagai pusat bagi umat Islam di seluruh dunia untuk terhubung dan berbagi pengetahuan dan ide-ide, memamerkan karya mereka dan berpartisipasi dalam tantangan global bersama-sama.

Creative Ummah

Menangkan Hadiah Trip Ke Qatar!


Peter juga mengumumkan kerjasama dengan Al Jazeera untuk mendukung bakat kreatif generasi   Muslim berikutnya - ini adalah cara yang fantastis untuk memunculkan bakat supaya menarik perhatian dan memenangkan hadiah perjalanan ke Qatar. Ikuti tantangannya disini!




Connect-Box(homepage)
FILOSOFI

Kita mungkin dipisahkan oleh sekat-sekat geografis, tapi kita semua masih terhubung dengan denyutan nadi yang mengirim gelombang sinyal melalui setiap orang dari kita.

"…Kami menciptakan kamu dari satu (pasangan) dari laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kamu menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling mengenal ... "Qur'an (49:13).

Filosofi kami adalah untuk memberdayakan orang-orang yang kita sayangi dengan memelihara pertumbuhan pribadi dan memungkinkan orang untuk belajar di lingkungan yang mendorong pemikiran kreatif dan ekspresi. Jadi berpikir di luar kotak, berani bermimpi dan ketika Anda melakukannya, pastikan Anda bermimpi besar!

Pendaftaran gratis dan sekarang terbuka! Apakah Anda memiliki keterampilan atau pengetahuan untuk berbagi dengan umat? Kami akan senang mendengar dari Anda.

Buruan gabung! Kunjungi www.creativeummah.com sekarang juga!

Bismillah...

Syaikh Mishary bin Rasyid Ghareeb Al-Afasy atau yang lebih dikenal dengan Mishary Rasyid Alafasy adalah seorang Qari', Hafidz, Munsyid, Penyair, dan Imam yang lahir di Kuwait pada 5 September 1976 (Minggu 11 Ramadhan 1396 H). Bagi kita yang hobi mendengar bacaan murottal Al Qur'an atau yang suka mendengar nasyid Arab Islami mungkin sudah tidak asing lagi dengan beliau.

Sejak tahun 2004 hingga tahun 2014 ini, beliau sudah merilis 10 buah album nasyid dengan total dua ratus lebih nasyid dan syair. Belum terhitung dengan album rekaman Murattal Al-Qur'annya. Album-album beliau ini sudah sangat dikenal di seantero timur tengah, Asia Tenggara, Eropa hingga Australia. Beliau juga sering melakukan tour show ke beberapa kota di dunia.

Playlist ini berisi 206 lagu, total waktu 14:27:28 Jam, dari 206 nasyid milik Syaikh Mishary Alafasy dari seluruh album nasyid beliau. Judul nasyid-nasyid tersebut antara lain: Suriah, Rahman Rahman, Shahbitak Sam'itak, Ya Marhaba, Adhfaita, Maal Habib, Ya Makaan, Lilharam, Ramadhan, Thalaal Badru, Banaat Ar-Reeh, Laily, La'aady, Adh Dharir, Ya Aqso, Ad'uka, Ana Abdu, Inta Min, Assalam dan lain-lain.

Sobat juga bisa langsung mendownload nasyid terpopuler tersebut. Ingin mendownload lagu yang tak memiliki tombol download di soundcloud? Temukan tipsnya disini. Semoga menikmati!



Atau bagi yang kesulitan mendownload dengan soundcloud, bisa download satu persatu disini!

Bismillah...



Hari ini tanggal 1 Januari 2015, mimpi apa lagi yang akan kita gapai? Saya yakin sobat sudah merancang rencana-rencana super keren lagi tahun ini setelah tahun lalu berhasil melewati semua dengan sabar dan syukur atau ada yang belum berhasil? Semoga saja tidak.

Tahun kemarin sudah cukup menjadi pelajaran buat kita. Apa saja yang sudah ita siapkan untuk hari-hari berikutnya? Oh sure, kita butuh sedikit inspirasi setelah lelah tertatih menyingkirkan duri-duri tajam penghambat jalan (ciee.. so puitis). Inspirasinya dari mana ya? Mungkin film pendek berikut ini akan memberikan inspirasi untuk terus semangat mengeksplor dunia tanpa lupa mengimajinasian dan bersiap untuk The Hereafter (akhirat). Film yang juga berhasil menginspirasi saya...

Film ini di produksi oleh Petronas. Setiap tahun, Petronas (perusahaan sumberdaya Malaysia) merilis  iklan hari raya yang kreatif lagi menyentuh hati dibalik pesan-pesan yang disampaikan. Pada tahun 2012 lalu, ada sebuah short film dari Petronas yang menurut saya begitu inspiring, selain pengambilan adegannya yang keren.

SINOPSIS:

Film pendek ini mengisahkan Erman, seorang insinyur Petronas yang ditempatkan di Asia Tengah, mencoba untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan jauh dari kampung halaman, ketika jalan hidupnya menemukan dia dengan seorang anak lelaki kampung, Jeyhun. Erman dan Jeyhun awalnya tidak mengenali satu sama lain, setiap langkah membawa mereka lebih dekat untuk mengenali potensi diri mereka yang sebenarnya, dan membawa perubahan pada orang di sekeliling mereka. Ini cerita tentang perjalanan seorang pria untuk mengenali dirinya sendiri dan eksplorasi makna hidup.

















Film pendek raya Petronas yang lalu banyak berkisar pada cerita-cerita di Malaysia, tetapi kali ini ia memfokuskan pada cerita yang lebih besar-peran yang dimainkan oleh Petronas di negara-negara tempat ia beroperasi. Berikut adalah film pendek dari Petronas yang berjudul 'Strangers'.

Selamat menonton!


Bismillah...

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa ummat islam sangat suka mendengarkan lantunan suara adzan yang indah lagi merdu. Selain penggerak semangat seorang muslim untuk melangkahkan kakinya ke masjid, merdunya lantunan adzan pula dapat menjadi simbol sejati seorang muadzzin dimana karakteristik muadzzin sejati tentunya diharuskan memiliki suara dan lantunan yang indah lagi merdu. . Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa hal terbesar yang mampu mengusir jin adalah suara adzan.


Di kalangan kita orang Indonesia, Adzan bisa dikategorikan sebagai salah satu adat yang benar-benar dilestarikan secara turun temurun dan memiliki nilai art dan heritage. Ini bisa dibuktikan dari fakta bahwa banyak dari kalangan ummat Islam yang berada di desa pelosok dan terpencil yang masih memiliki lagu yang merdu khas kakek buyut mereka ketika melantunkan adzan di masjid-masjid mereka, meskipun ada sebagian yang terdengar biasa-biasa saja. Itulah faktanya. Tetapi zaman semakin berkembang, orang-orang zaman semakin berinovasi dan menyukai hal-hal baru.

Jika membahas lagu adzan, menurut saya versi lagu (atau biasa disebut maqam) adzan yang paling sering ditirukan oleh muadzzin di masjid-masjid kampung atau perkotaan adalah versi Hijazy ala adzan Masjidil Haram, Rast ala Qari Muammar, atau adzan Nahawand yang menurut pengalaman saya pertama kali terdengar dari muadzzin Malaysia, atau adzan Bayaati yang paling biasa didengar. Padahal jika mau, ada banyak jenis lagu yang bisa digunakan, asal mau memperdalam ilmu melagukan suara dan memiliki wawasan yang luas dalam bidang seni qiraatil qur'an.

Saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya semasa mondok di Pesantren dahulu. Di kampung saya sudah menjadi hal lumrah, bahwa lagu-lagu seperti yang saya sebutkan diatas (bagi yang tidak faham harap maklum hehe) adalah adzan yang paling indah, paling signifikan dan paling disukai oleh masyarakat, sehingga para muadzzin dikampung saya pun tidak memiliki pilihan lain selain lagu-lagu tersebut.

Pada suatu hari saat waktu Dzuhur tiba, saya memberanikan diri untuk menggunakan adzan Mishary Rasyid yang masih terbilang asing dan belum pernah ada seorang pun yang menggunakannya. Waktu itu saya baru-baru belajar adzan. Dengan modal suara yang lumayan tetapi agak sedikit nervous dan lagu adzan yang belum terlalu dikuasai (hehe), akhirnya saya nekad untuk berhasil mencapai bait terakhir. Sehabis shalat saya langsung ditegur oleh beberapa jamaah bahkan muadzzin untuk tidak menggunakan adzan tersebut, "Adzanmu itu masih aneh di telinga orang, ga usah dipake dulu!", padahal menurut saya adzan tersebut amzaing banget! Ada juga yang mengatakan "Adzanmu itu terlalu dilebay-lebaykan, ndak pinek-pinek suere mek!! (artinya: jangan terlalu dibuat-buat suaramu itu (sasak)).

Mendengar teguran dari orang-orang, saya merasa agak kecewa, tetapi saya berfikir mungkin saya belum terlalu menguasai adzan tersebut, atau telinga orang-orang masih belum terbiasa dengan hal-hal baru, tetapi saya tidak patah semangat. Saya terus belajar dari kakak-kakak senior (salah satunya sepupu saya yang bernama Firdaus, sure, he has a golden sound), saya terus mengasah kemampuan. Lama kelamaan adzan tersebut mulai digemari, ditiru oleh adik-adik kelas saya, bahkan muadzzin senior. It's so cool! Alhamdulillah. :)

Back to the topic, adzan termerdu yang pernah saya dengar adalah adzan milik Syaikh Mishary Rosyid Alafasy. Saya banyak terinspirasi dari beliau dalam hal ini. Beliau adalah seorang hafidz, qari', khatib, Imam, muadzzin, munsyid, dan beliau adalah orang yang fleksibel dan benar-benar menguasai bidang-bidang tersebut, khususnya dalam bidang Adzan. Dan kemungkinan anda kaget dengan judul artikel ini, tapi faktanya beliau memang benar-benar memiliki kurang lebih 20 versi lagu adzan yang berbeda-beda. Bagi kita mungkin masih terbilang woow dan masih banyak yang terdengar asing... coba dengar adzan-adzan berikut.




Menurut lagunya, adzan-adzan diatas akan saya kelompokkan menjadi beberapa maqam/versi.Versi Shoba, Nahawand, Bayyati, Lamy, Hijaz, Sika, Kurdi, Rast, Nawa, dan Ajmi

Download

Sebelum mendownload, ikuti intruksi ini:

1. Seluruhnya adalah adzan dari suara Mishary Rashid Alafasy
2. Adzan yang bertuliskan "Fajr" adalah adzan shubuh yang didalamnya terdapat lafaz "Ash Shalaatu khairum minan naum" 
3. Adzan dikelompokkan menurut tahun, karena masing-masing memiliki nada atau lagu berbeda. 
4. Jika terdapat broken link, mohon kirim pesan ke facebook.com/faqiheljauzy
5. Selamat mendownload! jangan lupa baca Bismillah.

1. Versi Shaba


Shaba 2014 
Shaba 2014 2 
Shaba 2014 Fajr
Shaba 2014 2 Fajr


2. Versi Nahawand



Nahawand 2010
Nahawand 2014
Nahawand 2014 Fajr

3. Versi Bayyati


Bayyati 2014
Bayyati 2014 Fajr

4. Versi Lamy


Lamy 2005
Lamy 2005 Fajr


5. Versi Hijaz


Hijaz 2010
Hijaz 2013
Hijaz 2014
Hijaz 2010 Fajr
Hijaz 2013 Fajr
Hijaz 2014 Fajr

6. Versi Sika


Sika 2014
Sika 2014 Fajr

7. Versi Kurd


Kurd 2008
Kurd Hi 2010
Kurd Mine 2010
Kurd Low 2010
Kurd 2014
Kurd Low 2010 Fajr
Kurd 2008 Fajr
Kurd 2014 Fajr

8. Versi Rast


Rast 2014
Rast 2014 Fajr

9. Versi Nawa 


Nawa 2005
Nawa Atsar 2014 
Nawa Atsar 2014 Fajr  

10. Versi Ajmi 



********

Itulah 35 adzan Mishary Rasyid Alafasy, semoga bermanfaat untuk anda semua. Jika ingin mencopas artikel, tampilkan sumbernya!
Bismillah...

Suatu saat sekelompok 500 berkumpul untuk menghadiri sebuah seminar. Ditengah-tengah acara, tiba-tiba sang pembicara berhenti menyampaikan materi, dan memutuskan untuk melakukan kegiatan kelompok. Dia pun memulai dengan membagikan masing-masing satu balon per orang. Setiap orang kemudian diminta untuk menulis nama mereka di atasnya menggunakan spidol. Kemudian semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam ruangan lain.

Orang-orang kemudian dibiarkan masuk ke dalam ruangan itu dan diminta untuk menemukan balon yang tertulis dengan nama mereka masing-masing dalam jangka waktu 5 menit. Semua orang pun panik mencari nama mereka, bertabrakan satu sama lain, saling mendorong dan terjadilah kekacauan.

Waktu pun habis dan tak seorangpun bisa menemukan balon mereka sendiri. Lalu, pembicara meminta setiap orang untuk secara acak mengumpulkan balon dan memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di atasnya. Dalam hitungan beberapa menit semua orang pun mendapatkan balon mereka.

Pembicara kemudian mulai berbicara, "Hal ini terjadi dalam kehidupan kita. Semua orang panik mencari kebahagiaan dimana-mana, mereka tidak tahu dimana tempatnya.

Kebahagiaan kita terletak pada kebahagiaan orang lain. Berilah mereka kebahagiaan mereka; Anda pasti akan mendapatkan kebahagiaan Anda sendiri.

Diterjemahkan dari sebuah kisah berbahasa inggris dari fanpage #FatihSeferagic
Bismillah...

Ketika orang lain mengemukakan kesalahan atau keburukan yang kita lakukan, kayaknya susah untuk menghindar dari rasa tersinggung, sebaik apapun penyampaian yang disampaikan. Namun ternyata ada dua sikap yang muncul dari ketersinggungan itu.

Sikap Abu Lahab yang ketika tersinggung, marah dan tidak menggubris apakah yang disampaikan kepadanya benar atau salah, dan sikap Umar bin Khattab yang walau marah besar ketika tersinggung dengan dibacanya ayat Al Qur'an, namun tidak membuatnya menutup mata dan hati dari memahami apa yang disampaikan kepadanya, sehingga akhirnya dia melihat dan menerima kebenaran.

Maka jika yang diinginkan hidayah, contohlah Umar, jika isi kritikan itu benar adanya, benar faktanya, terima. Jika tidak benar adanya dan tidak benar faktanya, luruskan.

Nyerang balik, mengalihkan pembicaraan, maki-maki, namun tidak menjawab apa kritikan yang disampaikan benar atau salah .... itu maaf saja ... type Abu Lahab.

Hidayah akan terlewatkan.

#copas and #share
Bismillah...


Saya sudah sering membaca beberapa tulisan tentang bagaimana cara menulis kisah hidup di buku harian, menulis perencanaan untuk hari depan, membuat karangan, jadwal kegiatan sehari-hari, membuat agenda-agenda hidup, serta tulisan-tulisan yang bisa memotivasi orang untuk bisa menulis. Fakta yang saya dapati adalah bahwa menulis itu tidak gampang, tidak juga begitu sulit. Bisa dibilang gampang-gampang susah.

Pengalaman menulis saya sendiri dimulai ketika masa SMP dulu. Ketika itu saya  melihat seorang kakak kelas yang suka menulis kisahnya di sebuah buku. Saya sering mengendap-endap membuka buku hariannya yang diletakkan di laci meja kelasnya, itu karena saya penasaran dengan bagaimana dan apa yang mereka tulis. Dia menulis kisah-kisah hidup dan perencanaannya di masa mendatang. Saya pun semakin yakin dengan ajaibnya aktivitas ini setelah membaca novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy, tentang bagaimana tokoh Fachri mengatur rencana hidupnya dengan membuat peta-peta disebuah kertas kemudian tempelkan di dinding kamarnya. Bagi saya hal  itu sangat mengasyikkan, sayapun merasa tertarik untuk menulis kisah perencanaan sendiri di buku khusus untuk dibaca suatu saat nanti. Dan kemudian saya mengerti bahwa menulis kisah dan perencanaan hidup memiliki efek yang besar untuk penulisnya; bisa membuat mimpi yang ditulis menjadi kenyataan.

Ada sebuah cerita menarik,  seorang wanita Muslimah bernama Mariam Sobh yang menulis sebuah jurnal harian di penghujung tahun 2012 lalu tentang betapa akan menakjubkannya tahun 2013 yang akan ia jalani. Dia menulis banyak perencanaan untuk masa yang akan datang. Lalu apa yang terjadi? Tahun 2013 benar-benar menjadi tahun yang menakjubkan baginya, banyak rencana-rencana yang Ia tulis dahulu berhasil dicapai di tahun itu. Dia mengatakan bahwa ketika menuliskan hal-hal yang ingin dicapai seakan-akan hal-hal tersebut sudah terjadi ketimbang menulisnya dengan penuh khayalan. Contohnya, dia menuliskan “Saya akan diterima di Lembaga Pendidikan Seni di Second City Training Center". Tanpa disangka dia pun diterima di sana.

Cara ini sering digunakan oleh orang sebagai "guide" untuk diri sendiri. Inti dari hal ini adalah kita membayangkan apa yang akan kita capai seakan-akan itu benar-benar terjadi, dan ini bukan sulap, kita harus menuliskannya dengan sepenuh hati dan fikiran yang tenang. Hal ini akan membuat kita merasa telah menentukan jalan hidup kita sendiri, sehingga kita akan merasa dipaksa untuk fokus terhadap hal-hal yang positif dan melihat  apa yang sedang kita capai. Kita mulai menyadari momen-momen dalam hidup yang biasanya tidak kita hiraukan, karena itu pada akhirnya menjadi seperti puzzle yang terangkai satu sama lain.

Contoh lainnya adalah dulu ketika saya masih di bangku SMP, saya pernah menulis bahwa saya ingin masuk di sebuah Universitas dan menjadi ahli komputer. Saya menulisnya begitu saja dan saya melupakannya ketika lulus SMA. Alhamdulillah, pada bulan November ditahun 2013 saya pun mendapat tawaran pekerjaan menjadi penjaga warnet di sebuah toko servis komputer di dekat kampus yang saya masuki. Saya pun belajar banyak hal tentang komputer dan mekanik disini.

Pada dasarnya, kita hanya berusaha menulis sebuah impian perjalanan hidup kita yang akan menjadi nyata di masa mendatang dan ditahun-tahun berikutnya. Saya tidak mengatakan bahwa ini terjadi kebetulan begitu saja tanpa usaha. Bukan berarti jika saya atau sobat menuliskan "Sekarang saya adalah seorang milyuner" lantas itu terjadi di tahun berikutnya :). Tetapi hal-hal yang membuat kita dekat dengan kekayaan mulai terangkai. Seperti apa yang dikatakan oleh seseorang "Mungkin jaringan Anda dengan orang lain akan meluas dan Anda lebih terpacu untuk bekerja lebih keras ketimbang sekedar menonton televisi." Rencana hidup membuat kita terpacu bekerja keras untuk mencapainya. Ini karena kita memindahkan pikiran tersebut ke dalam kertas dan sekarang hal itu melekat pada memori. Bukan berarti mendikte takdir, tetapi sebagai perantau di dunia ini, tidak ada salahnya kita menuliskan keinginan dalam hidup ini agar menjadi lebih terarah, tercapai atau tidaknya adalah kehendak Allah.

Ingatlah hadits Nabi  SAW:

Dari Ibnu Umar R.A. telah berkata bahwa rosulullah SAW telah memegang pundakku lalu beliau berkata: “Jadilah engkau didunia seolah-olah perantau (orang asing) atau orang yang sedang menempuh perjalanan”, Ibnu umar berkata: “Jika engkau ada diwaktu sore maka jangan menunggu sampai waktu pagi dan sebaliknya, jika engkau di waktu pagi maka jangan engkau menunggu sampai waktu sore dan gunakanlah sehatmu untuk sakitmu, dan gunakanlah hidupmu untuk matimu.” (H.R. Bukhori).

Ada sebuah kutipan indah yang sering saya baca, bunyinya: Tuliskan rencanamu dengan sebuah pensil dan berikan penghapusnya kepada Allah, izinkan Dia menghapus bagian yang salah dan menggantikan dengan rencana-Nya yang indah dalam hidupmu. Karena hanya Dia yang paling tahu apa yang terbaik dan buruk bagi kita... belum tentu baik bagi ALLAH.

Apakah sobat ingin punya sesuatu yang ingin dicapai? Jika ya, ambillah secarik kertas dan mulailah menuliskannya dari sekarang!

Mataram, 01:20 AM, 16 Februari 2014 
Bismillah...



Firefox OSHari ini, Senin 23 Desember 2013, akun facebook saya telah resmi dinonaktifkan oleh pihak keamanan facebook dengan alasan saya telah menggunakan nama palsu. Saya mudah saja membuka akun baru, tetapi akun itu memiliki beribu kenangan yang tak terlupakan. Saya menilai facebook terlalu berlebihan dan lebay akan kebijakan ini, menghapus akun semena-mena, sekena hati, tanpa memahami bahwa usernya yang ganteng ini sangat memerlukan akunnya. Wiwikwik!